Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Apa Mau Mu


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Keysha bangun awal dan ingin membuat sarapan untuk mereka bertiga nanti. Saat melintasi sofa, dia lihat Julian masih tertidur di sana dengan sangat nyenyak. Jadi Keysha berjalan perlahan agar tidak membangunkan Julian.


Keysha tidak membuat banyak hal. Dia hanya akan membuat bubur ayam untuk sarapan mereka serta sup dan ayam goreng untuk makan siang julian dan Ana nanti.


" Semoga saja mba Ana suka dengan masakan aku. "


" Pagi Key.. "


Baru Keysha bergumam dia sudah di kejutkan oleh sapaan Julian pagi itu. Penampilan Keysha atau Julian tidak ada yang baik. Mereka baru bangun dengan wajah batal mereka saling menyapa. Walaupun Keysha sudah mencuci wajah dan gosok gigi, tetap saja penampilan dia tidak sebaik saat bertemu dengan orang lain. Tidak ada kecanggungan di antara mereka melihat hal hal seperti itu. Karena mereka sudah terbiasa menjadi diri sendiri selama mereka tinggal bersama.


" Pagi kak.. Sana cuci muka dulu. "


Julian pergi ke toilet dekat dengan dapur dan mencuci wajahnya disana. Dia akan membantu Keysha untuk membereskan rumah hari ini tapi dia lupa kalau ada tamu di tempat mereka sekarang. Jadi akan canggung saja bila dia membereskan rumah dengan di awasi oleh orang baru.


" Key, apa yang kamu buat? "


" Bubur ayam untuk sarapan nanti. Untuk makan siang aku buat sup dan ayam goreng untuk kalian"


" Kapan dia akan pergi? "


" Kakak.. belum sehari dia bersama kita. Kenapa kakak sudah tidak nyaman? "


" Aku gak mau kamu direpotkan oleh orang itu. "


Keysha tidak menanggapi apapun. Dia menyajikan bubur ayam yang dia buat di meja makan dan membereskan kekacauan yang dia buat di dapur.


" Kakak, aku titip supnya ya.. Aku mau siap siap ke kampus dulu. "


" Hemm.. "

__ADS_1


Julian yang semalam tidak bisa langsung tidur, dia membersihkan kamar yang Keysha sediakan untuk Ana. Jadi saat ini kamar itu sudah bersih dan nanti malam dia sudah bisa tidur di kamarnya kembali.


Ana yang baru saja bangun dari tidurnya, dia ingin membersihkan badan tapi tidak ada pakaian lagi untuk dia pakai nanti. Jadi dia hanya mencuci wajah dan keluar di saat bersamaan dengan Keysha. Keysha keluar dari kamar dengan membawa baju ditangannya.


" Oh mba Ana sudah bangun, ini pakaian aku bisa mba Ana pakai dulu. Aku pikir ini muat untuk mba Ana nanti. Karena ukuran badan kita sepertinya sama. "


" Makasi Keysha. "


" Ayo sarapan mba. Kemarin mba belum makan bukan? Ayo kita sarapan bersama. "


Ana yang memang belum makan dari 2 hari itu, merasa senang mendengar dia ditawarkan makanan. Dia mengikuti Keysha berjalan menuju meja makan dan melihat sudah ada makanan yang tersaji disana.


Ana ingin segera makan bubur itu tapi tatapan mata Julian membuat dia takut. Dia tidak tau kenapa Julian sangat memusuhi dirinya. Padahal mereka baru saja bertemu semalam.


" Ayo makan. Kak.. ayo makan bersama. Gak baik natap orang begitu. "


Teguran Keysha membuat Julian mengalihkan tatapan matanya pada Ana. Julian tetap merasa Ana itu orang yang mempunyai tujuan buruk untuk Keysha.


" Apa dia sudah tidak makan beberapa hari? Kenapa dia sampai makan seperti itu? Bila memang benar dia belum dapat makan beberapa hari ini, aku takut nanti perutnya akan sakit setelah makan. "


Keysha terus memperhatikan cara Ana makan dan dia diam diam mengambilkan obat untuk Ana bila sakit perut nanti. Bukan hanya Keysha yang memperhatikan hal itu, Julian pun sama. Dia juga melihat cara Ana makan dan menjadi teringat akan masalalu dia yang juga seperti Ana saat mendapatkan makanan yang layak di makan setelah beberapa hari tidak mendapat makanan.


" Mba, aku akan tinggal dulu kalian berdua di rumah ya. Aku harus pergi ke kampus saat ini. Ini ada obat untuk meredakan rasa sakit di perut mba Ana nanti bila terasa perih. Kak, tolong bantu jaga mba Ana ya. "


Keysha meninggalkan mereka tanpa mau mendengarkan jawaban mereka lagi. Keysha tau kalau dia masih disana, pasti akan mendengar keluhan mereka dan protes ketidak sukaan mereka tinggal bersama.


Setelah Keysha pergi, Ana yang masih takut pada Julian ingin pergi juga dari meja makan tanpa membersihkan alat makannya. Sedangkan Keysha, dia tidak makan jadi tidak ada mangkuk kotor bekas dirinya.


" Hei... kau. Siapa yang kau suruh membersihkan bekas makan mu ini? Bersihkan sendiri. "

__ADS_1


Ana yang memang takut pada Julian, dia segera membersihkan semua dengan cepat. Dia tidak berani berkata apapun saat bersama Julian. Sedangkan Julian dia mengawasi tingkah laku Ana selama dia berada di luar kamarnya.


" Su.. su.. sudah.. sa.. sa. saya.. "


" Tidak usah gagap begitu. Aku tidak akan memakan mu. Kau bisa masuk ke kamar sebelah sana dan istirahat disana. Kamar itu sudah bersih. Aku tidak mau kau tidur lagi di kamar aku. "


" Baik.. permisi. "


Ana yang ingin pergi dari tempat itu, tertahan oleh perkataan Julian.


" Dengar, aku tau Keysha begitu baik jadi orang. Namun bukan berarti kau bisa memanfaatkan kebaikan dia nanti. "


" Aky tidak. "


" Lantas apa mau mu sebenarnya? Kenapa kau dengan mudah mau tinggal di tempat ini bersama kami? "


Ana tidak bisa menjawab apapun. Dia tidak berani mengatakan apapun pada Julian. Karena dia tau kalau Julian sangat tidak menyukai dirinya selama ini.


" Jawab. Apa mau mu? "


" Tidak.. aku tidak ada maksud apapun "


Julian tau ada kebohongan di balik kata Ana itu. Namun dia tidak bisa memaksa Ana bicara dulu karena dia belum punya bukti. Dia akan terus memantau Ana saja sekarang ini.


" Pergilah ke kamar mu. Ingat apapun tujuan mu nanti, jangan pernah berpikir kau bisa melakukan semua dengan mudah pada Keysha. Aku akan selalu melindungi dia bagaimana pun caranya. "


Perkataan Julian bukan hanya omongan belaka. Dia memang akan membuktikan hal itu. Dia sangat menjaga Keysha, jadi dia akan selalu menjadi pelindung untuk Keysha. Dengan melakukan hal itu, setidaknya Julian bisa tetap bersama orang yang dia cintai.


" Anda tenang saja, saya tidak akan melakukan hal aneh aneh. Saya hanya ingin perlindungan saja saat ini. Saya tidak mau kembali ke tempat itu lagi."

__ADS_1


Julian hanya diam tidak menanggapi perkataan Ana. Dia masih takut akan kedatangan Ana membawa petaka untuk Keysha nanti. Firasat Julian sangat kuat tentang hal ini. Karena baru kali ini Julian merasa sangat tidak nyaman dengan keberadaan orang lain di sekitar Keysha.


__ADS_2