
Peluru yang berasa di lengan Keysha sudah di keluarkan. Dia juga sudah beristirahat sekarang, karena pengaruh obat yang di suntikan di tubuhnya. Sedangkan Julian tidak bisa memejamkan matanya saat itu karena dia memikirkan hal yang terjadi tadi.
" Bila aku tidak datang tepat waktu, apa yang akan terjadi pada Keysha di sana?"
Kecemasan Julian masih tetlihat jelas di wajahnya. Alex melihat semua itu, dan sejujurnya Alex merasa sangat bersalah akan hal ini. Karena yang sebenarnya mempunyai masalah ini adalah dirinya dan Violla. Namun Keysha harus ikut terlibat karena ingin membantu mereka.
" Jul, sebaiknya kamu istirahat dulu. Keysha besok baru akan sadar. Sengaja obatnya di berikan dengan dosis yang agak banyak karena tubuhnya perlu istiraht lebih. "
" Apa kalian akan terus melakukan hal seprti ini? Apa kalian tidak memikirkan bagaimana orang yang menyayangi kalian? Bila kalian terluka begini, apa kalian tidak pernah memikirkan perasaan orang yang sayang pada kalian? Sampai kapan ini terus terjadi Lex? "
Alex mengerti akan apa yang di rasakan oleh Julian sekarang. Memang wajar kecemasan Julian ini. Namun, apa yang Alex dan Keysha lakukan saat ini, tujuan mereka berbeda.
Alex, memang melakukan itu karena tuntutan dan resiko pekerjaan. Sedangkan Keysha, bukan karena pekerjaan, tapi karena pertemanan saja. Keydha tidak tetikat fengan semua itu. Dia murni hanya membantu Alex saja.
Bila Keysha mendapatkan bagian keuntungan dari misi yang di tangani Alex, itu hanya bonus untuk Keysha. Karena pekerjaan utama Keysha adalah pekerjaan yang aman. Dia hanya prorgamer di perusahaan David serta rekan bisnis David di W Corporation.
" Maaf Jul, maaf karena aku melibatkan Keysha dalam hal ini. Dia sebenarnya tidak ada hubungan dalam masalah ini. Ini semua masalah aku dan juga Violla. Wanita yang tadi satu mobil dengan kmu dan Keysha. Maaf sudah melibatkan Keysha dalam hal ini. "
" Jadi dia melakukan semua ini karena pertemanan kalian? "
Julian menanyakan semua itu sambil matanya terus menatap ke arah Keysha.
__ADS_1
" Bisa di bilang seperti itu. Aku sungguh merasa bersalah karena Keysha terluka saat ini. Maaf.. lain kali aku tidak akan melibatkan Keysha lagi dalam hal begini. "
Julian menepuk bahu Alex dua kali dan dia mengajak Alex untuk duduk di sofa yang terdapat di sana.
" Aku tidak akan bisa melarang dia melakukan hal seperti ini lagi Lex. Aku tau benar bagaimana dia sangat perduli akan temannya. Jadi bila aku sampai melarang dia, aku takut nanti dia akan membenci aku. Dia pasti akan memilih temannya daripada aku. Jadi yang aku mau hanya, bila hal ini terjadi lagi, tolong keamanan dan kewaspasaan kamu di tingkatkan kembali. Jangan sampai ada yang terluka lagi. "
Alex cukup kaget dengan ucapan Julian. Karena dia pikir Julian akan melarang Keysha melakukan hal itu lagi dengan dirinya. Namun yang terjadi adalah Julian meminta dirinya lebih hati hati dan waspada lagi.
" Kau sungguh mengatakan hal ini? Kau sungguh tidak melarang Keysha melakukan hal berbahaya lagi? "
" Apa kau pikir dia akan mendengarkan aku bila aku melarang? Tidak Lex. Dia akan terus melawan dan bisa jadi bila dia mengatakan *iya* dan menyrut oada aku, itu hanya pura pura saja agar aku tidak cemas. Namun dia akan sembunyi sembunyi tetap melakukannya. Aku ingin dalam hubungan kami ada kejujuran di dalamnya. Seberapa buruk pun hal itu, setidaknya jujur hal yang utama. "
Alex senang mendengar apa yang Julian katakan. Karena pria yang memanf di sukai Keysha, memang harus memiliki sifat seperti itu.
" Ya.. perumpamaan mu sangat tepat. Semakin kuat aku genggam, pasir itu akan jatuh dan hilang dari tangan aku. Hingga uang aku dapatkan hanya sisa sisa yang menempel ditangan saja. "
Alex dan Julian tertawa membayangkan apa yang mereka pikirkan.
" Jul, terimakasi sudah datang tadi. Walau sebenarnya aku sedikit menyayangkan kedatangan mu itu. Karena niat aku memanggil mu datang adalah untuk menenangkan Keysha. Bukan membuat keributan di sana dan menambah parah situasi. Namun karena kedatangan mu juga Keysha bisa selamat dari tembakan orang itu "
" Aku hanya tidak suka ada yang mengganggu Keysha dan menyakiti dia. Tak perduli siapa orangnya, bila sudah berani menyakiti wanita ku, tak ada ampun untuknya. "
__ADS_1
Alex bangga pada Julian dan menepuk tangan Julian sebelum dirinya bangun untuk meninggalkan tempat itu.
" Istirahatlah. Kau pasti lelah. Bila mau, kau bisa tidur di sebelah Keysha. Aku rasa tempat tidurnya cukup luas untuk kalian berdua. "
Julian hanya menanggapi dengan senyuman saja pada Alex. Dia memiarkan Alex keluar dari kamar itu dulu setelahnya baru dia bergumam.
" Aku juga ingin melakukan hal yang kau katakan tadi Lex. Cuma aku sudah berjanji pada Keysha, kalau aku tidak akan melewati batas sampai memang dia yang menginginkan halbitu atau aku sudah menjadi suaminya. Aku mau menunjukan pada Keysha kalau aku mencintai dia bukan karena nafsu atau hal yang semacam itu. Aku memang tulus mencintai Keysha dari hati aku. Karena alasan aku masih hidup sekarang adalah dia. "
Julian kembali duduk di dekat tempat tidur Keysha dan menggenggam tangan Keysha sembari merebahkan kepalanya di sana. Julian tetap pada prinsipnya untuk tidak melewati batasan yang sudah dia sepakati.
Tanpa Julian ketahui, Violla ternyata sedari tadi sedah mendengar apa yang mereka bicarakan di kamar Keysha. Karena Violla menaruh penyadap di dalam kamar itu agar tau apa saja yang terjadi di kamar Keysha sekarang.
" Kau sungguh beruntung Key. Aku pikir di dunia ini tidak ada lagi pria yang benar benar bis tulus menyayangi kekasihnya. Namun ternyata dia pria yabg berbeda. Aku tidak bisa melakukan apapun bila kamu memang ingin bersama dengan pria ini."
Violla cukup sedih di dalam kamarnya saat dia membayangkan kalau Keysha tidak akan bersama dirinya lagi setelah ini.
Semua itu karena perkataan Alex yang masih terngiang di telinganya.
" Aku sungguh hany mau yang terbaik untuk Keysha. Aku tidak pernah mempunyaibseseorang yang tulus di sekitar aku. Maka dari itu aku berpikir untuk memiliki Keysha adalah hal yang paling membahagiakan. Namun ternyata aku salah. Sekarang bila dia meminta agar aku menjauh darinya, aku akan coba melakukan hal itu. ".
Semalaman Violla tidak memejamkan matanya dia terus melamun di dalam kamar yang dia tempati. Hingga keesokan harinya saat Keysha sadar, dia melihat kesekitar dan mendapati Julian yang tertidur sambil menggengam tangannya.
__ADS_1
" Ternyata benar kak Julian ada disini. Jadi apa yang aku dengar dan lihat di tempat itu adalah kenyataan. Apa dia akan meninggalkan akubsetelah tau sisi buruk ku? Apa aku sanggup bila harus mendengar penolakan dia pada aku nanti? Aku tidak sanggup. "