
Hari berlalu, Keysha sudah tinggal dengan Violla selama seminggu, tapi tidak ada hal yang berbeda dari sikapnya pada Violla. Keysha masih sangat waspada pada Violla dan masih menjaga jaraknya. Walau selama ini Violla selalu berusha mendekati dia dan berbuat baik padanya. Namun Keysha tetap tidak membuka diri untuk hal itu.
Terkadang Keysha memang merasa kasihan pada kehidupan Violla yang harus berjuang seorang diri. Namun bila mengingat obsesi Violla pada dirinya, Keysha menepis semua rasa kasihan itu dari dalam hatinya.
" Untuk apa datang lagi? Aku tidak akan memberikan kau uang lagi. Kau tidak akan bisa mendapatkan apa pun dari aku mulai sekarang. "
Keysha yang baru pulang dari kuliahnya, tidak sengaja mendengar suara Violla yang sedang memarahi seseorang. Karena merasa penasaran, Keysha mencoba mencari tau siapa yang di ajak bicara oleh Violla saat ini.
" Tak tau di untung. Kau itu harusnya tqu rasa terimakasi karena aku dulu merawat kamu. Sekarang kau harus mau memberikan aku uang sebagai gantinya. "
" Aku menghiduoi diri ku sendiri. Jangan pernah mengatakan kau membiayai hidup ku. Kau dan keluarga mu hanya menjadikan aku pembantu di rumah mu dulu. "
" Kau.. "
Paman Violla mengangkat tangannya dan ingin menampar Violla, di saat itu Keysha langsung menghalanginya. Dia menahan tangan paman Violla agar tidak menampar Violla saat ini.
" Siapa kau? "
" Aku? Aku orang yang tinggal di mansion ini. Kenapa anda ingin menampar wajahnya? Apa pantas seorang pria mengangkat tangannya pada seorang wanita? Apalagi anda orang tua. Apa hubungan anda dengan Violla? "
" Key, jangan ikut campur. Masuklah. Biar aku yang menyelesaikan semua ini. "
Violla tidak mau Keysha terlibat dalam pertengkaran dia dengan pamannya. Paman Violla sangat licik. Jadi bisa saja nanti Keysha di manfaatkam oleh pamannya untuk memeras Violla.
" Siapa kau? Apa hubungan mu dengan keponakan ku? Dia tidak pernah punya teman selama ini. "
Daren menatap Keysha dengan perasaan ingin tau tentang siapa Keysha sebenarnya.
" Dia tidak ada hubungannya dalam masalah ini. Jadi jangan macam macam dengan dirinya. Urusan mu adalah aku. Jadi jangan libatkan dia. "
__ADS_1
Daren tidak menanggapi ucapan Violla. Karena saat ini dia merasa sudah menemukan titik lemah Violla dari dalam diri wanita yang ada di hadapannya.
" Kau ingin uang bukan? Baiklah. Aku akan berikan kau uangnya. Jadi cepat pergi. "
Daren masih tidak menghiraukan ucapan Violla dan terus menatap Keysha dan berniat untuk menjadikan Keysha sebagai tawannya untuk memeras Violla.
" Kau sangat cantik. Bila aku perhatikan lagi, kau terlihat semakin menarik. Kenapa kau bisa tinggal di tempat ini bersama wanita itu? Dia itu monster. Kau harusnya berhatibhati dengan dirinya sekarang. "
Daren mencoba mempengaruhi Keysha dengan mengungkapkan sisi buruk Violla. Namun Keysha yang sudah lama tau siapa Violla tidak merasa takut atau cemas akan hal itu.
" Pak tua, apa kau sekarang sedang berpikir kalau aku adalah kelemahan wanita ini? Kau pikir aku bisa kau manfaatkan untuk keuntungan mu? Aku rasa kau harus berpikir ulang sekarang. "
Keysha mengatakan semuanya sambil berjalan menuju sofa dan duduk santai di sana. Dia menatap wajah Daren dengan senyum mengejek yang dia perlihatkan di wajahnya.
" Pak tua, kalau kau ingin melakukan permainan rendahan begitu, lebih baik kau pikirkan lagi semuanya. Aku tidak suka dengan permainan seperti itu. Tidak ada tantangan sama sekali. Bagaimana kalau kita bermain permaian yang lebih menantang sekarang? "
Daren tersenyum culas melihat tingkah Keysha. Sedangkan Violla sudah ketakutan karena Daren bukanlah orang sembarangan yang bisa dia lawan. Bahkan Quenza saja masih berpikir untuk melawan Daren.
Daren kembali duduk di sofa itu sambil mengangkat kakinya. Dia ingin tau lebih banyak tentang keysha. Sekarang bukan uang lagi yang menurutnya penting. Namun wanita di hadapannya lebih penting.
" Tuan Daren Willton, ataubaku harus panggil kamu dengan sebutan Daren Wu! "
Daren kaget dengan apa yang di katakan Keysha. Tidak banyak yang tau identitas rahasianya. Bila sampai orang itu tau, berarti orang itu bukanlah orang biasa yang bisa dia remehkan.
" Siapa kau? "
" Aku? Aku hanya orang yang ikut tinggal di tempat ini bersama keponakan mu. Kenapa kau kaget saat aku memanggil mu dengan nama itu? Apa nama itu begitu special? "
Senyum menyeringai di wajah Keysha membuat Daren semakin yakin kalau Keysha bukanlah orang yang bisa dia pedmainkan. Rencana awal yang ingin dia lakukan seketika berubah saat tau kalau Keysha bukanlah wanita biasa.
__ADS_1
" Key... "
" Diamlah dulu. Aku beruntung bisa bertemu dengan tuan Daren di tempat ini. Tadi aku pikir siapa orang yang berani meminta uang pada mu. Ternyata orang itu adalah tuan Daren. Jadi apa salahnya aku menyapa dia dulu. "
Violla akhirnya diam. Dia tidak akan melakukan apapun saat ini. Namun bila nanti terjadi hal yang tidak di inginkan, dia dengan terpaksa harus menyerang pamannya sendiri.
" Seberapa banyak kau tau tentang aku? "
" Cukup banyak. Karena aku memang sedang mencari keberadaan kau selama ini. Daren Willton, apa kau pernah mendengar nama Alex Jhones?"
Daren membelalakan matanya saat nama itu di sebut. Dia tidak percaya kalau orang yang ada du hadapannya saat ini mengenal pria yang bernama Alex tersebut. Daren mulai waspada pada Keysha dan dia bertanya tanya sudah seberapa banyak yang Keysha tau mengenai dirinya.
" Dari reaksi mu, sepertinya kau pernah mendengar nama itu. Namun sekarang pasti kau penasaran sebenarapa banyak informasi tentang diri mu yang di ketahui oleh Alex. Bukankah begitu? Daren Willton, kau mungkin berpikir kalau Alex orang yang bisa kau perdayai. Namun apa kau tidak memikirkan kemungkinan kalau dia sengaja membukakan jalan untuk mu, agar kau masuk dalam perangkapnya? Sepertinya kau memang sebodoh itu selama ini. Pantas saja kau hanya di jadikan budak dari orang itu. "
Sangat tepat sasaran. Daren mulai ketakutan pada Keysha sekarang. Awalnya dia berpikir kalau bertemu dengan Keysha adalah suatu keberuntungan karena dapat mengetahui kelemahan dari Violla. Namun ternyata salah besar karena saat ini dialah yang dalam masalah besar saat bertemu Keysha.
Daren bersiap untuk melarikan diri namun gerakannya sudah di baca oleh Keysha. Jadi dengan cepat Keysha melemparkan vas bunga yang ada di hadapannya untuk melumpuhkan Daren.
*Dug*
" Akhhh... "
" Kau tidak akan bisa lari dengan mudah dari ku Daren. Kau pikir kau lebih cerdik dari aku? Kau salah besar. "
Keysha menghubungi Alex dan meminta Alex untuk datang kesana dan membantu membawa Daren pergi. Sedangkan Daren yang sudah kesakitan tetap berusaha untuk kabur.
" Aku sudah bilang percuma kau melarikan diri dari tempat ini sekarang. "
*Bug*
__ADS_1
Keysha memukul tengkuk Daren dan membuat Daren jatuh pingsan.
" Key.. apa maksud semua ini? "