
Perasaan Julian semakin tidak tenang setelah mendengar teriakan Vince tersebut. Dia semakin cemas tentang apa yang telah dilakukan oleh Keysha dan David.
" Key, apa yang kau sudah lakukan tadi Key? Aku sungguh kawatir dengan apa yang kamu lakukan. Hal berbahaya apa lagi saat ini? Kenapa sampai pria itu berteriak kencang? Aku ingin sekali keluar dan bertanya pada mereka, tapi aku harus memastikan kamu baik baik saja saat ini. "
Julian menunggu lagi dengan tenang. Tak lama setelah itu, Keysha keluar dari toilet dengan pakaian lengkap.
" Haaahhh apa aku harus menjelaskan sekarang juga kak? "
" Sini duduk. Biar aku bantu keringkan rambut kamu. "
Keysha hanya menurut saja. Dia menyukai setiap perhatian dari Julian. Namun, hubungan mereka saat ini sudah bukan sepasang kekasih lagi, tapi perhatian dan kedekatan mereka masih seperti pasangan kekasih.
" Makasi kak. "
" Hemm... kamu tau aku akan melakukan apapun untuk membuat kamu nyaman. "
" Hemm aku tau. "
Julian mengeringkan rambut Keysha menggunakan hair dryer dengan sangat pelan. Dia tidak mau membuat Keysha kesakitan dan ingin membuat Keysha nyaman dengan perlakuannya.
" Hemm kak.. sebenarnya tadi itu.. "
" Kamu tidak usah nercerita dulu pada aku. Sebaiknya kamu beristirahat saja setelah ini. Kamu pasti sangat lelah. "
Keysha menghentikan pergerakan tangan Julian yang sedang mengeringkan rambutnya dan memutar badan untuk menatap Julian yang ada di belakang dirinya.
__ADS_1
" Bukankah tadi kakak begitu ingin tau aku telah melakukan apa dengan David? Lantas kenapa saat aku mau menjelaskan kakak menahan aku? "
" Aku tidak mau menyita waktu istirahat kamu. Aku ingin kamu istirahat dengan tenang dulu. Saat kamu bangun nanti, kondisi fisik kamu pasti sudah lebih baik. Jadi nanti bisa cerita dengan jelas dan bisa menjawab semua pertanyaan aku dengan baik. Key, aku tau kamu banyak menyimpan rahasia dari aku dan Ana selama ini, tapi aku tidak akan memaksa kamu untuk mengatakan segalanya pada aku. Aku hanya berharap, suatu hari nanti kamu bisa berbagi setiap hal pada aku. Aku juga akan berusaha menjadi pendengar dan pendukung kamu yang baik. Setidaknya aku masih bisa menjadi tempat kamu bersanndar saat kamu lelah. "
Ucapan Julian membuat Keysha merasakan sesak di dadanya. Dia sangat mencintai Julian, namun bila dia menjalin hubungan lagi dengan Julian, Keysha takut kalau itu akan membuat Julian merasakan tertekan dan tidak percaya diri lagi. Dia tidak mau menghalangi Julian untuk maju. Jadi Keysha hanya bisa berharap kalau suatu saat nanti, bila Julian sudah mendapatkan pencapaian yang dia inginkan, masih ada ruang di hati Julian untuk dirinya. Hingga mereka bisa menjalin hubungan kembali. Namun bila tidak, Keysha tidak akan memaksakan apapun lagi.
Tatapan mata Keysha yang terlihat sendu membuat Julian ingin sekali menatik badan Keysha kedalam pelukannya dan memperlakukan Keysha layaknya kekasihnya. Namun Julian sadar, saat ini dia tidak boleh melakukan hal itu karena batasan yang mereka sudah sepakati. Jadi Julian hanya bisa mengelus kepala Keysha saja saat ini.
" Ayo istirahat dulu. Nanti saat kamu sudah bangun, kamu bisa langsung menjelaskan segalanya pada aku."
Keysha mengangguk dan langsung menuju tempat tidurnya untuk merebahkan diri. Julian menyelimuti Keysha dan sekali lagi mengelus kepala Keysha sebelum meninggalkannya di kamat itu untuk beristirahat.
" Tidurlah dengan nyenyak. Aku akan keluar dulu."
Keysha hanya tersenyum dan mulai menutup matanya. Begitu pintu terdengar tertutup, mata Keysha terbuka lagi dan dia mentapa kearah pintu kamar lagi.
Keysha berkata dalam hatinya dengan mata yang mulai tertutup secara perlahan dan membawa dia masuk ke alam mimpinya.
Diluar kamar Keysha, di ruang tamu. David masih mendapatkan ceramah dari Vince. Bahkan Julian yang baru keluar dari kamar Keysha saja langsung mendengarkan ceramah pajang itu.
" Kau seharusnya tidak ada mengajak dia ketempat berbahaya seperti itu. Aku akan laporkan kamu pada mommy. Biar kau di hukum Dav. Kau harus di hukum biar kapok dan tidak mengajak Keysha ketempat seperti itu lagi. "
David memutar bola matanya malas. Tubuhnya masih kotor dan dia sangat kelelahan, tapi Vince belum mengijinkan dia masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Begitu David melihat Julian datang, dia langsung bereaksi.
" Apa Keysha sudah tidur? "
__ADS_1
" Hemm.. Aku biarkan dia istirahat dulu sebelum nanti dia menceritakan segalanya pada aku. "
David mengangguk paham. Keysha memang sangat pandai dalam memanfaatkan situasibagar dirinya bisa istirahat dulu saat ini.
" Julian, apa kau tidak menanyai Keysha dulu mengenai perbuatan mereka? Bila kau tau, kau akan langsung menghukum Keysha saat ini juga. "
David mendengar ucapan adiknya hanya bisa menghela napas saja. Dia benar benar lelah dan merasa bosan dengan pembicaraan ini.
" Dasar tukang adu."
Gumaman David di dengar Julian dan dia menepuk bahu David dua kali untuk memberikan dukungan pada David.
" Kau pasti lelah, sana masuklah dalam kamar untuk membersihkan diri lalu istirahat. Kita bisa bicara setelah nanti kau dan Keysha cukup istirahaynya. "
David mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar. Dia tidak memperdulikan lagi teriakan Vince yang menyuruh dirinya kembali duduk bersama mereka di ruang tamu.
" Aku sungguh akan melaporkan semuanya pada mommy nanti. Biar David tau rasa dapat amukan dari mommy karena sudah mengajak Keysha ke tempat yang berbahaya. "
" Sudahlah.. Kau dari tadi mengomel terus, kita harus istirahat juga sekarang. Mereka sudah ada di rumah saat ini dan aman. Jangan jadi tukang adu begitu. Keysha tidak akan menyukainya. Karena sampai saat ini kamu belum tau kebenaran dari apa yang mereka lakukan bukan? "
Vince melotot tidak terima dengan perkataan Julian. Dia memang belum tau cerita sebenarnya. Namun dari uacapan David yang bilang mereka dari markas Black Hold saja dia sudah tau bahaya apa yang tadi mereka lalui.
" Kau yang tidak tau apapun. Karena kau tidak mau memaksa Keysha untuk bercerita. Kalau aku tau walau sedikit tapi bisa paham mereka tadi melakukan apa saja. "
Julian tidak peduli dengan semua itu karena menurut dia, Keysha datang dalam keadaan sehat dan tidak terluka saja sudah beruntung. Jadi Julian memilih meninggalkan Vince sendirian di ruang tamu dan langsung masuk kedalam kamarnya. Ana, dia sudah dari tadi masuk kedalam kamar saat David menyuruhnya masuk kamar.
__ADS_1
" Haaahhh dasar.. semua tidak ada yang mau mengerti dengan kecemasan aku. Mereka bahkan meninggalkan aku sendirian di tempat ini. "