Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Keysha Pingsan


__ADS_3

Keysha pergi dengan tangan yang mengepal kuat. Dia berusaha keras mempertahankan kesadarannya walau saat ini emosinya sedang menguasai dirinya.


" Aku harus bisa pulang dengan selamat. Bila sampai aku pingsan di tempat ini aku yakin akan ada masalah besar lainnya lagi yang akan datang."


Keysha pergi dari kampusnya menggunakan taksi lagi. Dia tidak tau kenapa Vince tidak datang hari ini kekampus bahkan dia tidak ada mengabari Keysha sama sekali. Dalam hati Keysha, ada rasa cemas juga yang dia rasakan untuk Vince. Namun dia berusaha untuk tidak peduli lagi padanya.


" Aku kasihan pada dia yang sepertinya tidak pernah mendapatkan perhatian yang tulus. Hanya saja bila aku dekat dengan dia, masalah selalu datang menghampiri aku. Aku tidak tau kenapa pria seperti dia harus dekat dengan aku dan membawakan banyak masalah untuk diriku. "


Keysha berkata begitu dalam hatinya saat dia memikirkan keberadaan Vince. Walau tubuhnya sudah sangat lemas, otaknya terus berkerja dengan memikirkan banyak hal yang sering mengganggu pikiranya.


Begitu sampai di unit apartemennya, Keysha berusaha masih mempertahankan kesadarannya dengan selalu menggelengkan kepanyanya saat dia merasa pandangannya mulai kabur. Bahkan dia perlu waktu sangat lama hanya untuk bisa berjalan sampai di unit kamarnya sendiri. Padahal dia untuk naik ke tempatnya menggunakan lift. Namun tetap saja dia berjalan sebentar setelah itu istirahat lagi, itu terus yang di lakukan hingga dia sampai di depan unit apartemennya.


" Kau kuat Key. Kau tidak punya siapapun jadi jangan membebani orang lain lagi. Bila harus sakit, sakit saja di dalam kamar sendirian. Jangan pernah kamu menunjukan pada orang lain. "


Keysha membuka pintu sambil bergumam begitu. Julian yang ada di dalam kamarnya mendengar pintu terbuka. Karena penasaran, dia melihat siapa yang datang atau pergi dari apartemen tersebut. Di saat dia mengintip, dia melihat Keysha yang datang dengan wajah yang sudah sangat pucat. Bahkan langkah kakinya sudah tidak seimbang.


" Key.. "


*Bug*


Baru Julian memanggil Keysha, Keysha sudah jatuh pingsan di lantai. Keinginan Keysha sudah terpenuhi dengan bertahan sampai di apartemennya.

__ADS_1


" KEYSHA.. "


Teriakan Julian itu membuat Ana bangun dari tidurnya dan melihat Keysha sudah pingsan di lantai.


" Jul, Keysha kenapa? "


Julian tidak menjawab dan langsung membopong Keysha untuk di baringkan di sofa dulu. Begitu di pegang, badan Keysha sangat panas hingga membuat Julian sangat panik.


" Cepat ambil kompres. Keysha sangat panas sekarang. "


Ana merasakan kepanikan Julian hingga dia dengan cepat mengambil barang yang di perlukan oleh Keysha saat ini. Namun tanpa mereka ketahui, Keysha mempunyai alergi dengan obat penurun panas paracetamol.


Jadi begitu Keysha di berikan obat tersebut oleh Julian, bukan Keysha tambah baik tapi badan Keysha seketika bengkak dan kesulitan bernapas.


Julian terus memanggil Keysha tapi Keysha tidak sadar juga. Dengan perasaan tak menentu Julian mengangkat badan Keysha dan membawanya pergi ke rumah sakit.


" Jul, ini barang Keysha. Aku ikut dengan kamu membawa Keysha kerumah sakit ya. "


Ana mengikuti langkah Julian untuk membawa Keysha pergi dari tempat mereka menuju parkir mobil. Julian mengendarai mobil itu dengan sangat cepat karena takut dengan keadaan Keysha yang makin parah.


" Dok.. dok.. tolong dok.. tolong dia. Dia sesak napas dan badannya membengkak "

__ADS_1


Julian mengatakan semua yang dia ketahui tentang kejadian sebelumnya dan para tenaga medis di rumah sakit itu dengan cepat memberikan obat anti alergi pada Keysha. Keysha juga di berikan cairan infus yang banyak untuk menurunkan panasnya. Setelah itu barulah dokter melakukan pengecekan untuk obat yang akan membuat Keysha alergi.


Karena menurut mereka obat penurun panas yang di berikan oleh Julian itu adalah obat paling mudah digunakan untuk menurunkan panas. Namun obat itu membuat Keysha alergi jadi mereka mencoba beberapa tes untuk tau apa ada reaksi sama lagi pada Keysha bila di berikan obat yang berbeda.


Keysha yang sedari kecil mempunyai alergi obat itu selalu meminum obat tradisional untuk menurunkan panasnya saja. Atau Keysha hanya akan menggunakan kompres penurun panas dan istirahat yang cukup itu saja yang dia lakukan selama ini. Jadi dia tidak tau dirinya bisa meminum obat apa saja untuk menurunkan panasnya.


" Key.. maaf aku salah. maaf Key.. aku memperburuk kondisi mu. Aku bodoh hingga melakukan hal seperti itu. Seharusnya aku membawa kamu langsung ke rumah sakit begitu kamu pingsan tadi. "


Julian terus menyalahkan dirinya sambil melihat ke ruangan dimana Keysha masih di rawat oleh para dokter.


Ana disana baru menyadari sesuatu, ketulusan yang di berikan Julian itu memang hanya untuk Keysha saja. Hati Julian hanya terisi nama Keysha saja. Hingga dirinya tidak akan pernah bisa menggantikan posisi itu.


" Jul, sudah. Keysha sudah baik baik saja sekarang. Dia sudah di tangani oleh dokter. Sebantar lagi dia pasti sadar. "


Perkataan Ana bukan membuat Julian tenang tapi malah membuat Julian emosi. Dia mengingat kembali bagaimana Ana mengutarakan kecemburuanya pada Keysha dan ingin memiliki apa yang Keysha punya. Sedangkan bil melihat keadaannya saat ini, Keysha tidak pernah mengeluhkan mengenai sakitnya dan selalu menyembunyikannya dari mereka. Keysha tidak suka mencari perkatian dari orang lain. Itu beda Keysha dengan Ana.


" Na, kau lihat itu? Dia tadi pagi kau lihat pergi dengan penampilan yang sangat cantik dan terlihat baik baik saja. Namun apa kau tau kalau dia sakit? Kau tidak tau hal itu. Kau hanya melihat sisi luar yang dia sengaja perlihatkan saja. Sedangkan dalam dirinya kau tidak pernah tau. Kau iri dengan dirinya? Kau belum tau seberapa kuat dia menahan semua penderitaannya sendirian. Namun dia selalu bisa dengan tulus tetap membantu orang lain. Sedangkan kamu, kau malah sibuk dengan rasa iri yang ada di hati mu untuk dia tanpa tau kehidupan yang dia alami selama ini. Kau manusia terjahat yang pernah aku kenal Na. "


Julian yang sedang kacau pikirannya, tanpa sadar meluapkan semua amarahnya pada Ana. Untung saja Ana bisa paham kalau Julian saat ini sedang cemas tentang keadaan Keysha. Bila tidak, dia pasti sudah meninggalkan rumah sakit itu dan pergi menjauh dari Julian dan Keysha.


" Aku salah Jul. Aku akui aku salah. Aku akan belajar mulai sekarang menjadi lebih baik lagi. Kau juga jangan terlalu cemas. Keysha sudah baik baik saja saat ini. "

__ADS_1


Julian tidak menjawab dan terus memandang kedalam ruangan melakui kaca yang ada di puntu ruangan itu. Julian melihat kalau saat ini Kyasha menggunakan selang O2 dan juga infus. Bukan satu namun 2 infus yang dipakai oleh Keysha.


" Pasti kamu sangat kesakitan saat sadar nanti Key. Tangan kamu di suntik beberapa kali hanya untuk mencari pembuluh darah untuk pasang infus saja. Maaf aku tidak menjaga kamu dengan baik selama ini. "


__ADS_2