
Seorang wanita muda, terlihat sedang menanyai pamannya mengenai rencana mereka. Dia meminta pamannya agar membantu dirinya untuk membalaskan rasa sakit hati yang dia rasa pada seorang wanita.
" Bagaimana om, apa berhasil? Apa dia telah tiada? "
" Kau yakin dia wanita biasa? "
" Dia hanya seorang kutu buku om. "
" Vanesa, dia bukan wanita biasa. Coba kau pikir, apa bisa wanita biasa melajukan kendaraannya dengan sangat cepat? Dia bahkan bisa mengalahkan mereka bertarung. Kau masih berpikir kalau dia wanita biasa? "
" Bisa jadi dia di bantu oleh keluarga Williams om.".
Charles tidak berpikir seperti Vanesa. Dia yakin wanita yang dia hadapi saat ini bukanlah orang biasa. Firasatnya mengatakan hal seperti itu. Karena dia sempat mendengar suara seorang wanita sesaat sebelum kehilangan kontak dengan anak buahnya.
Suara wanita itu terdengar sangat dingin dan tajam. Dia yakin kalau itu adalah suara Keysha. Dari suara itupun Charles dapat mengetahui kalau wanita itu sudah biasa menghadapi bahaya.
" Vanesa, sepertinya kita harus menyelidiki lebih lanjut lagi siapa wanita ini. Om tidak mau kita semua dalam masalah nantinya karena hal ini. "
" Aku ingin dia segera tiada om. Bagaimana pun caranya. Aku mau dia segera pergi dari dunia ini. "
" Akan om usahakan. "
Vanesa tersenyum manis pada Charles. Dia mengelus paha Charles dan tersenyum genit pada omnya itu. Ini adalah kebiasaan yang Vanesa lakukan bila dia sedang bersama dengan Charles.
Walaupun Charles selalu meratukan Sasa, namun bila dia di berikan selingan segar dia akan menikmatinya juga. Mereka cukup sering melakukan hal seperti itu karena tidak ada batasan menurut mereka berdua. Mereka hanya menikmati kepuasan saja.
" Jangan menggodaku, resikonya akan sangat berat nanti. "
" Aku suka dengan keganasan om. "
__ADS_1
Tantangan Vanesa langsung di sambut oleh Charles dan akhirnya mereka melakukan hal itu. Sasa tidak pernah tau akan kelakuan dari Charles ini. Selama ini yang Sasa tau adalah dirinya satu satunya wanita Charles dan dia yang sedang mempermainkan Charles. Namun yang sebenarnya tidaklah begitu. Hati Charles memang untuk Sasa tapi untuk mendapatkan kepuasan, dia bisa mencari dimana saja.
Di apartemen Keysha, dia sudah bersiap rapi dan dirinya akan pergi dengan Julian dan Ana. Penampilan Keysha yang terkesan santai dan tidak terlalu berlebihan ini membuat Ana merasa tidak percaya diri. Karena dirinya berdandan dengan sangat baik untuk keluar dengan Keysha dan Julian.
" Key, kamu dandan gitu saja? "
" Aku ingin tampil santai mba. Kenapa ya? "
" Aku begini loh..."
" Udah cantik gitu kok mba. Aku hanya merasa capek saja dandan terus. Aku ingin lebih santai saja. "
" Sudah, ayo jalan. Kamu jangan mengeluh lagi Na. Kamu harus percaya diri dengan penampilan mu. "
Julian menengahi obrolan itu karena dia merasa akan membuang banyak waktu lagi bila Ana sampai berganti pakaian.
" Ya sudahlah.. ayo. "
" Tau begini aku harusnya jalan berdua saja dengan Keysha. Kenapa harus bawa orang lain lagi sih? Seharusnya aku bisa berduaan dan menikmati waktu bersama dengan dia. Bukan malah seperti ini. "
Sepanjang jalan Julian hanya menggerutu karena Keysha dan Ana terlihat sangat menikmati jalan jalan mereka sambil tertawa dan bercanda bersama.
Keysha bukannya tidak tau apa yang Julian rasakan saat ini. Dia hanya ingin membuat Ana tidak merasa di sisihkan saat mereka jalan bertiga. Menurut Keysha, kebersamaan dia dan Julian akan membuat Ana semakin tidak nyaman karena terus melihat bagaimana tingkah Julian yang manja pada dirinya saja.
Bahkan Julian tidak akan memperdulikan sekitarnya bila dia sudah berduaan dengan Keysha. Itulah kenapa Keysha lebih memilih untuk bersama Ana dulu daripada Julian.
" Mba, apa mba hanya mau jalan jalan begini saja? Kita ke tempat hiburan yuk.. atau mau ke mall? nonton atau apa gitu.. "
" Kalau gitu, ayo.. "
__ADS_1
Keysha di tarik oleh Ana menuju mobilnya dan berencana akan pergi ke mall untuk menonton film. Namun saat akan melewati Julian, tangan Keysha menarik tangan Julian untuk mengajaknya ikut bersama. Namun Julian tidak membiarkan Keysha menarik dirinya, dan menarik kembali tangan Keysha agar dia bisa bersama dengan Keysha sebentar saja.
" Na, tunggu kami sebentar di mobil ya. Ada yang mau aku bicarakan dengan Keysha sebentar. "
Ana langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan memberikan waktu mereka bersama sebentar.
" Aku merasa kalau kami pergi bertiga, aku terlalu mengganggu waktu mereka bersama. Bila Keysha bisa pergi berdua dengan aku saja, itu akan lebih baik untuk kami. Karena Julian tidak akan merasakan tersisihkan saat aku bersama dengan Keysha mengobrol. Namun di posisi ini Julian lebih berhak bersama dengan Keysha daripada aku. Apa aku meminta pulang saja dan membiarkan mereka berdua pacaran? "
Ana sibuk dengan pikirannya. Sedangkan Keysha sedang membujuk Julian agar mau mengerti situasi saat ini.
" Kak.. ayolah.. aku gak mau kalau nanti mba Ana berpikkr dirinya tidak di anggap saat bersama kita. Aku janji, besok kita jalan berdua. Gimana? "
" Kamu yakin tidak akan sibuk? "
" Aku akan usahakan. Kita akan jalan bersama tapi sembunyi sembunyi dari mba Ana. Kita bertemu di luar saja untuk menjaga perasaannya. Ayo... kita sudah di tunggu lama oleh mba Ana. "
Begitu Keysha mengajak Julian untuk kembali ke mobilnya, ada seseorang yang sedari tadi mengawasi mereka dari jarak yang cukup jauh dan melaporkan semua yang mereka lakukan pada seseorang.
" Dia bersama dengan seorang pria dan wanita. Sqya rasa pria dan wanita itu sangat dekat dengan dirinya. Saya akan mencari tau lebih banyak lagi dengan mengawasi mereka. "
" ... "
" Baik.. "
Pria itu adalah mata mata yang di kirimkan oleh Charles untuk mengawasi Keysha. Dia masih penasaran dengan sosok Keysha yang sebenarnya, dan ingin mencari tau juga kelemahan Keysha saat ini.
" Wanita yang menarik. Kau benar benar bisa mencuri perhatian dari banyak orang kemana pun kau pergi. Aku mengakui wajah my sangat cantik dan membuat banyak pria akan tertarik pada mu. Namun yang lebih menarik dari mu adalah kau punya banyak rahasia yang orang lain tidak ketahui. Itu yang membuat kami para pria penasaran akan sosok mu. "
Selesai melakukan pergulatan panas dengan keponakannya sendiri, Charles tetap melanjutkan penyelidikannya pada Keysha. Sedangkan Vanesa dia sudah tertidur pulas karena merasa kelelahan setelah melayani omnya sendiri.
__ADS_1
" Vanesa, kau wanita yang menarik hanya saja untuk aku, hanya tubuh mu yang membuat aku tertarik. Namun bila untuk memicu adrenalin aku, kau belum bisa melakukannya. Hanya wanita hebat yang bisa membuat aku puas. "
Charles menatap sekilas keponakannya dan berpikir seperti itu. Karena memang yang mereka lakukan berdasarkan nafsu saja tidak lebih.