Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Kamu Berhak Bahagia


__ADS_3

Keysha kembali menangis saat selesai mengatakan semua hal itu pada Julian. Dia tidak menutup diri lagi dari Julian semua hal buruk yang dia alami sebelumnya semua dia ceritakan pada Julian tanpa ragu lagi. Dia mendapatkan perasaan nyaman saat Julian mau mendengarkan dia bercerita. Jadi dia bisa dengan bebas mengatakan semua hal itu pada Julian.


" Key, sudah jangan menangis lagi. Kamu berhak bahagia Key. Jangan tangisi hal seperti itu lagi. Kedepannya saja kamu harus lebih belajar lagi. Tidak semua yang kamu lakukan saat ini kamu harus berikan pada mereka. Kalau kamu terlalu memanjakan mereka begini, mereka akan semakin tergantung pada kamu. Kamu berhak bahagia Key. Jangan siksa diri dengan semua hal yang kamu lakukan selama ini. "


Keysha menganggukan kepalanya. Dia memang sudah memiliki rencana untuk masa depannya saat ini. Dia tidak mengirimkan banyak uang lagi untuk keluarganya. Dia hanya memberikan sedikit dan menyimpan sisanya untuk dia memulai kehidupan barunya nanti.


" Key, jadi kamu saat ini sudah cerai sah dengan laki laki itu? maaf aku menanyakan hal ini. Karena aku pikir akan sangat ribet nanti bila kamu belum mengurus semua masalah itu. Saat kamu kembali dan di lihat kamu punya banyak hal, dia bisa saja kembali ingin bersama kamu. "


" Semua sudah beres jauh sebelum aku kebegara ini untuk melanjutkan sekolah. Sebenarnya alasan aku mau sekolah di tempat ini bukan hanya karena mendapat besiswa dan mencari pengalaman di tempat ini saja. Tapi sebagai pelarian diri dari masalah yang aku rasakan. Kekangan dan tekanan yang selalu di berikan pada aku itu membuat aku pergi dari rumah."


" Aku paham untuk hal itu. Tapi bagaimana sekarang dengan anak itu? "


" Dia di rawat oleh keluarga mantan suami dan aku tidak boleh betemu dengan dia lagi. Aku sebagai ibu, merasa sangat sakit saat di pisahkan dari anak kandung aku sendiri. Tapi bila dia bersama aku juga hidupnya tidak akan baik. Karena keluarga aku juga sangat buruk. Jadi saat ini di pikiran aku banyak hal yang aku rencanain. Selain masa tua aku sendiri, aku juga memikirkan masa depan anak aku. Seandainya nanti dia kekurangan sesuatu aku harus bisa memberikan dia yang dia butuhkan. "


Julian tidak menyangka akan mendengar semua hal ini dari Keysha. Dia sebelumnya berpikir masalah Keysha tidak sebanding dengan masalah yang dia hadapi selama ini. Tapi ternyata masalah yang di hadapi Keysha, jauh lebih sulit dari yang dia punya. Dia masih beruntung di tolong oleh Keysha dan di ajak tinggal serumah bareng. Sedangkan saat awal Keysha ke negara ini. Pasti dia seorang diri saja dan berusaha menjadi kuat sendirian.


Itu yang membuat Julian semakin salut dengan Keysha. Wanita kuat yang bisa melakukan apa saja dan hatinya tetap baik.


" Kau tau Key, aku sebelumnya merasa masalah aku paling berat selama ini. Tapi setelah mendengar semua cerita kamu, aku rasa masalah aku tidak sebanding dengan apa yang kamu hadapi. Aku tidak menyangka kalau ternyata kamu adalah wanita yang begitu kuat dan tegar. Kamu berani mengambil resiko besar untuk tinggal sendirian di negara ini dengan berbagai resiko yang harus kamu hadapi. "


Keysha hanya menganggukan kepalanya. Dia masih bergelut dengan pikirannya yang rumit mengenai masalah keluarga dan semua masalalunya.


" Key, kamu sebaiknya istirahat dulu. Aku yang akan memasak untuk kita makan nanti. "

__ADS_1


Keysha langsung tersadar dengan apa yang terjadi saat ini. Jadi dia menatap Julian lekat. Untuk memastikan apa Julian benar bisa memasak atau tidak.


" Hei.. kenapa kamu menatap aku seperti itu? "


Julian merasa lucu saat Keysha menatap dia dengan mata yang bengkak karena habis menangis.


" Kamu yakin bisa memasak? Kamu pernah memasak? Yakin makanan yang kamu buat layak di makan? "


Keysha menanyakan semua itu karena dia sangat yakin Julian tidak pernah memasak sebelumnya.


Julian hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena pertanyaan Keysha. Tapi dia bersyukur karena Keysha ternyata sudah bisa mengendalikan dirinya saat ini dan tidak terlalu sedih lagi.


" Aku bisa menggoreng telur. "


" Sudah aku saja yang memasak. Aku tidak mau menanggung biaya ganti rugi untuk kebakaran dapur apartemen ini karena kamu memasak. "


" Ada yang bisa aku bantu Key? "


" Cukup duduk manis dan diam saja di meja itu kak. "


" Akhirnya kamu memanggil aku kakak lagi. Dari tadi aku tidak mendengar kamu memanggil aku begitu. "


Keysha hanya tersenyum tipis dan melanjutkan acara masak yang tertunda sebelumnya.

__ADS_1


" Aku harap akan selalu melihat diri kamu yang bebas seperti ini Key. Aku berjanji akan menjaga kamu selama aku mampu. Aku tidak bisa melakukan apapun selain menjanjikan perlindungan untuk kamu. Aku akan berusaha agar bisa membantu kamu meringankan semua beban kamu selama ini. Jadi tolong bersabar dulu sekarang. Aku sedang berusaha untuk menjadi lebih baik dan bisa kamu andalkan nantinya. "


Julian tidak berani berharap lebih pada Keysha. Karena dia takut di katakan tidak tau terimakasi dan memanfaatkan situasi. Julian hanya bisa menjanjikan perlindungan saja sebagai Keysha. Dia akan berusaha menjadi kakak yang baik untuk Keysha nanti.


Melihat betapa lihainya Keysha memasak, Julian merasa dirinya harus bisa melakukan hal itu nanti. Agar dia tidak merepotkan Keysha terus dan bisa membuatkan Keysha makanan bila dia tidak sempat membuatnya.


" Aku akan belajar untuk melakukan apapun untuk meringankan pekerjaan kamu Key. Sudah cukup selama ini kamu menahan semua beban itu. Aku akan membantu kamu meringankan semuanya nanti. Sekarang kebahagiaan kamu adalah tujuan aku sekarang. "


Keysha yang sudah selesai memasak langsung menyiapkannya di meja untuk mereka makan.


" Makanlah kak. Sebelum besok tangan kakak tidak bisa di angkat. Jadi makanlah yang banyak. "


" Maksud kamu apa? Kenapa kamu mengatakan hal itu? "


Keysha hanya menganggkat bahunya untuk menjawab pertanyaan Julian. Setelah itu dia melanjutkan makan malamnya.


Selesai dengan acara makan malam, Keysha menarik tangan Julian untuk kembali duduk di sofa untuk memijat badan Julian dulu. Keysha pernah merasakan badannya kaku setelah latihan berat. Dan itu sangat menyakitkan sehingga dia tidak bisa melakukan apapun. Jadi sekarang dia ingin membantu Julian dulu agar tidak terlalu sakit yang dia rasakan besok.


" Kakak buka baju sekarang cepat."


" Ha? "


Pikiran Julian langsung kosong saat mendengar perintah dari Keysha.

__ADS_1


" Jangan berpikir yang bukan bukan. Aku hanya ingin mengurut badan kakak agar ototnya tidak kaku besok. Kalau tidak di urut sekarang, besok kakak akan terlentang saja di kasur dan tidak bisa bergerak. "


Julian akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh Keysha. Dia membiarkan Keysha memijat tubuhnya dan juga kakinya. Semua di lakukan Keysha dengan sangat telaten dan membuat cara pandang Julian semakin berbeda pada Keysha.


__ADS_2