Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Kencan


__ADS_3

Hari sudah pagi dan Keysha sudah kembali ke apartemennya untuk menyelesaikan masalah. Dia mengikuti saran dari David agar menghadapi semua masalah dengan bijak.


" Aku pulang.. "


" Selamat datang. "


Seperti biasa saat Keysha datang, Julian pasti menyambut kedatangan dia dengan baik. Hal itu membuat Keysha takut selama ini. Perpusahan mereka dan kebiasaan itu akan membuat semua terasa berbeda.


" Kamu dari mana saja Key? "


Ana datang dari dapur dan ikut menyambut kedatangan Keysha. Dia melakukan itu hanya untuk basa basi sebentar pada Keysha sebelum nanti membiarkan Keysha berduaan dengan Julian.


" Aku ada urusan yang harus aku selesaikan kemarin mba. Aku mau ganti baju dulu ya.. "


Keysha yang ingin berjalan melewati Julian untuk kekamarnya di tahan oleh Julian. Dia memegang tangan Keysha dan membuat Keysha menatap dirinya.


" Key, apa hari ini kamu sibuk? Apa kita bisa pergi berdua hari ini? "


" Kakak mau ngajak aku kemana? "


" Kencan. Aku mau kita jalan berdua saja. "


Keysha langsung menatap kearah Ana karena dia merasa tidak enak dengan perkataan Julian tersebut.


" Hey.. jangan pikirkan aku. Kalian memang harus menghabiskan waktu berdua. Jangan jadikan aku penghalang di antara kalian. Nikmatilah waktu kalian berdua dengan jalan bersama. "


Ana mengatakan hal tersebut agar Keysha tidak ragu lagi untuk menerima ajakan Julian. Dia juga tidak mau menjadi roda ketiga dalam hubungan Julian dan Keysha.


" Apa mba Ana tidak masalah? "


" Aku sudah bilang Key, kamu harus nikmati waktu berdua dengan Julian. Jadi untuk apa aku bermasalah dengan hal ini. Aku akan tinggal di rumah saja nanti. Aku kemarin sudah menyarankan pada Julian agar aku yang keluar dari rumah dan kalian bisa bicara berdua di tempat ini. Namun dia bilang ingin bicara dengan kamu sekalian jalan jalan berdua. "

__ADS_1


Mendengar penjelasan Ana, Keysha akhirnya paham kalau semua sudah di atur oleh Julian agar mereka bisa berduaan.


" Hemm... baiklah.. Aku siap siap dulu ya kak. "


Keysha tersenyum sambil menyetujui semua hal tersebut. Dia langsung pergi ke dalam kamarnya dan mulai bersiap. Begitu juga dengan Julian, dia juga langsung bersiap tanpa dia mengatakan apapun lagi pada Ana.


Ana yang sedikit tidaknya tau akan perasaan mereka berdua, hanya bisa menghela napas saja karena hal ini.


" Aku harap mereka bisa berbicara baik baik dan menghilangkan keraguan di hati mereka masing masing. Mereka saling mencintai namun selalu pikiran buruk yang menghambat hubungan mereka. "


Keysha sudah bersiap dengan memakai pakaian casual untuk pergi dengan Julian. Dia tidak mau memakai pakaian yang terlalu feminim. Karena menurut dia, akan lebih nyaman saat bersama Julian dengan pakaian seperti itu.


Julian pun melakukan hal yang sama. Penampilan Julian terkesan santai dengan baju kaos yang dia kenakan. Dia hanya ingin mengembalikan kenangan lama saat dia dulu sering berbelanja mingguan dengan Keysha dan penampilanya seperti itu.


" Kamu sudah siap? "


" Tentu. "


Mereka keluar dari dalam kamar bersamaan dan ternyata pakaian yang mereka kenakan juga senada. Hal ini seperti mereka sengaja memilih pakaian couple untuk mereka kenakan.


Perkataan Ana membuat Keysha dan Julian memperhatikan pakaian yang mereka kenakan lagidl dan ternyata memang benar yang Ana bilang. Mereka seperti menggunakan pakaian couple untuk jalan berdua saat ini.


Keysha dan Julian saling melempar senyum saja saat mengetahui hal tersebut. Hingga akhirnya mereka pergi berdua dengan Julian yang mengendarai mobil milik Keysha.


" Kita akan kemana kak? "


" Akan mencari tempat yang cocok untuk kita berdua. "


Keysha tidak bertanya lagi dan hanya menikmati perjalanan mereka berdua. Dia terus menatap kearah jalan untuk memperhatikan lalulintas yang mereka lewati saat ini. Namun tak lama Keysha tersentak kaget saat tangannya di genggam oleh Julian.


Keysha dan Julian saling memandang dengan Julian masih menggenggam tangan Keysha. Dalam tatapan mata itu baik Julian maupun Keysha merasakan adanya perasaan yang besar yang saat ini mereka berdua sedang tahan. Namun bibir mereka sama sama tidak bisa mengucapakan apapun saat ini.

__ADS_1


Hanya membiarkan genggaman tangan mereka saling menyatu untuk saling menguatkan walau tanpa kata. Selama perjalanan tersebut, hanya kesunyian yang ada di dalam mobil itu. Hingga akhirnya Julian memarkirkan mobil di dekat danau buatan yang ada di pinggiran kota.


" Kita sampai. Tempat ini sangat bagus bukan? "


" Hemm.. Kakak tau tempat ini dari siapa? "


" Alex. Dia kemarin aku hubungi dan dia bilang ada sebuah danau di pinggir kota yang sangat indah. Namun sangat jarang ada orang yang datang ketempat ini. "


Keysha menganggukan kepalanya dan berjalan mendekati danau tersebut. Memang tempat yang sangat indah untuk menenangkan pikiran. Pohon besar yang ada di pinggir danau itu membuat Keysha semakin nyaman di tempat tersebut.


" Apa kamu menyukai tempat ini? "


" Hemm.. Walaupun ini danau buatan, tapi aku suka suasananya. Sangat tenang dan damai. "


Julian bertanya begitu pada Keysha sambil dirinya memeluk pinggang Keysha dari belakang. Dia tidak mau menahan diri lagi. Walaupun dia sadar kalau hubungan mereka sudah berakhir, tapi Julian sangat tau kalau perasaan mereka masih sama seperti sebelumnya.


Keysha pun merasa hal yang sama. Dia terus berkata dalam hatinya agar membiarkan dan menikmati waktu mereka berdua saat ini. Jadi Tubuh Keysha sangat tenang begitu di peluk oleh Julian.


" Key, aku sungguh sangat mencintai kamu. Maaf untuk semua kesalahan aku sebelumnya."


Keysha hanya diam dan menikmati pekukan Julian tersebut. Keysha ingin membiarkan Julian berbicara lebih dulu saat ini. Karena dia harus tau apa saja yang mengganjal di hati Julian sekarang.


" Key, aku takut berpisah dari kamu. Aku takut jarak antara kita nanti membuat semua kacau. Apa yang harus aku lakukan Key? "


" Kak, aku... "


" Bila saat aku tidak ada dan kamu menyukai pria lain, aku tidak akan menghalangi kamu Key. Hanya aku pesan pada kamu, bersamalah dengan pria yang bisa menjaga kamu dengan baik nantinya. Yang memang tulus mencintai kamu. Bukan hanya ingin keuntungan saja dalam hubungan kalian. David pria yang baik Key. Aku melihat dari tatapan matanya, dia sangat peduli pada kamu. "


Keysha yang sebelumnya ingin menyela perkataan Julian jadi diam dan membiarkan apa saja yang ada di pikiran Julian di keluarkan saat ini. Keysha mau tau seperti apa saja sudah imajinasi Julian selama ini.


" Key, bila kamu bersama David nanti, aku sungguh ikhlas untuk hal itu. Dia pria yang mapan dan tampan. Aku yakin dia sangat bisa menjaga kamu. Apalagi keluarganya sangat menyayangi kamu selama ini. "

__ADS_1


Keysha yang masih di peluk oleh Julian dari belakang itu hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar hayalan Julian ini. Namun dia juga tidak bisa menampik kalau dirinya sama saja dengan Julian. Ketakutan yang dia rasa sebelum perpisahan mereka juga sangat menggelikan.


" Kak.. David gay... "


__ADS_2