Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Jangan Meremehkan Aku


__ADS_3

Disaat Quenza sedang menghadapi Daren, Keysha juga sedang menghadapi George. Alex dan anak buah Quenza sudah mengambil alih pertarungan dengan anak buah George. Jadi Keysha dengan mudah melawan Goerge saja sekarang.


Setelah mendapatkan pukulan di punggungnya Keysha mulai lebih berhati hati lagi pada George. Dia tau kalau George bukan lawan yang mudah untuk dirinya.


" Cukup cepat juga gerakan mu, gadis manis. Namun kau harus tau satu hal, aku tidak akan pernah bisa kau kalahkan. "


George kembali ingin memulul Keysha namun Keysha kali ini lebih cepat menghindarinya.


" Sebelum kau meremehkan aku, sebaiknya kau cari tau dulu siapa aku. "


Kilatan amarah terlihat jelas di mata Keysha. Dia mulai bersungguh sungguh melawan Goerge. Hingga pertarungan mereka cukup sengit. Namun mereka berdua sama sama tidak ada menggunakan senjata dalam menghadapi satu sama lainnya.


Mereka ingin mengukur kemampuan masing masing dalam setiap pukulan yang terjadi. Hibgga tanpa sengaja tendangan Keysha mengenai sebuah pintu, dan membuat pintu itu terbuka. di sana terlihat ada seorang wanita tak berdaya sedang sekarat sambil memeluk jasat bayinya.


Pemandangan itu membuat Keysha kaget. Dia tidak menyangka kalau akan melihat hal semengerikan itu saat ini.


" George... Apa yang sudah kau lakukan ini? "


Suara rendah dari Keysha sarat akan kemarahan yang besar. Dia tidak terima melihat semua hal itu. Ingatannya kembali kemasa lalu di saat dirinya di pisahkan dari anaknya.


" Tak akan aku ampuni kau George. Akan aku habisi kau. "


Mata Keysha memerah dan itu membuat Goerge tersentak kaget. Awalnya dia melawan Keysha seperti tadi dan berpikir kalau kekuatan Keysha sudah melemah. Namun kenyataannya sekarang amarah di mata Keysha terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya.


" Siapa wanita ini? Ada berapa tingkatan kekuatan yang dia miliki? Kenapa dia terlihat sangat menyeramkan sekarang? "


Buku buku tangan Keysha memutih karena kepalan tangannya sangat kuat. Dia akhirnya menyerang George dengan brutal dan tidak membiarkan George melakukan perlawanan.


" Mati kau... Iblis seperti mu harus lenyap dari dunia ini. "

__ADS_1


Keysha mematahkan salah satu kaki George dengan tendangannya. Serta dia mematahkan tangannya juga.


" Aaakkkhhh sial... wanita gila. Apa yang kau lakukan hah? "


" Kau menyebut ku wanita gila? Lantas sebutan apa yang pantas untuk kau dapatkan George? Kau menyiksa wanita itu dan membunuh anak tak bedosa dengan begitu kejam. Lalu apa sebutan yang pantas untuk hal itu? "


Teriakan kemarahan Keysha mengalihkan perhatian banyak orang. Sekejap mereka semua terdiam dan menatap ke arah Keysha. Ini yang Alex takuti. Keysha lepas kendali dan tidak bisa dia tangani.


" Julian, aku mohon cepatlah datang. Aku sekarang lebih takut dengan Keysha daripada mereka semua. Sisi Keysha yang begini tidak akan pandang bulu untuk menyerang musuhnya. Aku mohon cepatlah datang. "


Alex terus berhadap Julian cepat datang saat itu. Bila tidak, dirinya harus segera mengajak anak buahnya mundur karena Keysha pasti akan menggila setelah ini.


Sebelum Alex menghubungi Julian, dia baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya kalau di dalam markas black world ini ada tindakan penyiksaan terhadap wanita dan juga bayi kecil. Disaat Alex tau itu, dia sudah terlambat untuk menghalangi Keysha agar tidak datang ke tempat ini. Maka satu satunya cara yang Alex pikirkn adalah Julian. Hanya Julian harapan Alex untuk bisa mengetuk hati Keysha kembali. Agar Keysha sadar dan tidak bertindak berlebihan di markas tersebut.


George perlahan lahan menarik badannya untuk mundur dan menjauhi Keysha. Dia tau kalau bahaya besar sekarang ada di hadapannya.


George masih belum menyadari Keysha berubah di karenakan melihat pemandangan mengerikan yang ada di balik pintu yang tadi Keysha tendang.


Menurut George, apa yang ada di dalam tempat itu adalah hal yang biasa saja. Namun tidak bagi Keysha. Kenangan masalalu yang suram mengenai kekerasan yang pernah dia dapatkan dan juga perpisahaannya dengan sang buah hati, membuat Keysha mempunyai kebencian dan kemarahan yang begitu besar. Hal tersebut jelas memicu emosi Keysha yang lama dia pendam.


" Kenapa kau mundur terus George? Apa kau takut pada ku? Kenapa kau berusaha menghindar sekarang? Bukankah tadi kau bilang ingin bermain main dengan diri ku? Kemana kesombongan mu yang tadi kau katakan pada ku? "


" Siapa kau sebenarnya? Kalau kau datang ingin membawa Daren bersama mu, Kau bisa bawa dia sekarang. Aku tidak akan menghalangi mu lagi. Pergilah dari tempat ini. "


" Ck.. ck... ck... ck... Awalnya memang begitu niat ku. Namun setelah melihat semua yang ada di tempat ini dan melihat semua tingkah laku mu, Aku rasa aku jauh lebih tertarik untuk menghabisi mu sekarang. "


Seringaian menyeramkan di keluarkam oleh Keysha. Dia benar benar tidak akan melepaskan George dengan mudah.


Di tempat Quenza berada dia saat ini sudah mencekik leher Daren dengan sebelah tangannya. Dia tiba tiba tidak mendengar suara apapun di luar sana. Dan hal itu membuat dirinya kebingungan.

__ADS_1


" Kenapa tiba tiba sepi? Apa yang terjadi? Kenapa perasaan aku merasa tidak nyaman? Ada apa ini?"


Kebingungan yang Quenza rasakan juga sama dengan yang Daren rasakan sekarang.


Walau lehernya sedang di cekik oleh Quenza, dia tetap merasa ada yang salah yang telah terjadi di luar sana. Karena tiba tiba semua senyap sepi dan tidak ada keributan sama selali.


" Apa George dan pasukannya sudah kalah? Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa orang orang hebat seperti mereka bisa di kalahkan oleh beberpa orang saja? "


Karena tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut, Quenza mengeratkan lagi cengkraman tangannya di leher Daren.


" Lepas.. "


" Kau merasakannya? Semua sudah sepi sekarang, itu artinya orang yang selama ini melindungi mu sudah kalah. Kau masih berani melawan ku? "


Senyum Quenza terlihat meremehkan Daren saat ini. Sedangkan Daren masih berusaha melepaskan cekikan di lehernya.


Disaat Quenza melihat wajah Daren sudah memerah dan kekurangan oksigen, dia segera melepaskan cekikannya dan mendorong keras tibuh Daren ke arah dinding.


" Kau membunuh orang tua ku dengan sadis hanya karena harta. Kau membuat hidup ku menderita selama ini. Jadi sekarang kau harus rasakan pembalasan aku. "


* Sreett*


" Aaaakkkkhhh"


Quenza memotong tangan dari Daren dengans ekali tebasan saja dengan belatinya. Dia cukup kaget dengan ketajaman belati yang dia ambil di tempat Alex. Namun setelah itu dia tersenyum menyeringai lagi.


" Bagaimana rasanya bila aku perlahan lahan menguliti mu hidup hidup? Pasti akan menyenangkan kan Daren? "


Daren masih menahan sakit di tangannya saat ini. Jadi dia tidak memperdulikan apa yang Quenza katakan.

__ADS_1


__ADS_2