
Keysha panik saat melihat Julian yang sudah bersiap untuk pergi dari kantornya saat itu. Dia terus berusaha untuk menyakinkan Julian kalau dirinya tidak apa apa. Namun Julian tidak percaya akan semua yang Keysha katakan. Jadi dengan terpaksa Keysha menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya tadi.
" Oke... oke baik. Aku akan ceritakan semuanya, tapi kakak harus janji tidak datang kemari setelah itu. "
" Kamu bilang, kamu kenapa. Setelah itu baru aku putuskan akan datang atau tidak. "
" Tapi... aahhh kak... janji gak datang ya... "
" Jelasin sekarang Key. "
Julian sudah dalam mode serius. Jadi Keysha tidak bisa membantah lagi. Keysha hanya bisa cemberut dan menghela napasnya sebelum bercerita pada Julian.
" Jadi begini, tadi itu aku bersama seorang teman sedang bicara, tiba tiba tanpa aku duga ternyata dia punya kelainan. Orang biasanya bilang altar ego. Atau bisa juga di bilang dia membuat sebuah sosok lain dalam dirinya yang kepribadiannya bertolak belakang dengan dirinya. Hal ini muncul karena banyak faktor."
" Lalu, kenapa kamu bisa terluka begitu? "
" Ya denger dulu. Sosok lain yang teman aku punya ini, ternyata mempunyai sifat keras dan pemarah. Jadi tadi kami bertengkar dan karena aku tidak mau melukai teman aku, aku hanya menahan pukulan dia saja. Saat teman aku sadar dia sudah langsung minta maaf pada aku. Jadi jangan khawatir ya kak? "
Julian bukanya tenang dia semakin khawatir karena Keysha sekarang berteman dengan orang yang seperti itu. Orang itu bisa saja sewaktu waktu melukai Keysha nanti.
" Aku balik sekarang."
" Loh... kak.. aku kan gak apa apa. "
" Kamu berteman dengan orang begitu gimana aku gak khawatir Key. "
__ADS_1
" Tapi aku gak apa apa. Aku mau berteman dengan dia. Kakak tolong biarin aku temenan sama dia ya... "
Keysha memohon dengan gaya yang dia buat semanis mungkin agar Julian luluh dan tidak khawatir lagi. Namun usahanya sangat sulit karena memang Julian sangat protektive pada Keysha.
" Kak, aku janji kalau ini terjadi lagi aku akan ngelawan dan tidak akan biarin dia ngelukain aku. Kak, percayalah... ya.. aku bisa jaga diri kok.. Ini semua juga sudah aku obati. "
" Saat dia cekik kamu, kenapa kamu biarin gitu aja? Kamu bisa aja kehabisan napas saat itu. Jangan bermain dengan hal begini Key. Aku tau ini bukan alasan utama kamu membiarkan dia menyakiti kamu. Namun ini terakhir kalinya aku dengar kamu terluka. Aku tidak mau lagi kamu kenapa kenapa. Aku tidak peduli dia perempuan atau laki laki, bila dia sampai ngelukai kamu, aku pasti akan membalasnya."
Keysha tersenyum dan sangat senang dengan perhatian Julian pada dirinya. Namun dalam tatapan mata Julian saat ini, Keysha dapat melihat kalau dia juga sedang menyembunyikan sesuatu sekarang. Jadi Keysha mencoba membuat Julian bercerita pada dirinya sekarang.
" Kak, bagaimana hari kakak saat ini? Kenapa wajah kakak terlihat sangat lelah begitu? "
" Aku tidak apa apa. Hanya banyak pekerjaan saja sekarang. "
" Kakak tau, aku akan selalu ada bersama kakak dalam situasi apapun. Jadi jangan merasa sendiran ya? Ada aku yang akan selalu bersama kakak. "
" Terimakasi sudah hadir dalam hidup aku. Aku bersyukur memiliki kamu setelah banyak hal yang telah aku alami sebelumnya. "
Keysha mengangguk dan mulai menguap. Dia cukup lelah seharian ini melakukan banyak aktivitas. Jadi dia perlu istirahat sekarang.
" Kamu sudah mengantuk, tidurlah. Aku akan tutup panggilan ini. Mimpi indah Key. Jangan melakukan hal yang berbahaya lagi. Kamu harus istirahat sekarang agar cepat pulih. "
Selesai melakukan panggilan video itu, Keysha membersihkan dirinya dan setelah itu beristirahat. Di dalam kamar Violla, dia sedari tadi memperhatikan apa yang Keysha lakukan dari kamera pengawas yang dia taruh di kamar tersebut.
Violla mendengar apa yang Keysha katakan saat menelpon tadi. Itu juga membuat Violla semakin terharu kepada Keysha.
__ADS_1
" Aku tidak salah menginginkan kamu menjadi milik aku Key. Aku akan coba secara perlahan mendekati kamu dan masuk kedalam hidup kamu. Aku tidak mau berbagi perhatian kamu dengan orang lain. Walaupun dia adalah bagian dari kehidupan kamu sekarang. Aku ingin mendapatkan perhatian penuh dari kamu. "
Violla wanita yang kesepian dan tidak pernah memiliki teman. Jadi dia memiliki sikap yang keterlaluan saat ini. Apalagi dia baru pertama mendapatkan orang yang perhatian padanya dan tidak kabur saat sisi lainnya muncul. Itu membuat Violla semakin menginginkan Keysha sekarang.
" Aku sudah menuliskan pesan untuk Quenza, aku harap dia tidak menyakiti kamu lagi nanti Key. Aku ingin kalian menjadi teman nanti. Pasti akan sangat menakjubkan kalau kalian berkerja sama berdua."
Tidak ada keinginan dari Violla untuk menghilangkan sosok Quenza dari dirinya. Karena sampai detik ini menurutnya, Quenza adalah sosok yang selalu membantu dia dan melindungi dirinya. Jadi Violla sangat menghargai sosok itu ada dalam dirinya.
Di tempat Julian, setelah dia menghubungi Keysha, perasaannya mulai lebih tenang. Walu dia khawatir pada Keysha, tapi dia tidak dapat mengacaukan rencana Keysha di tempat itu. Julian tau dari cara bicara Keysha tersebut kalau yang Keysha bilang teman itu bukanlah teman yang sesungguhnya. Karena selama ini Keysha tidak pernah mengatakan hal yang seperti itu pada dirinya.
" Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini disana Key? Kenapa kamu bisa terlibat dengan orang yang berbahaya begitu. Aku sungguh ingin datang dan menemui kamu sekarang. Namun bila aku datang, aku pasti akan mengacaukan rencana kamu. Aku harap nanti kamu bisa menceritakan segalanya tentang yang terjadi pada kamu disana."
Julian kembali melanjutkan pekerjaannya dan berencana akan menginap kembali di perusahaannya. Dia ingin semua cepat berjalan dengan baik dan lancar. Jadi Julian sangat berkerha keras untuk hal ini.
Di sisi lain, Revan saat ini menghubungi orang tuanya untuk memberikan kabar mengenai apa yang dia lihat sebelumnya.
" Halo, ma. Aku ada kabar yang mengejutkan saat ini? "
" Apa? Apa kamu dapat uang bonus yang banyak?".
" Ini lebih dari sekedar bonus ma. Mama tau, aku tadi bertemu dengan Julian. "
" Untuk apa kamu bilang dia lebih dari sekedar bonus? Anak itu tidak berguna. "
" Dia sudah menjadi orang kaya ma. Bila kita bisa mendekati dia, hidup kita akan terjamin. Kita tidak perlu khawatir masalah uang lagi. "
__ADS_1
Kabar gembira itu membuat orang tua Revan semangat. Mereka berencana untuk ikut datang ke Tiongkok agar bisa menemui Julian dan memeras uangnya.