
Perubahan sikap Keysha itu, membuat Ana sedikit takut. Dia mulai merasakan tidak nyaman dengan semua perubahan Keysha saat ini. Namun semua sudah terlanjur terjadi, jadi sekarang dia hanya bisa melanjutkan rencananya untuk merebut semua perhatian yang Keysha dapatkan dari Julian.
" Jul, kenapa Keysha sampai bersikap seperti itu? Dia seperti tidak menyukai sesuatu hal. Apa yang membuat dia berubah dingin begitu? Bahkan dia tidak menyapa kamu dengan benar. "
Ana masih berusaha untuk mengompori Julian. Namun Julian sudah mulai paham akan tindakan Ana ini. Karena dari semalam dia mencoba memikirkan semua sikap dan prilaku Ana padanya akhir akhir ini.
" Na, ini anggap saja peringatan pertama dan terakhir untuk kamu oke. Jangan pernah kau mencoba merusak yang seharusnya kau tidak rusak. Jangan pernah bermimpi memiliki apa yang bukan jadi milik mu. Kau bisa berada di tempat ini semua berkat belas kasih dari Keysha. jadi ingat kau juga harus balas budi dengan menujukan ketulusan pada dia. Namun bila kau berniat lain, aku bisa mengusir mu tanpa persetujuannya. "
Wajah Ana langsung pias mendengar perkataan Julian. Ternyata Julian mengetahui niat dirinya yang sebenarnya. Namun apa salahnya dia ingin sebuah perhatian dan kebahagiaan seperti yang di miliki Keysha.
" Kau tidak tau apa apa Julian. Kau hanya memikirkan Keysha saja. Bagaimana perasaan Keysha, kebahagiaan Keysha, segalanya tentang Keysha. Hanya Keysha yang ada di otak kamu. Apa kamu tau, aku dari kecil selalu berharap ada yang menyayangi aku dengan tulus, memperhatikan aku, dan peduli akan keadaan aku. Namun apa yang aku dapat selama ini, kau tau aku mengemis perhatian dan kasih sayang itu. Apa aku salah karena aku iri dengan semua yang Keysha punya? "
* Plak*
Julian lepas kendali dan menampar Ana dengan keras. Dia sangat kesal karena perkataan Ana yang seolah mengatakan apa yang dia lakukan itu adalah hal yang wajar dan semua tindakan yang dia lakukan itu adalah hal yang benar.
" Jangan sampai aku mendengar hal ini lagi Na. Aku akan pura pura tidak mendengar apa pun hari ini. Aku harap kau akan merubah sikap mu itu. Kau harus lebih bisa menghargai orang yang tulus pada mu. Keysha orang yang tulus melindungi mu, tapi apa yang kau berikan padanya? kau ingin menyakiti dia seperti ini. Kau keterlaluan Na. "
Julian langsung meninggalkan Ana setelah mengatakan hal itu. Sedangkan Ana, dia mematung di tempat karena mendapatkan tamparan dari Julian. Dia tidak menyangka kalau Julian akan tega melakukan semua itu padanya. Selama ini dia melihat Julian sebagai pria yang dewasa dan pengertian. Walu dia bersikap dingin, namun Julian sangat pemgertian pada orang sekitarnya.
" Kenapa kau sangat tega pada aku? Kenapa pada Keysha kau sangat lembut dan perhatian? Kenapa pada aku setiap orang tidak ada yang bersikap baik? "
__ADS_1
Ana menangis di dapur sambil memegangi pipinya. Bukan sakit yang dia rasa hanya kekecewaan yang dia rasakan saat ini.
" Apa aku tidak pantas mendapatkan apa yang keysha miliki? Aku ingin seperti Keysha. Di kagumi dan di manja. "
Ana terus menangis hingga dia merasa lelah dan akhirnya tertidur disana. Sedangkan Julian, dia dalam kamarnya sedang mempernaiki alat musik yang akan dia lelang berikutnya. Kemarahan yang dia rasakan sebelumnya sudah bisa dia pendam saat mengingay dia harus berkerja keras untuk memberikan kebahagiaan untuk Keysha nanti.
" Key, walau aku tidak akan bisa menjadi pendamping kamu nanti, aku akan tetap menyayangi kamu dan membahagiakan kamu. Aku akan memastikan kalau kamu akan di jaga oleh pria yang tepat nanti. "
Keysha semenjak pergi dari apartemennya, dia merasakan kepalanya terus berputar. Maka dari itu Keysha memilih menggunakan taksi saja untuk ke kampus. Begitu sampai di kampus, Keysha tidak melihat ada Vince di sana. Jadi dia langsung saja berjalan ke kelasnya. Sepanjang jalan banyak cibiran yang Keysha dengar tentang dirinya dan Vince. Saat Vince tidak datang ke kampus ternyata para penggemar Vince berani mencari gara gara pada Keysha. Padahal sebelumnya mereka semua dia dan tak berani bicara saat Vince ada bersamanya.
" Kalian sungguh membuat aku repot. Saat seperti ini kenapa sampai Vince ikut menambah masalah aku. Huuuffft sepertinya aku memang harus menjauh dari mereka semua. "
Keysha sampai di kelasnya dan kembali melakukan kebiasaan lamanya. Dia hanya belajar dan berkerja saja. Namun kali ini sedikit lebih lambat dari biasanya. Karena kondisi tubuh yang tidak baik, Keysha sampai beberapa kali salah membuat laporan mengenai tugasnya.
Keysha yang ingin pulang, di lorong kampus di cegat oleh beberapa pemuda. Mereka mencoba menggoda Keysha karena berpikir Keysha adalah mainan Vince. Jadi mereka berpikir Keysha bisa mereka ajak bermain main sebentar.
" Hei.. tunggu. Apa Vince hari ini memboking mu? Kalau tidak ayo kita jalan bersama. Aku akan pastikan kau merasa puas saat bersama aku. "
" Minggir. "
" Jangan sombong. Ayo kita bermain sebentar. Aku ingin tau bagaimana rasa mainan Vince yang baru. Berapa bayaran yang kau inginkan? Aku akan berikan sebanyak yang kau mau. Namun kau harus menjamin semua pelayanan kamu nanti. "
__ADS_1
Keysha sangat marah. Dia berusaha menahan sakit di kepalanya dan tetap berdiri tegak. Perkataan pemuda itu membuat dia benar benar ingin menghajar habis mereka bertiga.
" Kau bilang aku apa tadi? Kau ingin apa dari aku? kau pikir aku wanita yang bisa kau mainkan? Kau salah memikirka hal itu. Anggap saja kau berunting sekarang karena keadaan aku sedang tidak baik. Bila tidak, aku pastikan mulutmu membayar semua yang kau ucapkan. "
Keysha ingin pergi tapi tangannya tiba tiba di pegang salah satu dari mereka. Mereka kira perkataan Keysha hanya ancaman belaka. Namun mereka tidak tau kalau saat ini Keysha berusaha tetap tenang dan menahan emosi yang siap meledak.
" Jangan munafik. Ayo pergi dengan kami. Kau akan mendapatkan kesenangan bermain dengan kami. "
*Bug*
*Dug*
*Kretek*
*Aaaakkkkhhhh*
Keysha yang emosinya sudah tidak bisa dia tahan langsung meninju dan menendang dua orang pria yang ada di dekatnya. Sedangkan yang sedang memegang tangan Keysha, dia patahkan tangan iti dengan gerakan cepat.
Teriakan kesakitan mereka terdengar sangat keras di lorong itu. Bahkan mahasiwa yang ada di dalam kelas dekat sana hanya berani melihat dari dalam kelasnya saja.
" Kau... kau akan aku laporkan untuk hal ini. "
__ADS_1
Pria yang tangannya Keysha patahkan mengancam Keysha begitu. Namun Keysha tidak peduli dan menatap mereka dengan tatapan bengisnya.
"Jangan pernah samakan aku dengan wanita lain yang bisa kalian ajak bermain. Aku Keysha bukan wanita seperti itu. "