
Keysha memang berencana pindah dari apartemennya yang lama. Hal itu karena terlalu bnyak kenangan dia bersama Julian dan Ana di tempat itu. Jadi Keysha tidak ingin tinggal di sana dan mengingat semua yang pernah terjadi.
" Kau ingin pindah? "
" Hemm.. aku berencana begitu. "
" Sudah menemukan apartemen baru? "
Alex bertanya mewakili mereka semua di tempat tersebut. Dia ingin tau apa saja rencana Keysha selanjutnya.
" Bukannya tadi aku sudah bilang kalau aku akan mencari apartemen baru dan belum bisa membantu Violla. Jadi, itu artinya aku belum menemukan apartemennya. "
" Biar aku bantu mencari apartemen baru untuk kamu. "
Julian menawarkan bantuan pada Keysha karena dia ingin menghabiskan waktu lebih lama dengannya.
" Key, aku punya rumah yang tidak di tempati dekat dengan kampus kamu. Kamu bisa tinggal disana saja. "
Violla juga menawarkan bantuannya. Namun tidak ada yang Keysha terima bantuan dari mereka. Keysha ingin melakukan semuanya sendirian tanpa bantuan orang lain.
" Terimakasi untuk tawarannya, tapi aku tidak bisa menerima hal itu. Aku akan mencari tempat sendirian. Sedangkan kakak, kakak harus segera kembali ke Tiongkok untuk berkerja. Tidak baik lama lama ada di tempat ini. Jangan mengabaikan pekerjaan kakak. Kakak paham? "
" Tapi kan.. aku.. "
" Kak, setelah kita sama sama lebih santai, aku akan datang ke tempat kakak untuk menemui kakak. Sebelumnya kakak bilang sedang banyak pekerjaan disana, jadi kembalilah. Maaf oarena Alex minta kakak datang, kakak jadi menunda banyak pekerjaan. "
" Aku tidak masalah. "
Keysha tidak bisa mengatakan apapun ketika Julian sudah tidak bisa dia bujuk kembali. Sedangkan Alex dan Violla, mereka hanya diam memperhatikan mereka berdua.
Hari itu karena paksaan Julian, Keysha akhirnya pergi berdua dengan Julian mencari Apartemen untuk dia tinggali. Selama perjalanan, Keysha hanya diam dan tidak ada mengatakan apapun pada Julian.
" Kamu kenapa? Marah karena aku tetap ingin ikut mencari apartemen untuk kamu? "
" Bukan kak, aku hanya kepikiran dengan mba Ana. Kabar terakhir yang aku dengar dari Alex, dia kembali ke dunianya dulu. Dia berkerja di tempat yang begituan lagi. "
Julian mengambil tangan Keysha dan di genggamnya erat. Dia tidak mau Keysha goyah lagi dan ingin membantu Ana kembali.
" Key, kamu sudah tau Ana tidak bisa merubah dirinya menjadi lebih baik. Lalu kenapa kamu masih memikirkan dia? "
" Aku rasa dia masih bisa berubah kak. Bagaimana pun, ada beberapa sikapnya yang memang benar benar tulus pada kita. Aku dapat merasakan hal itu. "
" Sebaiknya kita tidak bahas dia lagi. Kamu sudah kabari Vince tentang keadaan kamu sekarang? Aku rasa keluraga Williams pasti sangat mencemaskan kamu sekarang. "
__ADS_1
Keysha hanya diam tidak menanggapi perkataan Julian. Dia malas membahas hal ini. Karena David kembali lagi menjadi menyebalkan untuk Keysha.
" Bisa kita tidak bahas hal ini lagi kak? Aku tidak mau membahas mengenai keluarga itu dulu. Aku sedang ada masalah dengan David. "
Julian tidak menanyakan lebih lanjut lagi. Karena dia melihat raut wajah Keysha yang tidak enak di pandang dan sepertinya sedang marah.
Keysha dan Julian tidak langsung mencari apartemen, mereka mampir dulu ke apartemen Keysha yang lama.
" Haaahhh tempat ini tidak ada yang berubah sama sekali. "
Begitu mereka sampai di sana dan masuk kedalam apartemen itu, Julian kembali merasakan suasana yang dulu saat dia tinggal disana.
" Aku jarang datang kemari setelah kakak pergi. "
Julian mendekat dan memeluk Keysha dari belakang. Dia ingin mengungkapkan seberapa besar rasa rindu yang dia miliki untuk Keysha saat ini.
" Kak.. "
" Kenapa kamu jarang datang? "
" Itu.. itu.. aku.. "
Keysha tidak bisa konsentrasi menjawab pertanyaan Julian karena dirinya deg degan di peluk oleh Julian dengan posisi seperti itu.
Keysha sadar kalau sisi sensitif dirinya adalah tubuh bagian belakangnya. Jadi dia kehilangan fokus begitu Julian memeluk dirinya dari arah belakang.
Julian dan Keysha sama sama tau perasaan masing masing. Namun mereka tidak ada meresmikan kembali hubungan mereka.
" Aku.. kak... "
" Aku mencintai mu.. "
Dengan suara yang lembut dan pelan Julian mengatakan kembali cintanya pada Keysha. Posisi mereka masih sama seperti sebelumnya karena Julian tidak mengendurkan sedikit pun pelukannya pada Keysha.
Jadi Keysha hanya bisa bersandar pada dada Julian begitu hembusan napas Julian mengenai lehernya.
" Key, aku tidak bisa menunda lagi hal ini. Aku tau kita sama sama masih saling mencintai. Jadi bisakah kita kembali menjalin hubungan seperti dulu lagi walau aku sekarang sedang merintis usaha aku? Aku akan pastikan semua berjalan lancar hingga aku akan dengan bangga bersanding bersama kamu nanti. "
" Kakak tau apa jawaban aku. Apa perlu kakak tanyakan lagi? Bila aku tidak menginginkan kita bersama kembali, aku tidak mungkin membiarkan kakak tetap memeluk aku dengan posisi yang seintim ini. "
Julian tersenyum di belakang Keysha. Dia secara refleks mencium pundak Keysha karena kebahagiaan yang dia rasa. Namun reaksi Keysha membuat Julian kaget.
*Cup*
__ADS_1
" Ahhh"
Keysha mengeluarkan suara yang membangkitkan sisi liar Julian. Namun seketika itu Keysha melepaskan dirinya dari dekapan Julian tersebut.
Sambil menggosok gosok tangannya, Keysha menatap canggung kearah Julian. Sedangkan Julian, dia baru menyadari kalau sisi sensitif Keysha adalah tubuh bagian belakangnya.
" Key.. "
" Maaf.. Aku ke kamar dulu kak. "
Belum juga Julian melanjutkan kalimatnya, Keysha sudah mendahului ingin mengindari dirinya. Jadi Julian tidak membiarkan Keysha pergi begitu saja.
*Sreet... bug. *
Tangan Keysha di tarik oleh Julian hingga Keysha kembali masuk kedalam pelukan Julian.
" Key.. maaf, aku tidak tau kalau kamu begitu sensitif pada bagian belakang kamu. Jadi tadi aku... "
" Tidak apa kak.. Aku minta maaf juga karena hal tadi. "
Julian semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Keysha begitu merasa Keysha ingin melepaskan pelukannya kembali.
" Aku suka mendengar suara itu. Aku akan mengingat semua ini dengan jelas. "
" Kak.. jangan aneh aneh deh.. Perkataan kakak mulai ngelantur sekarang. "
Julian tersenyum senang melihat wajah Keysha yang memerah karena malu. Dia suka menggoda kekasihnya itu. Apalagi Julian sekarang tau sisi lemah Keysha ada di bagian mana.
" Kau tau Key, kita benar benar cocok bersama. Karena, aku sangat suka memeluk kamu dari belakang dan sisi sensitif kamu tubuh bagian belakang. Jadi aku rasa... "
*Bug*
" Aaaakkkhhh"
Keysha sengaja menyiku perut Julian saat pembahasan Julian mulai kemana mana. Dia sangat malu membicarakan hal itu. Namun Julian sangat suka menggoda dirinya.
" Sakit Key. "
" Siapa suruh terus menggoda aku begitu. Kalau aku sampai lepas kendali bagaimana? Jangan coba coba melakukan hal itu lagi. "
Julian tidak kapok sama sekali dengan perbuatannya. Dia kembali memeluk Keysha dari belakang dan segera memegangi tangan Keysha dengan kuat agar tidak bisa bergerak.
" Aku malah berharap kamu lepas kendali saat bersama aku. "
__ADS_1
Julian membisikan kata itu pada Keysha dengan ujung bibirnya sengaja di tempelkan sedikit pada telinga Keysha.
Hal itu membuat Keysha kaku dan tidak bisa bergerak saat mendapatkan pelakuan begitu dari Julian.