Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Kedatangan Julian


__ADS_3

Begitu pesawat mendarat, Julian sudah ditunggu disana oleh anak buah Alex. Mereka langsung pergi menggunakan mobil menuju lokasi markas Black Worl.


" Bagaimana keadaan mereka sekarang? "


" Laporan terakhir yang saya dapatkan, nona Keysha sekarang sudah sampai di markas itu. "


" Cepatlah mengendarai mobilnya. Aku harus segera sampai. "


Mobil yang di tumpangi Julian melaju sangat cepat. Namun ternyata ada beberapa mobil juga yang melaju dengan kecepatan yang sama dan menuju arah yang sama pula dengan dirinya.


" Siapa mereka? Apa mereka juga akan menuju markas itu? Kalau begini, Keysha akan semakin bahaya di dalam sana. "


Julian berkata dalam hatinya. Sedangkan anak buah Alex, dia juga cemas saat melihat beberapa mobil itu melewati mereka.


" Aku harap semua akan baik baik saja. "


Anak buah Alex mempercepat lagi laju mobilnya sambil berkata begitu dalam hatinya. Seluruh anak buah Alex yang tinggal di dalam markas Alex, semua adalah anak buah yang paling setia pada Alex. Jadi tanpa perintag, secara naluri mereka akan selalu melindungi Alex dan juga Keysha.


Kembali di markas black world, di saat tangan dan kaki George sudah patah, Keysha terus berjalan mendekati dirinya. Setelah berada tepat di atas George, Keysha berjongkok dan mencengkram pipi George.


" Akkkhhh"


" George, aku ingin tau sesuatu saat ini. Kenapa kau menyiksa wanita itu dan membunuh bayinya juga? Apa alasan di balik tindakan mu ini? "


Saat bertanya begitu, posisi Keysha dan George saat dekat. George tidak lagi melihat amarah dari tatapan mata Keysha. Namun sekarang George tidak melihat ada emosi apapun di dalam sana. Walau arah pandangan mata Keysha pada dirinya, namun tatapan mata itu terlihat kosong dan tidak hidup.


Ini jauh lebih menyeramkan untuk George. Emosi yang tidak bisa dia baca dari musuhnya, adalah hal yang sangat menakutkan untuk dia.


" Wanita ini punya kepribadian yang jauh lebih menyeramkan lagi ternyata. Bila aku tetus menjadi incarannya, itu artinya aku tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Dari tatapan mata ini, aku ras dia bisa menghabisi seseorang tanpa menujukan ekspresi apapun. Sampa seperti psikopat. "


George bertaka dalama hatinya. Sambil terus memperhatikan wajah Keysha. Namun dia lupa menjawab pertanyaan Keysha tadi, karena sibuk dengan pikirannya itu.


*Sreet*

__ADS_1


" Aaakhhhh"


" Aku bertanya, harusnya kau menjawab pertanyaan aku George. Bukannya kau sibuk dengan pikiran pikiran bodoh mu. Jawab sekarang pertanyaan ku. Kenapa kau menghabisi mereka? "


Dengan napas yang masih tersengal sengal dan rasa perih yang harus dia tahan di bahunya, George menjawab pertanyaan Keysha.


" Wanita itu meminta hal yang tidak mungkin dia akan dapatkan. Hanya seorang wanita penghibur ingin mendapatkan status sebagai istri ku, itu tidak mungkin. Apalagi anak itu belum tentu anak dari ku. Jadi untuk apa mereka aku biarkan hidup, bila mereka nanti bisa saja menjadi batu sandungan untuk ku. "


Jawaban yang salah di berikan oleh George. Seharusnya dia tidak menjelaskan dengan mendetail begitu. Alex langsung melepaskan senjata api di tangannya saat mendengar jawaban George.


" Bodoh... Bodoh... aku kutuki kau karena menjawab begitu. Kau sungguh bodoh George. Kau mengatakan hal itu bukan meredakan amarahnya tapi kau malah membuat dia semakin ingin menghabisi mu dengan perlahan. Gila... aku tidak sanggup lagi. Julian aku mohon datanglah dan tenangkan kekasih mu ini. "


Alex pasrah akan apa yang nanti akan dia lihat. Anak buah George yang menjadi lawan Alex sebelumnya sampai kaget melihat Alex menjatuhkan senjatanya. Padahal sekarang mereka sedang berhadap hadapan untuk saling serang.


Namun melihat kejadian di mana bosnya di siksa dengan begitu sadis, anak buah George mengerti kalau Alex sedang syok sekarang.


" Menjadi batu sandungan? Wanita penghibur, bukan anak dari mu. Apa itu semua alasan kau melakukan hal itu pada mereka? "


George mengangguk karena merasa ada yang salah dari perkataan Keysha sekarang.


Baru saja George bertanya dalam hatinya begitu, Keysha sudah merobek pakaian George menggunakan belati miliknya.


Belati itu bukan hanya merobek pakaiannya saja, namun kulit George juga ikut tergores.


*Aaaakkkhhh"


" Tenanglah, jangan berteriak begitu. Nikmatilah saat saat kau masih bisa menghirup udara ini. "


" Bunuh saja aku dengan cepat. Kenapa kau menyiksa aku begini? "


Dengan wajah yang datar dan tatapan mata yang masih kosong Keysha melihat kearah mata George.


" Kematian adalah hal yang paling mudah untuk kau dapatkan. Aku ingin kau merasakan bagaimana rasa frustasi akan siksaan yang akan kau dapatkan saat ini. Sama seperti wanita itu, dia sekarang sedang sangat menderita karena perbuatan mu. "

__ADS_1


Keysha lagi lagi merobek celana yang di gunakan George. Dan sekarang giliran bagian kaki George yang terluka. Teriakan George tidak mengganggu Keysha sama sekali. Namun teriakan itu sangat menyeramkan untuk seluruh orang di sana.


Julian begitu sampai di markas tersebut, dia meluhat cukup banyak orang dari mobil yang dia lihat tadi masuk kedalam markas itu.


Jadi Julian mencoba menghubungi Alex untuk memberitahukan hal tersebut.


" Lex, angkat. "


Karena Alex menggunakan handsfree, dia langsung mengangkat telpon tersebut dan panggilan itu juga akan otomatis terhubung dengan anak buahnya yang lain.


" Lex... hati hatilah.. banyak orang yang masuk kedalam markas saat ini. Tolong lindungi Keysha sebentar. Aku akan segera tiba di dalam"


Peringatan dari Julian membuat seluruh anggota Alex dan Alex sendiri menjadi waspada.Kesadaran mereka pulih dan kembali menyerang anak buah George yang masih tersiksa. Anak buah Quenza juga mulai sadar setelah melihat pergerakan Alex dan anak buahnya.


Dengan cepat mereka sudah menghabisi semua anak buah Alex disana. Begitu Julian sampai di tempat itu, dia melihat ada seseorang yang sedang membidikkan senjatanya kearah Keysha.


Jelas saja Julian kaget dan marah melihat hal itu.


" AWAS KEY... "


Alex refleks melihat ke arah Keysha dan Julian merebut senjata dari anak buah Alex yang terdekat.


* Dor*


*Dor*


Bunyi tembakan itu berbarengan. Walau Julian langsung bisa membunuh orang yang membidik Keysha. Namun tembakan orang itu sudah mengenai Keysha tapi hanya mengenai bagian tangan Keysha saja.


Melihat Keysha terluka karena terkena tembakan dari orang itu, tatapan Julian menajam dan amarah yang di miliki Julian sudah sampai puncaknya.


Alex yang melihat hal itu, berusaha segera menghabisi mereka semua yang baru datang itu agar Julian tidak menggila seperti Keysha.


Sedangkan Keysha, walau tangannya terkena tembakan, dia masih tidak menunjukan raut wajah kesakitan. Keysha tetap dengan ekspresi datarnya dan mulai mengarahkan pisaunya kearah ******** Daren.

__ADS_1


" Kau harus tau rasanya tersiksa sebelum kematian. "


__ADS_2