
Di Mansion keluarga Williams saat ini sedang di sibukan dengan kedatangan anak kecil yang sangat cantik. Dia adalah Nara Jhonson. Anak yang baru berusia 5 tahun itu adalah anak dari sepupu David yang ada di Jerman. Dia datang karena sang ibu sedang banyak pekerjaan di Amerika saat ini. Jadi Nara di titipkan di kediaman Williams agar tidak sendirian di tinggal di apartemen oleh mamanya.
" Nara sayang... kemari nak.. Kamu hari ini tinggal di rumah bersama oma ya.. Kita nanti bisa bermain di rumah saja. "
" Aku tidak mau oma. Aku mau pergi ketaman. "
Nara anak yang selalu mendapatkan apa yang dia mau. Maka dari itu dia sedikit angkuh dan arogan. Semua yang dia mau harus dia dapatkan bagaimana pun caranya.
Mendengar permintaan Nara, nyonya Ana merasa kebingungan. Karena saat ini di rumah tersebut akan di adakan arisan yang artinya dia tidak bisa meninggalkan rumah. Bila dia menyuruh pengasuh untuk menjada Nara, sudah dapat dipastikan anak itu akan membuat ulah dan akhirnya menyusahkan banyak orang.
" Dav, kamu mu kemana hari ini? Bisa mom minta tolong? "
" Aku tidak mau mengasuh anak itu. "
" Hei.. aku juga tidak mau sama uncel. "
" See... "
Perdebatan David dengan Nara membuat nyonya Ana serba salah. Dia tidak bisa mengabaikan teman arisannya hanya untuk Nara. Sedangkan Nara tidak mau bila pergi bersama David.
" Begini saja. Kalian boleh main ke timezone dan bersenang senang lah disana. Tapi Nara harus bersama dengan uncel Dav oke! "
Dengan terpaksa Nara menyetujui hal itu. Dan David juga terpaksa mengikuti kemauan nyonya Ana karena memang saat ini nyonya Ana sedang sibuk.
Kepergian David dengan Nara, tetap saja membuat nyonya Ana merasa tidak tenang. Dia takut kalau David nanti tidak menjaga Nara dengan baik. Sedangkan di apartemen Keysha, dia dan Julian akan berbelanja mingguan lagi saat ini. ini sudah menjadi jadawal mereka sekarang. Karena menurut Julian, Keysha haruslah beristirahat semungu sekali walaupun hanya sekedar untuk berbelanja bahan makanan di mall.
" Key.. kamu sudah siap? Jangan kerja lagi loh Key.. "
" Sebentar kak.. aku akan keluar sebentar lagi. "
Hubungan yang semakin baik antara mereka berdua membuat tidak ada lagi kecanggungan dalam berinteraksi di antara mereka. Tidak ada pembahasan mengenai kehidupan pribada sebelum mereka bertemu. Hanya menjalani keseharian seperti biasa saja tanpa ingin tau kehidupan lebih dalam. Semu itu di lakukan karena ingin menjaga batasan mereka masing masing.
Saat selesai Keysha bersiap siap, di keluar dengan penampilan yang berbeda. Tidak dengan hoodie kebesaran lagi. Tapi sengan baju kaos yang pas dibadan dan memakai jeans. Penampilan Keysha yang baru ini selalu bisa membuat Julian merasakan hal yang berbeda pada Keysha. Tapi dia selalu berusaha mengabaikannya. Dan Keysha lebih terlihat nyaman sekarang bila berjalan dengan Julian. Maka dari itu, Julian tidak mau hubungan mereka merenggang.
" Sudah siap? Ayo pergi. "
__ADS_1
Keysha hanya menganggukan kepalanya dan berjalan di sebelah Julian. Sampai mereka mendekati lift dan barulah Julian sadar akan sesuatu.
" Key, kamu tidak pakai masker dan topi? "
" Ha? untuk apa? "
" Bukankah kamu selalu melakukannya bila kamu keluar rumah. "
" Tidak perlu lagi. Aku sudah bersama kakak untuk apa pakai begitu lagi. "
Julian agak bingung dengan maksud dari Keysha. Karena setiap mereka jalan sebelumnya, Keysha masih tetap memakai masker dan topi. Tapi saat ini Keysha bilang tidak perlu karena bersama dengan dirinya.
" Jangan bingung kak.Sebelumnya kakak masih takut dengan keramaian dan masih takut keluar sendiri. Jadi aku memakai semua itu agar jika terjadi sesuatu yang salah, aku bisa menolong kakak dengan cepat tanpa memikirkan ada yang tau aku perempuan atau bukan. Tapi sekarang kakak sudah sehat. Jadi aku bisa berjalan sebagai wanita saja di samping kakak. Karena serangan panik itu tidak akan muncul lagi. "
Penjelasan Keysha bisa di pahami oleh Julian. Dan mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju mobil yang akan di bawa oleh Keysha.
" Key, boleh aku yang menyetir saat ini? "
" No.. kakak belum ada sim di negara ini. Biar aku saja. Kita akan cari sim dulu baru boleh kakak menyetir. Aku tidak mau kena denda nanti. "
" Key.. bumbu dapur apa ya yang habis? "
" Aku rasa tidak ada kak.. semua masih. Aku sudah catat listnya sebelum kemari. Setelah belanja ini, aku ingin pergi kesuatu tempat."
Julian menaikan alisnya karena dia tidak tau apa rencana Keysha saat ini. Keysha selalu mendadak bila meminta sesuatu. Dan itu membuat Julian kadang menjadi bingung dengan permintaannya.
" Mau kemana lagi Key?"
Selesai belanja, Keysha dengan tidak sabar menarik tangan Julian untuk berjalan lebih cepat. Karena dia sudah lama ingin bermain. Tapi selalu tidak kesampaian karena tidak ada yang bisa dia ajak.
" Timezone? Kamu yakin ingin ketempat ini? "
Julian seolah tidak percaya kalau memang Keysha yang dia kenal ingin ketempat seperti itu. Biasanya Keysha selalu memilih melakukan sesuatu yang bermanfaat. Dan kali ini ada yang mencurigakan dari Keysha.
" Baiklah ayo kita masuk"
__ADS_1
Keysha dan Julian membeli koin untuk bisa melakukan permainan. Jadi saat dia sudah bisa bermain, Keysha langsung mengajak Julian bermain capit boneka.
Julian benar benar merasa Keysha saat ini sedang menutupi sesuatu dari dia. Dia bisa melihat Keysha yang tertawa bahagia tapi ada beban yang sedang di tanggung olehnya.
" Aku mau main ini.. "
" Hemm main lah.. "
Keysha mencoba beberapa kali tapi tidak berhasil dan dia selalu membuat keributan saat dia tidak bisa mendapatkan boneka yang dia mau. Keysha bahkan seperti anak kecil yang merengek di depan Julian. Dan hal itu membuat Julian bertambah gemas dengan Keysha.
" Aku mau main itu. "
" Masih di gunakan tunggulah. "
" AKU MAU MAIN ITU."
Nara yang melihat ada wanita dewasa yang begitu semangat bermain capit bola merasa dia harus mencoba permainan itu. Jadi dia meminta pada David agar dia bisa bermain permainan itu.
Teriakan dari Nara, membuat Keysha mengalihkan pandangannya. Dia melihat ada anak kecil yang sangat angkuh sedang menatap dirinya saat ini.
" Mau main? "
Nara yang di tanya oleh Keysha hanya diam saja. Karena itu Keysha melanjutkan permainannya. Menurut Keysha, selama anak itu meminta dengan tidak sopan, dia tidak akan memberikannya.
" Aku mau main itu. "
" Kau bicara dengan aku? "
Nara kembali diam dan melipat tanganya di dada. Keysha hanya menghembuskan napas lelah menghapi anak sepeti Nara ini.
" Dengar, bila kamu tidak meminta sesuatu dengan baik, orang lain tidak akan memberikannya pada kamu. Coba kamu belajar meminta sesuatu dengan sopan. Orang lain pasti lebih menghargai kamu. "
Suara Keysha mengalihkan perhatian dari David. David melihat lagi wanita yang sebelumnya membuat dirinya penasara. Dan saat ini wanita iti juga sedang menceramahi koponakannya dengan berani.
" Kita bertemu kembali. "
__ADS_1
Setelah berkata begitu, tanpa Keysha melihat kearah lain langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Keysha menatik tangan Julian dengan lembut dan mengajak dia keluar dari tempat itu. Siasana hatinya bertambah buruk saat ini.