
Vince datang menuju tempat dimana Keysha saat ini sedang duduk membaca bukunya. Keysha sama sekali tidak memperdulikan kehadiran dari dirinya saat ini.
" Key.. "
" Aku sedang tidak ingin di ganggu. Tolong pergi tinggalkan aku sendiri. "
Vince tidak menyerah dia masih duduk di hadapan Keysha dan melihat buku apa saja yang sedang Keysha baca.
" Key.. kamu sedang mempelajari apa? Kenapa di buku ini tidak ada gambar atau hal menarik lainnya? "
Keysha mengabaikan Vince lagi. Dia sudah cukup untuk memperingatkan laki laki itu kalau dia tidak mau di ganggu saat ini. Jadi bila Vince bicara dengan dirinya, dia tidak merasa wajib menjawab pertanyaan itu.
" Key, aku tau kalau kamu yang sudah menyebarkan video tentang Vanesa itu. Iya kan? "
Keysha sempat terkejut dengan perkataan Vince, tapi dia tidak menunjukan ekspresi apapun di depannya. Dia berbuat seolah olah itu bukan perbuatan dirinya. Hingga Vince pun menjadi terkecoh karena tingkah Keysha.
" Apa bukan kau Key? "
" Bisa kau diam? Aku tidak ingin di ganggu sekarang. Pekerjaan aku sangat banyak dan tidak bisa meladeni semua perkataan kamu yang konyol itu. "
Perkataan Keysha yang pedas, selalu memjadikan daya tarik tersendiri untuk Vince. Dia sampai sekarang tidak paham kenapa wanita di depannya ini tidak tergoda dengan ketampanan miliknya. Apalagi dengan kekayaan yang dia punya. Bahkan nama keluarga dirinya saja Keysha tidak tau.
" Satu pertanyaan lagi Key, Kenapa kau tidak tertarik pada ku? "
" Aku tidak sebodoh itu untuk memasuki danau buaya dan menyerahkan diri dengan suka rela. "
Jawaban Keysha menambah rasa kagum dari Vince padanya. Vince tidak lagi memandang Keysha sebagai wanita yang ingin dia taklukan tapi sebagai teman yang ingin dia ajak bertukar cerita.
__ADS_1
" Kau sangat.. "
Keysha mendengar perkataan Vince kembali, membuat dia menatap tajam Vince. Dia tidak ingin mendengar suara lagi di sekitarnya. Karena dia memang sangat sibuk dengan urusan Alex.
" Baik aku akan diam dan akan menunggu kau selesai. "
Vince benar benar hanya duduk diam di bangku yang sama dengan Keysha. Sampai Keysha bangun dan ingin meninggalkan dirinya pergi barulah Vince bicara.
" Hei Key, kamu mau kemana? Kenapa meninggalkan aku? Apa kamu tidak menganggap aku ada? "
" Kelas. "
Jawaban yang sangat singkat tapi itu sudah merupakan hal baik untuk Vince dalam mendekati Keysha saat ini. Karena itu artinya Keysha tidak menolak dia ada di sekitar dirinya.
" Dia sangat dingin tapi, dia juga sangat hangat. Entah kenapa aku merasakan hal itu padanya. Padahal dia sama sekali tidak suka bicara pada aku. Dia juga menganggap aku buaya. Sangat kejam tapi dia tidak pernah ingin berteman dengan aku hanya karena aku orang kaya. "
" Untung aku lebih cepat. "
Gumaman Vince di dengar oleh Keysha. Dia merasa sedikit terbantu dengan adanya pria petakilan di dekatnya ini.
" Kau ingin duduk di sebelah aku? Bila begitu diamlah. Aku ingin konsen belajar. "
Vince menganggukan kepalanya saja. Dia memang tidak ingin mengganggu Keysha saat ini. Dia tau kalau setiap belajar di kelas, konsentrasi Keysha sangat tinggi jadi pasti tidak suka di ganggu dengan suara ribut.
Para wanita yang ada di kelas itu, melihat bagaimana dekatnya Vince panggeran kampus denga Keysha. Itu membuat mereka semua iri terhadap keberuntungan Keysha yang bisa dekat dengan salah satu keluarga Williams.
" Dia bagaikan Cinderella yang sekarang bersama panggeran. Sangat beruntung karena bisa sedekat itu dengan Vince. "
__ADS_1
Banyak cibiran dan pujian yang di berikan pada Keysha, tapi dia tetap saja mengabaikan menganggap semua tidak ada. Sedangkan masalah Vanesa, dia sudah di keluarkan dari kampus karena perbuatannya. Dia benar benar marah pada pelaku yang menyebatkan video itu dan sekarang sedang mencari pelaku itu.
Tapi, orang yang dia minta mencari pelaku tersebut, tidak dapat menemukan alamat IP pengguna itu. Semua palsu dan tidak dapat di lacak.
" Aaaaaahhhhhhkkkk siapa kau sebenarnya? Beraninya kau melawan aku. Bila nanti aku tau siapa kau, aku akan pastikan kau tidak akan melupakan apa yang akan aku perbuat nanti. "
Vanesa sangat marah hingga dia membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya. Dia berkali kali berteriak dan memaki di dalam kamarnya itu. Semua yang dia lakukan tidak berhasil membuat dirinya merasa tenang. Jadi Vanesa pergi ke bar untuk mencari hiburan agar dia merasa lebih baik.
Vanesa bukanlah gadis polos dan baik. Pergaulan dia sangat bebas dan hanya menggunakan kedok polosnya untuk menjaga nama baik keluarga saja.
Di Bar, tanpa sengaja Alex bertemu dengan Vanesa. Dia mengenali siapa Vanesa dan tau Vanesa dari keluarga mana. Jadi dia juga ingin ikut bermain dengan Keysha.
" Kau, orang pertama yang di balas langsung oleh Keysha tanpa menunggu waktu lama. Sepertinya kau membuat kesalahan fatal karena hal ini. Untung aku melihat aktifitas Keysha tadi di kampus. Bila tidak, aku akan merasa bosan karena tidak ada hal yang menarik disini."
Alex memulai semua permainannya dengan merekam semua perbuatan yang di lakukan Vanesa di dalam bar sambil melakukan siaran langsung di sosial media.
Ini seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Keluarga Vanesa dalam masalah besar karena perbuatan dirinya. Banyak investor yang menarik saham mereka saat melihat apa yang di perbuat Vanesa di luar sana.
" Vanesa.. kau sudah membuat masalah besar untuk aku. Aku tidak menyangka kalau anak itu akan berani melakukan apa yang sudah aku larang. Tadi sudah masalah di kampusnya aku atasi. Tapi kali ini kenapa kau membuat ulah lagi. Hukuman apa yang ingin kau terima setelah ini? "
Papa dari Vanesa adalah orang yang tempramental dan tidak suka di bantah. Dia mengutamakan harta dan tahta di atas segalanya. Maka dari itu semua yang terjadi dalam keluarga dan rumah tangganya adalah sebuah akting semata.
Tidak ada keluarga bahagia dan harmonis. Tidak ada hal baik dalam keluarga tersebut yang bisa di banggakan. Tapi mereka sangat pintar selama ini menutupi semua itu. Sampai akhirnya hari ini tiba. Vanesa mengacaukan segalanya. Hingga perusahaan papanya terancam bangkrut bila investor terus pergi dan mengambil semua saham mereka.
Keysha mendapatkan suatu notif dari hpnya saat pelajaran di kampus. Karena takut Julian yang menghubungi, dia segera memeriksa hal itu. Tapi yang dia lihat adalah rekaman Vanesa yang saat ini ada di bar dan di temani oleh beberapa pria.
" Kau tidak pernah membiarkan aku bermain sendiri. "
__ADS_1