
" Kamar kamu yang ini. Sedangkan kamar aku ada di lantai atas. Kalau kamu mau makan atau apapun, kamu bisa pesan lewat telpon. Buku menu ada di meja depan tv. Untuk sekarang istirahat lah dulu. Nanti saat aku datang akan membantu membersihkan kamar kamu"
Saat sampai di apartemen, Keysha langsung menjelaskan semua hal pada Julian. Dia ingin nanti saat meninggalkan Julian, dia bisa merasakan aman dan nyaman.
" Aku akan membersihkan semua sendiri. Kamu tidak usah kawatir untuk itu. Aku malah sedang kawatir dengan diri kamu saat ini. Kamu belum malam apapun dari pagi dan sekarang buru buru pergi seperti ini. "
Keysha berhenti sejenak mendengar apa yang di katakan oleh Julian. Dia merasa ada yang berbeda saat ini. Biasanya apapun yang dia lakukan, mau dia makan atau tidak. Tidur atau begadang semua itu tidak ada yang akan memperdulikanya. Dia sendiri yang harus ingat dengan semua itu. Tapi kali ini ada yang beda. Ada yang mengingatkan dia makan dan mengkawatirkan dirinya. Hal itu membuat Keysha merasa hidup untuk sekarang.
" Aku sudah biasa. Kamu ingatlah makan. Aku akan makan nanti di kampus. "
Keysha langsung pergi tanpa mendengarkan jawaban dari Julian lagi. Dia mengingatkan dirinya dalam perjalanan ke kampusnya kalau dia tidak boleh terbiasa dengan adanya Julian. Karena nanti Julian akan segera pergi dan dia akan kembali sendirian.
" Mungkin perhatian begitu sangat aku inginkan. Tapi tidak saat ini. Kau hanya hadir sesaat di sekitar aku. Jangan terlalu berusaha mendekat. Aku harus membatasi diri dari Julian saat ini. Aku tidak boleh terbiasa dengan hadirnya dia. "
Keysha terus mengingatkan dirinya mengenai hal ini. Tapi satu yang dia lupa. Kalau dia yang sudah memberikan ijin Julian untuk masuk kedalam ruang pribadinya. Dengan Julian di berikan masuk tempat tinggalnya saja, itu berarti Keysha sudah membuka ruang pribadinya dan membiarkan Julian untuk memasukinya.
Jadi bila saat ini dia ingin membatasi diri dengan Julian, itu sudah sangat terlambat. Karena bila Julian merasa di abaikan lagi, itu akan memperburuk kondisi mentalnya lagi. Jadi saat ini Keysha sudah tidak ada jalan mundur lagi untuk masalah ini.
Sesampainya dia di kampus, Keysha berjalan seperti biasa dan fokusnya hanya pada tempat tujuan dia saja. Keysha tidak memperhatikan tempat lainnya lagi. Dan dia memang tidak mau peduli dengan hal yang lain.
Sampai dia di cegat oleh seseorang untuk mengajak dia berbicara.
__ADS_1
" Hai.. kita ketemu lagi. Kamu ada kelas pagi? "
" Maaf? "
" Ha? "
Keysha yang memang tidak ingat dengan wajah Vince menjadi bertanya tanya di hatinya siapa orang yang mendadak menyapanya dan berlagak sok kenal dengan dirinya ini.
Melihat resaksi dari Vince membuat Keysha mengira Vince sudah salah orang saat ini. Jadi dia mengabaikan Vince lagi. Dia berjalan melewati Vince yang masih bengong di tempatnya.
" Dia tidak mengenal aku atau dia hanya pura pura tidak kenal aku karena dia ingin menarik perhatian aku? wanita yang menarik."
Vince tersenyum karena menemukan seseorang yang bisa membuat dirinya merasa tertantang. Dia lalu berjalan mengikuti Keysha agar bisa berbicara dengan Keysha lagi.
" Sial.. aku harus kehilangan dia saat ini. Tunggu saja nanti aku akan cari cara agar bisa mendekati kamu. "
Vince sudah tidak sabar untuk bisa mendekati Keysha. Tapi Keysha bahkan tidak tau siapa Vince. Jadi setelah Keysha sampai di kelasnya, dia mulai melanjutkan belajar untuk mengisi waktu sebelum kelas di mulai.
Sedangkan di apartemen Keysha saat ini Julian sedang membersihkan kamar yang akan dia tempati. Dia melakukan semua itu karena tidak mau membuat Keysha kelelahan setelah pulang dari kampusnya.
" Apa dia sudah makan ya? Aku heran dengan Keysha, kenapa dia sampai memaksakan dirinya sampai seperti itu hanya untuk belajar. Aku tidak pernah mendengar dia mau menceritakan kehidupan dirinya. Hanya aku yang bercerita pada dia tentang masalah yang aku alami. Apa sebegitu sulit untuk dia percaya pada orang lain? "
__ADS_1
Julian mulai memperhatikan bagaimana Keysha selama ini. Dia baru mengenal Keysha tapi dia sudah dapat melihat kalau Keysha orang yang sangat tertutup kepada orang di sekitarnya. Jadi Julian ingin mengetahui apa penyebab dari hal itu.
Julian tidak tau kalau dia mulai melangkah maju untuk mendekati Keysha. Yang dia tau hanya dia melakukan hal itu hanya karena dia kasihan dengan gaya hidup Keysha yang seperti memaksakan diri untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurnya.
Hari sudah sore, tapi Keysha belum juga pulang dari kampusnya dan itu menyebabkan Julian menjadi kawatir terhadap Keysha. Dia takut bila hari semakin malam, Keysha bisa saja mengalami nasib buruk nanti di luar sana. Julian tidak tau kalau saat ini Keysha sedang dalam pembicaraan mengenai pekerjaan yang akan dia ambil bersama dosennya. Mereka sedang berdiskusi untuk membuat proposal untuk pengajuan kepada perusahaan besar itu agar menarik. Dan pembahasan ini memakan banyak waktu dari Keysha.
" Baiklah Keysha, hari ini kita cukupkan untuk pembahasannya. Kita lanjut besok lagi. Ini sudah hampir malam dan kamu pasti juga sudah lelah. Silakan kamu boleh pulang sekarang. "
" Baik pak.. Nanti semua poin yang bapak sampaikan akan coba saya masukan kedalam proposal yang saya buat. Semoga saja nanti perusahaan itu menyukai ide kita pak. "
" Saya harap begitu. "
Dalam perjalanan pulang, Keysha terus menatap jalanan besar yang dia lewati dengan taksi. Pikiran dia melayang membayangkan betapa dia sudah sangat berkerja keras untuk sampai pada titik ini. Semua usaha yang Keysha lakukan semata mata tujuanya demi masa depan yang lebih baik. Dan ingin menjamin masa depan seseorang yang sangat berharga di hatinya.
" Aku harus kuat. Semua akan aku lakukan demi menjamin masa depan yang cerah dan aman hingga hari tua. Aku harus bisa membuat diri aku hidup nyaman di hari tua nanti. Karena tidak akan ada yang bisa aku andalkan bila aku hanya seorang diri. "
Keysha tidak ada kepikiran untuk menjalin hubungan special sampai saat ini. Kesalahan di masalalunya membuat dia memilih untuk sendiri dan menikmati harinya dengan bahagia sendirian. Dia tidak mau nanti dia mengalami hal yang sama lagi bila mencoba membuka hati untuk pria lain.
Saat di lampu merah, Keysha melihat kearah lapangan di sebrang jalan. Disana dia melihat ada seorang wanita yang sudah berumur sedang kesakitan dan memegang dadanya. Karena dia memang punya rasa kasihan yang besar, dia langsung menyuruh supir taksi untuk meminggirkan mobilnya.
" Pak.. tolong minggir sebentar. Disana ada yang perlu bantuan. Tolong pingirkan dulu mobilnya. "
__ADS_1
Keysha segera keluar dari dalam taksi dan berjalan cepat menuju ibu ibu tadi.
" Tolong.. aaaakkkhhh"