
Julian yang sudah selesai belanja melihat kearah apotek tapi tidak melihat Keysha ada di sana. Dia bingung melihat kesekitar untuk mencari keberadaan Keysha tapi tidak ketemu juga. Jadi Julian mencoba menghubungi Keysha untuk memastikan keberadaan Keysha saat ini.
" Kamu dimana Key? Kenapa telponnya tidak kamu angkat? Apa kamu tidak bawa hp? "
Julian yang panik dengan tidak di temukannya Keysha, dia ingin pergi mencari Keysha tapi saat dia melihat lagi ke arah dalam apotek, Julian melihat Keysha keluar dari sebuah ruangan yang ada di dalam sana.
" Kau membuat aku panik saja Key.. "
Julian bergumam begitu sambil mencari tempat duduk di depan apotek sambil menunggu Keysha keluar. Di dalam sana, setelah Keysha mengobati dan berbicara sebentar dengan Ana, dia akhirnya membawa Ana keluar dan berencana mengajaknya pulang ke apartemen bersama Julian.
" Kak, sudah lama menunggu? "
Julian tidak langsung menjawab apa yang di tanyakan Keysha. Pandangan matanya tertuju pada wanita yang berada di sebelah Keysha saat ini. Dia bingung kenapa ada wanita asing yang datang bersama dengan Keysha.
" Hemm kenalin ini Ana. Aku panggil di Mba Ana, dia akan ikut pulang bersama kita sekarang. "
" Maksudnya apa Key? "
" Nanti di rumah aku beritahu apa yang aku maksud kak.. ayo.. "
Mereka berjalan bersama dengan jaket milik Keysha di gunakan oleh Ana untuk menutupi tubuhnya karena kedinginan. Julian yang melihat Keysha tidak menggunakan jaketnya dengan cuaca yang begitu dingin, dia langsung melepaskan jaket yang dia pakai dan memberikannya pada Keysha.
" Pakai ini. Kamu bisa sakit bila tidak memakai jaket begini. "
" Terus kakak? "
" Aku tidak masalah. Kamu pakai saja jaketnya. "
Keysha memakai jaket Julian dan itu terlihat lucu olehnya. Karena jaket Julian sangat besar untuk badan Keysha.
__ADS_1
" Jangan tertawa kak.. "
Sepanjang jalan yang berbicara hanya Keysha dan juga Julian saja Sedangkan Ana dia diam saja mengikuti langkah Keysha pergi membawanya.
Begitu mereka sampai di apartemen Keysha, mereka akhirnya duduk di sofa. Julian ingin mendengar penjelasan Keysha kenapa dia membawa orang asing masuk kedalam unitnya saat ini.
" Key.. sebenarnya apa yang terjadi? Siapa wanita ini? "
" Hemmm jadi begini, Mba Ana ini adalah korban dari prostitusi wanita. Dia di jual oleh agen untuk berkerja di sebuah tempat. Hari ini dia kabur karena tidak suka berada disana. Terus secara tidak sengaja tadi bertemu dengan aku saat dia di kejar oleh beberapa pria. "
" Kamu menolong dia dan langsung percaya apa yang dia katakan? "
" Kak.. "
Julian tidak mudah untuk percaya dengan orang lain. Dia selalu waspada mengenai orang asing yang dekat dengan Keysha. Dia tidak mau ada orang yang memanfaatkan kebaikan Keysha nantinya.
" Apa kamu yakin dia tidak akan melakukan kejahatan pada kamu? "
Keysha tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Julian. Dia malah memilih menenangkan Ana yang terlihat ketakutan mendengar perkataan Julian.
Julian yang sadar kalau dia tidak seharusnya bersikap begitu pada Ana akhirnya memilih diam dan membiarkan Keysha memberikan Ana tempat tinggal semalam di tempat tersebut.
" Mba Ana, aku punya kamar lagi satu yang tidak di gunakan, hanya saja belum aku bersihkan. Jadi malam ini mba Ana bisa tidur di kamar aku saja dulu. Besok kamar mba Ana akan aku bersihkan."
Julian tidak terima bila Keysha yang mengalah pada Ana. Jadi dia berinisiatif memberikan kamarnya saja untuk tempat Ana beristirahat malam ini. Sedangkan dia bisa tidur di sofa saja nanti.
" Kamu tidur saja di kamar aku. Sedangkan kamu Key, kamu tetap tidur di kamar mu. Aku akan tidur di sofa saja malam ini. "
" Tapi.. "
__ADS_1
" Sudah.. kamu lebih perlu kamar itu daripada aku."
Keysha mengalah dan mengajak Ana pergi ke kamar Julian. Julian yang ingat kalau tadi membeli sabun cuci dan belum mencuci piring, dia akhirnya melakukan pekerjaan itu sambil menunggu Keysha selesai dengan Ana di kamarnya.
" Apa wanita itu wanita baik? Kenapa Keysha sangat ceroboh dengan membawa wanita itu datang kemari? Bila dia bukan wanita baik bagaimana?"
Pikiran buruk Julian terus muncul walau dirinya sudah mendengar sebelumnya dari Keysha kalau Ana itu korban. Jadi tidak seharusnya dirinya terlalu waspada.
Begitu Keysha selesai di kamar Julian, Keysha tau pasti Julian menunggu dirinya untuk menjelaskan tentang Ana. Dia tau kalau keputusannya ini akan memberatkan dirinya nanti. Namun, bila dia tidak melakukannya, dia akan terus merasa bersalah karena mengabaikan Ana yang sudah dia lihat kesulitan tadi.
" Ohh kakak mencucinya? Maaf aku lupa tadi. "
" Tidak masalah Key, lagipula ini hanya cuci piring. Aku sebenarnya sedang menunggu kamu juga saat ini. Jadi bisa jelaskan bagaimana kejadian sebenarnya dan kenapa dia harus kamu bawa kemari? "
Keysha menjelaskan apa yang terjadi pada Julian tanpa mengurangi atau melebihkan. Alasan Keysha mengajal Ana pulang juga dia katakan pada Julian. Semua penjelasan Keysha membuat Julian sadar akan apa yang Keysha mau.
Dia hampir lupa kalau Keysha memang begitu baik hingga menolong orang tanpa pandang bulu. Karena kebaikan itu juga dirinya dulu di selamatkan oleh Keysha. Namun, Julian takut nanti akan ada yang memanfaatkan kebaikan Keysha untuk keuntungan pribadinya. Maka sekarang itu adalah tugas Julian untuk melindungi Keysha.
" Baiklah aku paham. Aku terima dia tinggal di sini sementara. Hanya saja, aku tetap tidak akan bisa percaya pada dirinya. Aku akan terus mengawasi dia sampai aku yakin kalau dia tidak macam macam nanti. "
Keysha tersenyum mendengar apa yang Julian katakan. Ini juga menjadi alsan Keysha nyaman dengan Julian. Dirinya merasa selalu di lindungi dan di perhatikan dengan sikap sikap sederhana milik Julian.
" Makasi kak.. tapi apa tidak masalah kakak tidur di luar? Mau aku bersihkan sekarang kamar itu? "
" Kamu istirahatlah.. aku tidak masalah tidur di luar. Aku tidak akan merasa kedinginan di tempat ini. "
Keysha menganggukan kepalanya dan akhirnya pergi kedalam kamar miliknya. Dia memeriksa data milik Ana di situs prostitusi itu dan memastikan identitas Ana yang sebenarnya. Keysha memang membantu Ana sekarang, tapi tidak mengendurkan kewaspadaannya juga pada Ana. Karena dia tidak mau nantinya membawa benalu dalam kehidupannya.
" Ana Praja, anak yatim piatu. Ternyata apa yang dia katakan semua benar. Dia benar di tipu oleh orang orang itu. Aku harap dia nanti bisa membaik setelah terbiasa dengan keadaan di sekitarnya. Tapi kak Julian, apa dia akan bisa bersikap baik pada mba Ana? Aku rasa akan perlu waktu yang lama mendamaikan mereka nanti. Yang satu tidak berani dengan lawan jenis, yang lagi satu tidak percaya dengan orang lain."
__ADS_1
Keysha menggelengkan kepalanya memikirkan bagimana kedepannya hari yang akan dia lalui.