Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Jangan Pura Pura Lagi


__ADS_3

Suara lantang dan tegas dari seorang wanita membuat Alica berpikir siapa yang berani ikut campur dalam urusannya lagi. Karena dia sama sekali tidak mengenal suara tersebut.


Begitu Alica berbalik, Alica melihat wajah yang tidak asing untuknya. Namun dia tidak ingat kapan dan dimana dia bertemu dengan wanita itu.


" Siapa kau? "


" Kau bertanya siapa aku, di saat kau berani menyentuk milik ku? "


" Aku tanya sekali lagi siapa kau? "


" Kau masih aku biarkan saat kau menampar dia di cafe waktu ini. Namun sekarang, aku tidak akan membiarkan kau lolos dengan mudah. "


Alica akhirnya ingat kalau dia pernah betemu dengan wanita itu di cafe depan kampus Keysha. Dia mulai mencibir wanita itu dan menganggap Violla wanita yang lemah saat ini.


" Jangan ikut campur kalau kau tidak mau bernasib sama seperti dia. "


" Hey, Keysha. Sampai kapan kamu akan pura pura lemah begitu. Aku tidak bisa kau tipu. Tipuan my hanya mempan untuk wanita bodoh ini. "


Violla tidak memperdulikan perkataan Alica. Dia langsung bicara pada Keysha. Dia sangat tau kalau Keysha sedari tadi hanya berpura pura masuk kedalam jebakan Alica saja.


Dia tidak yakin kalau seorang wanita seperti Keysha akan dengan mudah masuk kedalam perangkap murahan begitu.


" Kau tau? "


Mata Alica melotot tak percaya saat melihat Keysha sudah duduk dengan santai dan ikatan tangan serta kakinya sudah terlepas. Entah sejak kapan Keysha bisa melepaskan ikatan itu. Namun anak buah Alica dan Alica sangat kaget dengan apa yang mereka lihat saat ini.


" Kau tidak bisa menipu aku Key. Sudahlah.. sekarang aku atau kau yang akan membereskan mereka? "


Alica baru tersadar saat mendengar ucapan terakhir dari Violla dia mulai melangkah mundur untuk kabur dari tempat itu.


" Aku ada urusan dengan anak buahnya dulu. Tadi mereka berkata ingin mencicipi tubuh aku. Jadi sekarang aku akan memberikan hal itu? "


*Kretek*


Genggaman tangan Violla mengeras saat dia mendengar apa yang Keysha ucapkan. Dia tidak suka ada yang melecehkan Keysha seperti itu.


" Kau urus wanita itu, ambil tangannya yang sudah menampar kamu sebelumnya. Untuk mereka biar aku yang membereskan. "

__ADS_1


Keysha kembali duduk dan tidak jadi melakukan apapun. Dia hanya menatap Violla saja saat ini.


" Aku serahkan saja semua pada kamu gimana? Aku lelah setelah tadi di bius. "


Sikp tenang dan santai Keysha semakin membuat semangat Violla kembara. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menahan Alica yang ingin kabur dan dia sendiri yang menghajar anak buah Alica dengan berutal.


" Kalian tadi ingin melakukan apa pada wanita itu? Kalian ingin mencicipi tubuhnya? Kalian para pria sungguh lancang telah berpikir buruk tentang dia."


* Bug... bug.. bug.. Kreeet... Kretek.. *


" Aaahhhhh tolong.. ampun nona.. "


" Tidak ada ampun untuk para bajingan seperti kalian. "


Viola benar benar menghajar mereka dengan kuat dan tidak membiarkan mereka memelawan.


* Sreeettt*


" Aaahhhh"


* Sreettt *


" Aaahhhh"


" Kau sama saja dengan yang lain. Kau juga harus merasakan apa yang mereka rasakan. Ini adalah akibat karena berani menyentuh milik ku. "


Viola memotong alat kelamin mereka semua dengan belati yang dia bawa. Tidak ada keraguan sama sekali di wajah Violla saat melakukan hal itu. Yang Keysha lihat hanya kesenangan dalam raut wajahnya.


" Dia sungguh gila. Ternyata begitu ekspresi wajah seseorang saat menikmati kesengsaraan musuhnya. Aku tidak tau kalau dengan memperhatikan raut wajah Violla begini aku jadi teringat akan diri aku yang selama ini juga melakukan hal yang sama. Waahhh aku sudah gila sepertinya. "


Keysha terus memperhatikan wajah Violla saat memotong alat kelamin anak buah Alica. Dia juga sadar kalau sedari tadi Keysha terus menatap dirinya. Namun bukan merasa tidak nyaman, sebaliknya Violla merasa senang. Dia senang di perhatikan oleh Keysha seperti itu.


" Apa aku begitu cantik sampai kamu terus menatap aku begitu Key? "


" Kau menikmati sekali apa yang kau lakukan. "


" Hemm... sangat jarang aku bisa melakukan hal ini. Jadi aku sangat menikmatinya. "

__ADS_1


Dengan tangan yang sudah berlumyran darah, Violla mendekati Keysha. Dia ingin menyentuh wajah Keysha, tapi saat melihat tangannya yang berlumuran darah, dia menghentikan pergerakannya.


" Aku ingin menyentuh wajah mu, tapi tangan aku sedang berisi darah kotor mereka "


Violla dan Keysha tidak memperdulikan teriakan keaakitan dari orang orang sekitar mereka. Mereka seolah tuli akan hal itu. Dengan sikap yang santai Keysha masih duduk tenang di kursi yang dia duduki.


" Ikutlah pulang bersama aku Key. "


" Apq dengan aku ikut kamu, kau akan senang dan tidak akan mencari masalah dengan orang orang terdekat aku? "


Violla sadar kalau Keysha sudah mengetahui pertemuan dirinya dengan David. Jadi Violla hanya tertawa kecil saat mendengar perkataan Keysha tersebut.


" Kau ternyata begitu menyayangi mereka ya.. "


" Aku hanya tidak mau melibatkan banyak orang dengan masalah yang aku hadapi. "


" Kalau begitu tinggalah dengan aku. "


Violla hanya mau Keysha menjadi miliknya. Jadi dia tidak akan melukai siapapun lagi bila Keysha sudah bersama dengan dirinya. Kecuali ada yang ingin merebut Keysha dari dia, barulah dia akan melawan.


" Baiklah. "


Violla masih kaget dengan jawaban dari Keysha. Dia pikir akan sangat susah untuk membujuk Keysha agar mau tinggal bersama dengan dirinya. Tapi ternyata Keysha langsung setuju dengan hal itu dengan mudah.


" Cepat bereskan wanita itu lalu kita pergi dari tempat ini. "


Keysha membiarkan Violla yang melakukan semua hal itu karena dia ingin melihat seberapa kejam Violla sebenarnya. Keysha ingin mengetahui apa saja fantasi Violla dalam melukai musuhnya.


" Kamu berani memerintah aku Key. "


" Aku berani melakukan hal yang lebih dari sekedar memerintah mu La.. Bukankah hal itu yang membuat kau tertarik pada aku? "


Nama panggilan yang di berikan Keysha pada dirinya membuat Violla membeku. Dia senang, sangat senang saat Keysha mau memanggil dia begitu. Itu artinya Keysha mulai mau menerima dia saat ini.


" Baiklah.. "


Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, Violla berjalan mendekati Alica. Wajah Alica sudah pucat dan terus menangis mulai sejak dia melihat anak buahnya di siksa habis habisan. Dia memikirkan nasib dirinya nanti saat giliran dia yang di siksa.

__ADS_1


" Hei, kau tadi ingin menghancurkan wajah cantik dari Keysha bukan? Mau aku tunjukan bagaimana cara membuat gambar yang indah saat melukis di sebuah wajah? Aku akan ajari kau secara langsung. Agara kau punya gambaran saat akan menghancurkan wajah orang lain lagi. "


" Tidak.. tidak.. Aku mohon jangan. Aku tidak akan melakukannya lagi. Maaf. maafkan aku. Tolong.. "


__ADS_2