
Godaan dari Julian membuat Keysha hampir lupa diri. Bagaimana pun dia tetap wanita normal dan sudah pernah menikah. Jadi dia dulu sudah pernah merasakan melakukan hal itu. Namun selama ini, fokusnya tidak pernah kearah sana. Dia selalu menyibukan dirinya dengan berbagai macam kegiatan yang membuat fikirannya tidak pernah memikirkan hal yang seperti itu.
Namun saat ini, Julian memberikan godaan yang begitu berat untuk Keysha. Mau tidak mau, hasratnya jelas terpancing saat bersama Julian.
" Kak... "
" Aku sungguh merindukan kamu Key.. Maaf aku melakukan hal ini. Bukan maksud aku memanfaatkan status hubungan kita. Cuma aku sungguh ingin memeluk kamu dan bermesraan dengan kamu. Setidaknya sebelum aku kembali ke Tiongkok, aku ingin menghabiskan waktu berduaan dengan kamu. "
Keysha juga ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Julian. Hanya saja dia takut kalau sampai mereka melakukan hubungan intim, karena mereka terus bermesraan. Bagaimana pun hasrat mereka sama sama dengan mudah terpancing bila terus melakukan hal yang seperti itu.
" Aku juga merindukan kakak dan ingin kita berduaan, tapi bisakah jangan dengan posisi seintim ini? Aku takut kita khilaf. "
Julian yang tau kalau Keysha masih tidak memberikan dirinya ijin melakukan lebih pada Keysha karena masih pacaran, membuat dia ingin segera menikahi Keysha.
" Key, apa kamu mau segera menikah dengan aku?"
Keysha sudah kesal dengan pembahasan Julian yang sudah ngelantur jadi dia menghempaskan tangan Julian dan mendudukan dirinya di kursi yang ada di balkon sana.
Julian mendekati Keysha kembali dan ikut duduk disana bersama Keysha.
" Kak, apa menurut kakak menikah itu mudah? Sejujurnya, aku belum siap untuk menikah lagi. Menikah bukan hanya melibatkan dua orang saja. Namun dua keluarga. Banyak yang harus di pikirkan begitu kita memutuskan untuk menikah. Dan hal itu bukan sekedar upacara peresmian hubungan saja. "
" Aku paham maksud kamu. Aku hanya ingin kita bisa tetus bersama dan tidak berpisah lagi. "
__ADS_1
Keysha diam sebentar dan hanya menatap kearah langit saja. Pikirannya kembali mengenang masalalunya di saat dia menjadi seorang istri dan apa saja masalah yang dirinya hadapi.
" Kak, di saat sekarang kita pacaran, kita sering kali berbeda pendapat, salah paham, dan beda cara berpikir. Sebaiknya kita benahi hal itu dulu sebelum kita melangkah ke hal yang lebih baru. Akubtakut sifat buruk aku, aku bawa kedalam hubungan baru kita nanti. Jadi ini bukan karena kakak tidak layak bersama aku, tapi aku yang belum layak bersama kakak. "
" Key.. kamu sangat sempurna untuk aku. "
Dengan senyuman tipis Keysha menanggapi apa yang Julian katakan. Namun pandangannya masih kearah depan.
" Kak, kakak ingat apa penyebab kita memutuskan berpisah waktu tempo lalu? Aku rasa aku belum bisa mengubah kebiasaan aku itu. Aku takut nanti komunikasi kita tidak berjalan dengan baik karena sifat aku tersebut. Kasi aku sedikit waktu lagi untuk hal ini. Nanti setelah aku yakin, aku pasti akan mengatakannya pada kakak dan kita segera menikah. "
Memang terlihat jelas di tatapan mata Keysha saat ini kalau dirinya masih menyimpan luka yang besar di dalam hatinya. Namun karena Keysha mengatakan alasan itu pada Julian, dia tidak bisa melakukan apapun lagi.
Julian hanya berharap nantinya dia akan bisa segera menikahi Keysha. Namun sebelum itu dia harus menyiapkan pondasi yang kuat untuk kehidupan mereka nantinya.
Keysha tersenyum manis pada Julian karena dia tidak mungkin akan menghianati Julian dengan orang lain. Memang hanya Julian saja yang selama ini membuat dirinya merasakan nyaman kembali.
" Jangan khawatir kak. Aku akan menjaga hati aku hanya untuk kakak seorang. "
Mereka tidak jadi melihat apartemen baru hari itu, di karenakan mereka menghabiskan waktu berduaan di tempat tersebut.
Sedangkan di sebuah club malam, walau hari masih siang, di dalam sana ada seorang wanita yang sedang di kerjai oleh 5 orang pria.
Mereka menyewa jasa wanita itu dari semalam dan memberikan bayaran lebih pada wanita itu untuk kembali melayani mereka sebelum para pria itu pulang.
__ADS_1
" Kau sungguh luar biasa... Kau membuat kami ketagihan dengan diri mu."
" Benar, kau sangat kuat menghadapi kami ber5. Sayangnya kami tidak bisa berada di tempat ini lebih lam lagi. Karena kesibukan kami cukup banyak hari ini. "
" Sampai bertemu lagi sayang... "
Mereka berlima bergiliran memberikan kecupan dan sentuhan ringan di tubuh si wanita sebelum benar benar meninggalkan wanita itu sendirian disana.
Begitu mereka semua pergi, tatapan mata wanita itu berubah nanar. Dia menangis dan terus mengusap usap tubuhnya karena merasa jijik setelah dia di jamah banyak pria di club itu.
" Menjijikan... Aku sangat kotor sekarang. Sampai kapan aku harus terus berpura pura menikmati berhubungan dengan mereka? Seharusnya dulu aku tetap bersama Keysha saja. Mungkin hidup aku akan menjadi lebih baik. Namun kemana Keysha selama ini? Dia pergi tanpa mengatakan apapun dan meninggalkan masalah saja pada aku. "
Wanita itu Ana, dia setiap hari berkerja di club itu untuk melayani pria pria hidung belang disana. Dirinya sering di sewa beberapa pria sekaligus untuk memuaskan mereka. Namun Ana tidak pernah menikmati hubungan tersebut.
Sebelumnya dia pernah di tawari seseorang untuk berkerja di sebuah cafe atau restoran, hanya saja menurut Ana sebelumnya, penghasilan yang dia dapat dari pekerjaan itu tidaklah cukup untuk dirinya. Jadi dia memilih untuk tetap berkerja di tempat itu dan mendapatkan uang dengan mudah.
" Aku lelah bila harus terus melakukan hal ini. Apa aku bisa keluar dari tempat ini sekarang? Atau ini sudah terlambat untuk aku? Kenapa Keysha tidak ada mencari aku? Padahal ini sudah cukup lama aku tidak pernah bertemu dengan dirinya. "
Ana belum sadar diri dan masih saja egois dengan berpikkran Keysha akan mencari dan menolong dirinya lagi. Padahal Keysha sudah berulang kali memberikan Ana kesempatan untuk berubah namun tidak pernah dia lakukan. Ana bahkan serakah dan ingin mendapatkan lebih dari Keysha selama ini.
Sambil dirinya masih mengistirahatkan diri di atas ranjang itu, Ana memikirkan cara untuk menemui Keysha dan mencari perhatian dari Keysha kembali.
" Kemana aku harus mencari Keysha? Apartemen itu sudah bukan milik Keysha lagi. Apa akh harus mencari Julian? Namun aku tidak tau tepatnya Julian berada di daerah mana di Tiongkok. Aku harus apa sekarang? "
__ADS_1
Ana bangkit dan mulai berjalan menuju toilet untuk membersihkan dirinya disana. Tubuhnya banyak sekali terdapat tanda tanda merah bekas ke 5 pria itu. Disaat dia berkaca dan melihatnya, rasa jijik itu kembali dia rasakan. Ana mulai menyalahkan takdirnya kembali karena telah menghadapi hal seperti ini terus di kehidupannya.