Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Hati yang Beracun


__ADS_3

" Biar begini sebentar Key. Aku rasa kamu menjauh saat ini. Itu membuat aku sanggat gundah. Aku ingin terus memeluk kamu seperti ini. Tolong jangan lepaskan dulu. "


Julian hanya bisa mengatakan semua itu dalam hatinya. Dia kacau karena perubahan sikap Keysha pada dirinya. Julian ingin sekali mengatakan segala hal yang dia rasa namun semua itu di kalahkan oleh logikanya. Dia merasa tidak pantas untuk bersama Keysha karena dirinya bukan pria yang baik dan kaya.


" Kak.. "


Keysha yang sudah tidak tahan dengan sesak di dadanya mencoba mendorong tubuh Julian agar dia bisa lepas dari pelukan Julian itu. Dia tidak akan bisa bertahan lama kalau terus berada di pelukan hangat tersebut. Bisa saja dia akan menangis dan mengatakan segala yang ada di hatinya pada Julian nanti.


" Kalian sedang apa malam malam begini? Kamu kenapa Key? "


Ana mendengar suara gaduh di luar jadi dia memeriksa apa yang terjadi. Namun yang di lihat adalah Keysha yang berada di dalam pelukan Julian. Saat mendengar suara Ana, Keysha langsung mendorong tubuh Julian dengan kencang dan Julian pun melepaskan dirinya dengan mudah. Mereka sama sama kaget dengan kehadiran Ana di dekat mereka.


" Tidak ada apa apa mba. Ini masih terlalu pagi, mari istirahat. "


Keysha hanya mengatakan hal itu dan langsung lari menuju kamarnya. Di dapur, Julian menatap Ana tajam. Dia heran kenapa Ana selalu muncul di saat yang tidak tepat. Bahkan pembicaraan dia dan Ana selalu bertepatan dengan datangnya Keysha.


" Apa wanita ini sengaja ingin menjauhkan Keysha dari aku? Apa mau wanita ini? Kenapa dia selalu mengganggu waktu aku bersama Keysha? "


Julian meninggalkan Ana sendirian di dapur. Dan begitu Julian masuk kedalam kamarnya, Ana menyeringai di dapur. Dia memang sengaja mengganggu acara Julian dan Keysha. Dia merasa tidak terima saja Keysha mendapatkan begitu banyak perhatian dari Julian selama ini.


Bahkan perlakuan special Julian pada Keysha itu selalu membuat Ana cemburu. Dia tidak pernah merasakan mendapat perhatian yang seperti itu dari dulu oleh lawan jenis. Dia selalu jadi pihak yang memberi perhatian tanpa di berikan timbal balik lagi.

__ADS_1


" Kau mempunyai segalanya Key, setidaknya bagilah sedikit yang kau punya untu aku. Aku juga butuh kasih sayang dan perhatian seperti yang kau dapatkan ini. "


Ana kembali kedalam kamarnya setelah puas melihat Keysha dan Julian yang sudah masuk kamarnya masing masing.


Di dalam kamar, Keysha menangis sesegukan karena dia hampir saja meruntuhkan pertahanannya. Dia hampir saja mengatakan kalau dia mencintai Julian. Namun ingatan tentang perkataan Julian terus mengusik dirinya hingga menahan dirinya untuk berkata seperti itu. Bila Keysha sampai mengatakan isi hatinya, dia takut kalau Julian menerima dia karena merasa sebagai bentuk kompromi saja.


" Aku tidak akan mengemis perhatian dan kasih sayang pada siapapun. Aku bisa bertahan sendiri. Aku yakin aku mampu. Aku hanya perlu waktu lebih banyak lagi untuk mengembalikan semua pada tempatnya. Aku baru sadar aku terlalu banyak membuka diri pada dia selama ini. Maka dari itu dia dengan cepat tau perubahan sikap aku."


Keysha sudah membulatkan tekad kalau dia akan kembali kediri dia sebelumnya. Sebelum bertemu dengan Julian atau dengan Vince. Dia tidak mau lagi dekat dengan orang orang yang akan membuat dirinya kecewa dan sakit hati.


Keysha menjauh dari Vince bukan karena dia menyukai Vince tapi dia takut akan status sosial yang sangat jauh antara dirinya dan Vince. Dia cukup di hina selama ini oleh banyak orang. Jadi dia tidak mau lagi di rendahkan. Dia lebih baik kembali ke diri dia yang lama. Diam sendiri tanpa ada orang yang menyadari keberadaannya.


Julian di dalam kamarnya juga sama kacaunya dengan Keysha. Dia beberapa kali memukul bantal di kamarnya untuk menyalurkan emosi yang dia tahan.


Julian terus memukul bantal itu sampai dia merasa puas. Setelah itu barulah Julian meminum air yang sudah dia sediakan di sebelah tempat tidurnya.


" Ana, kenapa dia selalu muncul saat aku bersama Keysha? Apa kecurigaan aku selama ini benar? Kenapa dari awal aku kenal dengan dia hingga saat ini perasaan tidak nyaman itu selalu muncul saat bersama dengannya."


Julian mulai menaruh curiga akan sikap Ana saat ini. Karena dia merasa Ana selalu saja bisa merusak waktu kebersaan dirinya dan Keysha.


Begitu pagi hari tiba, Keysha tidak berangkat terlalu pagi lagi. Dia merasa kepalanya sedikit pusing karena kejadian beberapa hari belakangan ini. Jadi Keysha memutuskan akan berangkat seperti biasa saja.

__ADS_1


" Kepala aku benar benar pusing saat ini. Namun aku harus memasak untuk mereka saat ini. "


Begitu Keysha ingin membuka pintu kamar, dia mendengar suara Ana yang bertanya pada Julian ingin sarapan apa pagi ini. Keysha langsung mundur dan kembali duduk di tempat tidurnya. Dia salah sudah mencemaskan orang yang seharusnya dia tidak cemaskan.


" Key, kau saat ini sedang sakit. Kenapa kau malah masih memikirkan mereka. Kau seharusnya peduli pada dirimu saja sekarang ini. Kenapa kau malah mimikirkan orang lain. "


Keysha lama duduk di tempat tidurnya dan akhirnya dia memutuskan bersiap ke kampus. Keysha berangkat ke kampus kali ini sedikit berbeda. Dia merias sedikit tebal di wajahnya karena dia harus menutupi wajahnya yang pucat karena sakit.


Begitu Keysha keluar kamar, Julian kaget karena sebelumnya dia mengira kalau Keysha sudah berangkat kuliah pagi pagi lagi. Namun begitu dia melihat, ternyata Keysha baru keluar kamar dan ingin berangkat ke kampus.


" Key, kamu sudah siap. Ayo kita sarapan bareng. Ini Julian ingin makan sup untuk pagi ini. Kamu mau makan sup juga Key? "


" Tidak mba. Aku sedang buru buru. Terimakasi. Aku hanya akan membawa roti saja. Selamat sarapan. "


Wajah Keysha datar tidak ada ekspresi apapun di sana. Hal itu baru di lihat oleh Ana. Dia yang biasanya selalu melihat wajah ramah Keysha, bahkan kadang dia melihat tatapan sedih dari Keysha. Namun sekarang dia berhadapan dengan wajah datar tanpa ekspresi itu membuat dirinya menjadi cemas.


" Key, kamu baik baik saja? "


" Hem aku pergi. "


Biasanya Keysha akan selalu menyapa Julian. Tidak pernah pamitan bilang pergi tapi berangkat. Hal kecil begitu selalu Julian perhatikan dari Keysha. Apalagi saat ini Keysha memakai riasan yang sedikit tebal dari biasanya. Itu membuat Julian yakin kalau Keysha ada masalah saat ini.

__ADS_1


" Aku akan menunggu kamu sampai kamu mau bicara semuanya pada aku nanti Key. "


__ADS_2