Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Tinggal Sementara Bersama


__ADS_3

Keysha yang memang tidak sabar menunggu kelanjutan perkataan dokter itu pun mencoba bertanya lagi. Tapi sebelum pertanyaan itu keluar dari bibirnya, dokter lebih dulu berbicara.


" Nona.. keadaan fisik pasien kamar 207 itu tidak ada masalah. Hanya luka luar yang sudah tinggal menunggu kesembuhan saja. Yang parah adalah pisikisnya saat ini. Sepertinya pasien pernah mengalami tekanan yang besar dan kejadian yang sangat buruk sebelumnya. Jadi saat ini mentalnya agak tergoncang. Seperti perkataan saya sebelumnya, dia sedang mengalami kerisis kepercayaan. Jadi untuk kedepannya tolong lebih diperhatikan lagi pasiennya. Akan sangat bahaya bila dia sampai lama sendirian dan merasa di tinggalkan saat ini. "


Keysha tau akan hal itu. Tapi waktu yang dia miliki untuk mengurus orang yang baru dia kenal itu sangat di sayangkan. Karena setiap waktu yang Keysha punya saat ini hanya di gunakan untuk berkerja dan mencari uang.


" Baik dok saya paham. Kalau untuk pulang kapan dia boleh pulang dok? "


"Besok pagi setelah pemeriksaan selesai, pasien bisa pulang. Tapi tetap dia harus di perhatikan. "


" Baik terimakasi dok. "


Keysha keluar dari ruangan dokter itu dan berjalan menuju kantin untuk mencari pengganjal perut. Dia mulai merasakan lapar saat ini. Mungkin karena dari pagi dia belum sama sekali makan. Hanya air putih yang mengisi perutnya .


" Bagus Key.. kau membuat dirimu dalam masalah besar. Dia perlu perhatian untuk sembuh dan kau tidak punya waktu untuk melakukan hal itu. Lagipula kenapa kau kerajinan sekali membantu orang yang tidak sama sekali kau kenal. Sekarang bila sudah begini apa yang akan kau lakukan Keysha.. "


Keysha mengutuki kebodohannya karena bertindak tanpa berpikir dahulu. Dia susah sangat susah sekarang. Tapi dia malah menambah bebannya dengan menghadirkan pemuda yang tidak dia kenal dalam hidupnya.


Setelah mendapatkan roti, Keysha cepat cepat kembali ke ruangan itu karena sudah terlalu lama dia meninggalkan Julian disana sendirian.


Bayangan Julian yang mau bunuh diri sebelumnya langsung menghantui Keysha saat dia baru selesai belanja. Jadi dia langsung berlari menuju kamar itu.


" Haaaahhh"


Saat masuk napas Keysha masih putus putus karena dia berlari dari kantin menuju ruangan Julian. Dan ruangan Julian berada di lantai dua.


Keysha bisa saja naik lift tadi. Tapi dia urungkan saat lift itu bergerak lambat untuk membawa dia kelantai dua. Jadi Keysha memutuskan berlari saja karena itu lebih cepat untuk dirinya saat ini.

__ADS_1


" Kamu habis lari? "


keysha tidak menjawab karena masih menormalkan napasnya. Dia langsung duduk di sofa karena sangat lelah setelah berlari seperti itu. Julian hanya menunggu jawaban Keysha dengan tenang saat ini.


Julian melihat di tangan Keysha ada bungkusan roti dan juga air mineral. Itu berarti Keysha belum sempat makan, makanannya. Jadi Julian semakin bingung kenapa Keysha berlari begitu.


" Kamu sudah makan? "


Bukan menjawab pertanyaan Julian, justru Keysha saat ini bertanya pada dirinya. Dia mengabaikan pertanyaan Julian karena tidak mau Julian sampai tau pikiran buruk dia tentang Julian yang akan bunuh diri lagi.


" Kamu belum menjawab pertanyaan aku. kenapa kamu berlari datang kemari? ada hal yang penting kah? Mengenai makan, aku sudah makan dan minum obat untuk malamnya "


Keysha hanya menganggukan kepalanya. Dia menimang apa yang harus dia katakan pada Julian untuk menutupi kekawatirannya.


" Ada pekerjaan yang harus aku lakukan. Makanya aku berlari. "


Tapi Julian tidak mau membahas hal ini lagi. Karena dia melihat Keysha saat ini benar benar lelah setelah berlari bahkan belum makan makanannya.


" Kamu makanlah dulu. Bukankah kamu bilang kamu belum makan? "


Keysha merasa sangat malas hanya untuk memakan rotinya saja saat ini. Dia sangat lelah dan ingin istirahat saja. Tapi semua tidak bisa dia lakukan dengan cepat karena dia masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan saat ini.


Keysha sadar bila dia tidak mengisi perutnya saat ini, mungkin besok yang akan meniduri ranjang pasien adalah dirinya. Jadi dia mulai menegakan badannya dan membuka air minum serta roti yang dia beli.


" Ini makan. Aku beli lebih tadi. "


Keysha memberika Julian roti yang memang dia beli lebih karena merasa tidak enak untuk makan sendirian di kamar itu.

__ADS_1


" Aku.. tidak.. "


" Makanlah... aku membeli lebih. Aku tidak nyaman makan sendirian"


Alasan Keysha memperlihatkan dia memang masih sangat kental dengan budaya negara asal mereka. Jadi Julian menerima roti itu dan menemani Keysha makan malam yang sudah terlalu malam.


Selama makan, Keysha sama sekali tidak ada bersuara. Dia diam dan menikmati makanannya. Ini membuat Julian terkesan dengan cara Keysa berperilaku. Dia sangat taat dalam hal sopan santun dalam makan. Selesai makan baru Keysha mulai berbicara lagi.


" Tadi aku sudah bicara dengan dokter. Dia berkata kamu boleh pulang besok pagi setelah pemeriksaan paginya. Karena yang luka fisik kamu hanya tinggal penyembuhan saja. Dan tidak perlu di rawat inap lagi. "


Julian menjadi kawatir mendengar hal ini. Dia bingung kemana dia akan pergi setelah ini. Karena dia sama sekali tidak memegang uang sepeser pun. Kekawatiran Julian di ketahui oleh Keysha dan dia melanjutkan bicaranya.


" Nanti kamu bisa tinggal bersama aku dulu. Kebetulan aku tinggal di apartemen yang memiliki kamar lebih."


Julian tidak enak dengan hal ini. Dia sudah banyak merepotkan Keysha dari awal pertemuan mereka. Bahkan Julian sudah menjadi beban untuk Keysha saat ini. Karena tanpa Keysha katakan, Julian dapat melihat kalau Keysha seperti harus meluangkan waktunya untuk dirinya di tempat ini.


" Jangan belagak menolak apa yang aku katakan tadi. Karena mau kemana lagi kamu setelah ini? apa kamu punya uang? Bila ada m, silakan pergi dan cari tempat tinggal sendiri atau pulang langsung kerumah kamu. Tapi mengingat kamu sudah mendapatkan perbuatan seperti itu dan kamu sudah di tipu sampai di tempat ini, aku rasa kamu tidak punya tempat tinggal atau bahkan uang juga tidak. Jadi aku tawarkan kamu tempat tinggal sementara bersama aku. Nanti setelah luka kamu sembuh, kamu boleh melakukan apapun itu. "


Julian memandang Keysha dengan tatapan haru. Dia tidak menyangka kalau bisa bertemu dengan orang sebaik Keysha di negara yang terkenal kejam dan banyak tindakan kejahatannya ini.


" Aku mau mandi dulu. Habiskan rotinya dan segeralah tidur."


Julian tidak ada menjawab lagi. Suaranya seolah tertahan di tenggorokan karena mendapatkan perlakuan seperti ini dari orang asing.


" Kamu sungguh sangat baik. Tapi kenapa aku selalu merasa kamu membatasi diri kamu dan memaksakan diri untuk melakukan semua yang sekarang kamu kerjakan. Aku seperti melihat sisi kamu yang rapuh di saat kamu terlihat kuat dan tegar. "


Gumaman Julian saat Keysha sudah masuk kedalan toilet untuk mandi

__ADS_1


__ADS_2