Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Bukti Kuat


__ADS_3

Keysha dan Julian sudah sampai di unit apartemennya dan mereka berdua masuk kedalam tempat tersebut untuk melihat apa saja yang sudah Ana lakukan di dalam apartemen selama mereka tinggalkan.


" Kami pulang.. "


" Selamat datang Key, Jul. Kalian kenapa cepat sekali pulangnya? Apa kalian tidak langsung makan malam di luar? "


" Gak mba.. Aku dan kak Julian mau makan malam bersama mba Ana di rumah. Sekalian untuk melakukan perpisahan. "


Ana mengajak Keysha dan Julian duduk dulu di sofa untuk mendengar penjelasan mengenai apa yang Keysha ucapkan tadi.


" Maksud kamu apa Key? "


" Kak Julian akan berangkat besok malam mba. Jadi hari ini adalah hari terakhir kita bersama kak Julian. "


" Kenapa cepat sekali Jul? Ada apa? Kamu tidak bilang kalau akan pergi secepat ini. Kapan kamu memutuskan hal ini? "


Julian mengambil napas dalam sebelum dia bicara pada Ana. Sebenarnya dia juga tidak mau pergi secepat itu dari Keysha. Namun tadi saat dia bersama dengan Keysha, Julian mendapatkan telpon dari pemilik lahan yang ingin dia beli untuk di jadikan tempat tambang. Jadi Julian harus segera pergi untuk mengurus semua hal itu. Hingga dia nantinya akan cepat kembali bersama dengan Keysha lagi.


" Aku baru mendapatkan kabar ini Na. Pemilik lahan yang ingin aku beli tadi menghubungi aku untuk penjualan lahan tersebut. Jadu aku harus kesana secepatnya untuk memastikan semua berjalan lancar. Belum lagi mengenai ijin yang harus aku dapatkan untuk membangun pertambangan yang ingin aku buat. "


" Kak..Kenapa kamu ingin membuat hal ini? Bukankag lebih mudah bila kamu berinvestasi saja dalam bisnis tambang orang lain? "


Keysha ikut berkomentar saat mendengar perkataan Julian. Menurutnya akan lebih mudah untuk Julian bila berinvestasi saja dalam bisnis tersebut. Bukan malah memilikinya.


" Key, aku mau punya wadah dalam berbisnis. Nanti pertambangan yang aku punya akan aku jadikan pondasi untuk membangun bisnis yang lainnya lagi. Jadi jangan pikirkan hal yang aneh aneh ya.. Aku memulai hal ini memang harus berat di awal. Karena aku ingin mencapai hal yang lebih dari orang lain. "

__ADS_1


Keysha paham maksud perkataan Julian. Jadi Keysha hanya tersenyum menanggapi apa yang Julian katakan. Keysha hanya tidak mau Julian berkerja sekeras itu hanya untuk mewujudkan mimpinya yang terlampau besar. Keysha mau Julian bergerak perlahan saja dalam hal ini. Namun Julian tidak mau hal tersebut dan ingin secepatnya mencapai target yang dia tentukan.


Standar kesuksesan yang Julian jadikan bandingan adalah David. Jadi Julian mau dirinya biasa bersaing dalam hal bisnis dengan pengusaha sukses di eropa tersebut.


" Lakukan semua yang kakak mau tapi jangan sampai melewati batas kak. "


" Aku paham Key. "


Obrolan Keysha dan Julian itu tidak masuk untuk Ana. Dia hanya diam dan bingung dengan arah pembicaraan mereka berdua. Disaat itulah Ana merasa dia sangat jauh bila di bandingkan dengan dua orang di dekatnya ini.


" Aku merasa semakin tidak bisa mengimbangi pola pikir mereka berdua. Apa ini karena aku tidak pernah belajar seperti mereka? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Akubterus merasa tertinggal dari mereka berdua. "


Melihat Ana yang melamun, Keysha tau apa yang menjadi pikiran Ana saat ini. Dia sudah bertekad kalau nantinya akan mengajari Ana bagaimana cara melakukan pekerjaan seperti dirinya dan juga Julian. Jadi Ana akan Keysha siapkan untuk membantu dirinya nanti dalam mewujudkan impian milik Keysha.


Ana hanya mengangguk dan tersenyum saja untuk menanggapi apa yang Keysha ucapkan. Dia masih begelut dengan pikirannya sendiri.


Julian dia masuk kedalam kamar dan membiarkan Ana dan Keysha menghabiskan waktu bersama. Sedangkan dirinya harus mempersiapkan semua keperluannya untuk di bawa pergi esok hari.


Di tempat Violla, saat dia sudah bangun dari tidur siangnya, dia langsung berjalan menuju garasi mobil miliknyamiliknya untuk mengambil bukti yang dia punya untuk penyelidikannya tentang Ice.


" Ini adalah rekaman dari mobil aku. Aku yakin dengan rekaman ini aku akan dengan mudah menyelidiki siapa Ice dan juga Quresha. "


Senyum di wajah Violla merekah saat membayangkan dia mendapatkan apa yang dirinya mau selama ini.


" Kau tidak akan bisa terus kabur dari aku gadis manis. Aku akan pastikan bisa mendapatkan kamu nantinya. Apa yang aku mau, pasti akan bisa aku dapatkan. "

__ADS_1


Obsesi dari Violla sangat mirip dengan David. Namun bedanya Violla tidak ingin menjadikan Keysha kekasih melainkan hanya orang yang bisa dia atur dan miliki sesuka hatinya.


Begitu rekaman itu di putar oleh Violla, dia cukup kaget dengan penemuannya.


" Lambang ini. Bukankah ini hanya di miliki oleh keluarga Williams. Apa hubungan Ice dengan keluarga Williams? Apa Ice dan Quresha adalah keluarga Williams. Kenapa harus berurusan dengan keluarga itu lagi sih? Apa tidak cukup kalau kami sudah bersaing dalam bisnis? Kenapa sekarang wanita yang aku incar juga dari kelaurga itu? "


Violla benar benar pusing saat memikirkan banyak kemungkinan di kepalanya. Namun dia juga tidak akan mau menyerah begitu saja untuk mendapatkan Quresha. Karena dia sangat yakin kalau Quresha bukanlah keluarga inti dari keluarga Williams. Itu karena Violla sangat mengenal putra pertama dari keluarga tersebut.


" Biarlah aku akan selidiki pelan pelan wanita ini. Aku sangat yakin kalau wanita ini tidak ada hubungannya dengan keluarga inti Williams. Aku sangat mengenal siapa David William. Aku yakin dia bukanlag Ice atau dia juga tidak mungkin adalah Quresha. Dia bukan orang yang seperti itu."


Violla terus mengamati rekaman tersebut apalagi saat di bagian rekaman itu menunjukan wajah Quresha. Dia memperhatikan dengan seksama wajah dan ekspersi mata dari Quresha tersebut.


" Kau sungguh wanita. Aku sangat yakin itu. Namun siapa nama mu? Tatapan mata mu ini seperti bukan tatapan biasa. Banyak hal yang tersembunyi yang ada dalam tatapan itu. Aku sangat yakin kau bikan wanita biasa. Apalagi dengan cara mu sebelumnya yang mengendarai mobil begitu cepat. Aku yakin kau memiliki sesuatu yang sama seperti aku. "


Violla semakin memperhatikan tatapan mata Keysha, semakin dia tertarik pada sosok Quresha tersebut. Sedangkan Keysha yang tidak tau kalau dirinya akan menghadapi masalah dari dua wanita yang merepotkan itu masih bisa bersantai dan menikmati makan malam dengan tenang bersama Ana dan Julian.


Bila dia tau kalau akan mendapatkan masalah setelah kepergian Julian nanti, mungkin Keysha akan meminta Julian untuk membatalkan kepergiannya agar dia bisa bersama dengan Julian saat dalam menghadapi masalah itu.


" Apa kau sudah siap untuk melakukan apa yang aku perintahkan?"


" Tentu nona. Nona tenang saja. Apa yang nona Alica minta akan saya lakukan dengan baik nantinya. "


" Bagus. "


Seringaian jahat muncul di wajah Alica karena dia rencana dia akan segera di lakukan.

__ADS_1


__ADS_2