Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Kau Sangat Mencintainya


__ADS_3

Julian yang sudah dapat bicara dengan Keysha, dia merasa sangat lega dengan hal itu. Maka dari itu dia menuruti apa yang Keysha suruh dia lakukan.


" Apa yang kau perlukan lagi sekarang Na? Obat yang aku berikan sudah kau minum? "


" Gimana Keysha? Apa dia baik baik saja? "


" Hemm dia baik. Dia menyuruh aku merawat kamu tadi. "


Ana tersenyum mendengar itu. Dia tidak menyangka kalau Keysha masih memikirkan dirinya padahal saat ini Keysha sedang cemburu padanya karena dekat dengan Julian.


" Kalian benar benar saling mencintai. "


Gumaman kecil Ana samar samar di dengar oleh Julian. Namun dia tidak menanyakan apa yang Ana katakan. Karen menurut Julian, dia merawat Ana hanya sebatas permintaan Keysha saja.


" Kau melakukan semua permintaan Keysha dengan baik Jul. Sebesar itu cinta mu untuk dia. "


" Aku bisa mengorbankan apapun demi kebahagiaan dia. Mungkin ini terdengar gila, tapi itu kenyataan. Walau dia tidak bisa menjadi milik ku, aku akan selalu menjaga dia dengan baik dan memastikan kebahagiaan dia. "


Ana menyerah akan semuanya. Dia sekarang paham bagaimana cinta Julian dan Keysha yang tidak akan bisa dia usik. Setiap orang memang mempunyai porsi masing masing untuk kebahagiaannya. Jadi mungkin belum waktunya Ana mendapatkan apa yang Keysha sudah dapatkan.


" Aku harap kalian bisa bahagia bersama. Aku lihat Keysha juga mencintai kamu Jul. "


" Jangan bicara yang aneh aneh Na. Dia tidak mungkin menyukai pria yang seperti aku. Aku masih tergantung padanya dan belum bisa menjaga dia dengan baik. "


" Kau belum tau saja, cepat atau lambat kau pasti akan tau kebenaran apa yang aku katakan. "


Julian tidak menjawab lagi dan hanya fokus pada apa yang dia lakukan saat ini. Julian sibuk dengan pekerjaannya untuk mengunggah video video yang sudah dia buat. Selama Julian melakukan pekerjaan itu, dia tidak ada memperhatikan Ana dan membiarkan Ana diam sendiri menemani dirinya yang sedang berkerja. Tidak ada pembicaran lagi di antara mereka berdua selama Julian sibuk seperti itu.


Hingga pada malam harinya, Julian baru sadar kalau mereka berdua belum makan dari siang tadi. Namun begitu dia melihat Ana, Ana sudah tertidur di sofa sebelahnya.

__ADS_1


" Aku akan mengorder makanan saja. Biar nanti dia bangun bisa langsung makan. "


Julian memesan makanan dan dia membangunkan Ana begitu pesanannya datang.


" Maaf aku tertidur. "


" Bagus kau tidur. Karena dengan itu kau bisa lebih tenang. "


" Jul, makasi sudah membantu aku. Maaf sudah membuat kesalahan besar pada kamu dan juga Keysha. "


Julian hanya diam karena memang kebiasaan dirinya makan dengan Keysha seperti itu. Mereka akan diam saja sampai makan selesai dan setelah itu baru berbicara lagi. Ana pikir diamnya Julian itu karena dia masih marah pada dirinya. Makanya Ana akhirnya memilih diam saja.


Malam harinya, Keysha tidak jadi menginap di tempat Alex. Dia memilih untuk pulang dan memastikan keadaan Ana dan Julian. Sejujurnya Keysha merasa tidak nyaman bila dia berjauhan terlalu lama saat ini dengan Julian. Rasa rindu itu sampai membuat dirinya sulit untuk berkonsentrasi dalam berkerja. Maka dari itu Ayunda akhirnya kembali ke apartemennya, setelah memikirkan percuma dia berada di tempat Alex tapi pikirannya ada di apartemennya.


Begitu sampai, Keysha melihat jam sudah menunjukan pukul 12.30 malam. Dia hanya mendesah pasrah karena yakin Julian dan Ana pasti sudah terlelap saat ini. Namun begitu pintu di buka, ada orang yang ternyata sedang menunggu dia di depan ruang tv.


Julian belum tertidur malam itu dan menunggu kedatangan Keysha untuk pulang ke apartemennya. Walaupun Keysha mengatakan akan menginap, tapi Julian sangat yakin Keysha akan pulang kembali. Jadi dia duduk di sofa depan tv untuk menunggu Keysha datang.


" Aku pulang. "


" Selamat datang. "


Tiba tiba keadaan mereka sangat canggung tanpa ada penyebabnya. Julian dan Keysha sama sama diam dan hanya saling pandang dari jarak mereka yang cukup jauh. Pikiran Keysha masih mengingat perkataan Alex. Dia bilang Julian itu mencintai dirinya. Itu juga yang membuat Keysha ingin memastikan segalanya. Pikiran Julian juga sama, dia juga berpikir apa yang di katakan Ana mengenai Keysha.


" Apa benar dia mencintai aku? "


Pikiran mereka berdua sama dengan keadaan mereka berdua saling memandang satu sama lainnya.


Keysha dengan cepat menyadarkan dirinya kalau dirinya tidak boleh terlibat akan hal seperti itu. Karena status dirinya yang tidak baik untuk Julian.

__ADS_1


" Kenapa kakak belum tidur? "


" Aku menunggu kamu pulang Key. "


" Tadi aku bukannya bilang akan menginap pada kakak. "


" Aku yakin kamu akan pulang. Bagaimana keadaan kamu? Kamu langsung pergi saja bersama Alex tadi dari rumah sakit. "


Keysha akhirnya duduk di dekat Julian dan bersandar di sofa. Keysha menghela napasnya karena pertanyaan Julian tadi. Dia merasa lelah dan ingin menceritakan segalanya pada Julian. Namun Keysha tidak bisa melakukan hal itu lagi karen ingin menjaga jarak antara mereka.


" Kamu tidak mau cerita pada aku? Apa aku kembali menjadi orang asing lagi untuk kamu Key? "


Keysha menatap Julian dengan pandangan yang terlihat ada keraguan disana. Julian paham kalau Keysha masih belum bisa percaya kalau dirinya benar benar tulus melakukan semua itu pada Keysha. Jadi Julian berinisiatif memegang tangan Keysha untuk meyakinkan Keysha kalau dirinya benar benar tulus dalam bersikap padanya selama ini.


" Key, apa kamu masih meragukan aku selama ini? Apa perkataan aku sebelumnya mengenai aku berhutang budi pada kamu itu masih kamu pikirkan? Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa kembali lagi seperti sebelumnya pada aku? Aku tidak suka saat kita berjauhan begini lagi. "


Ketulusan di tatapan mata Julian semakin membuat Keysha takut menghadapi kenyataan. Dia ingin mengakhiri segalanya sebelum terlanjut jauh lagi mereka melangkah dan berakhir saling menyakiti.


" Menurut aku, sebaiknya kita kembali seperti awal kita bertemu kak. Tidak terlalu dekat seperti sekarang. "


Julian kaget dengan perkataan Keysha. Dia tidak menyangka kalau Keysha akan mengatakan hal ini pada dirinya. Ini sama saja Keysha mengatakan kalau Julian harus keluar dari kehidupan dirinya saat ini.


" Maksud kamu apa Key?"


" Kak, aku rasa.. aku.. ini.. aku.. "


*Cupp*


Julian tidak mebiarkan Keysha bicara lagi. Dia langsung mencium Keysha karena dia melihat keraguan di mata Keysha saat dirinya mengatakan semua hal tersebut. Julian tidak peduli kalau dirinya akan di usir nanti oleh Keysha. Namun saat ini dia ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini dia pendam pada Keysha.

__ADS_1


" Kak.. "


" Aku mencintai mu Key.. "


__ADS_2