Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Bergerak Cepat


__ADS_3

Keysha sudah berada di dalam ruang kerja David dan mereka sedang duduk bersama. David tidak ada menanyakan bagaimana pembicaraan Keysha dengan Julian sebelumnya, karena dia tau kalau semua itu adalah privasi untuk Keysha.


Jadi dari tadi mereka hanya membahas mengenai masalah kelompok Black Hold saja. Keysha ingin secepatnya menyelesaikan urusannya dengan mereka sedangkan David takut bila Keysha ikut terlibat disana.


" Dav, ini keputusan akhir aku. Kau mau ijinkan aku ikut dengan kamu baik baik atau aku melakukan segalanya sendirian malam ini juga. Aku tidak mau terus menerus tinggal ditempat kamu ini bersama kak Julian dan mba Ana. Ini akan semakin memperburuk keadaan hubungan kami nanti. Apa kamu paham? "


" Baiklah.. Ayo kita ke markas mereka nanti malam. Namun ada syarat yang harus kamu lakukan. "


" Apa? "


" Terus berada di dekat aku dan jangan pernah bertindak sendirian. "


Keysha memutar bola matanya malas. Ini yang dia tidak suka. David yang belum tau bagaimana cara kerja Keysha selama ini, pasti meragukan kalau dirinya bisa dengan mudah masuk dan keluar markas Black Hold.


" Terserah. "


" Nanti malam kita berangkat bersama. "


Keysha mengangguk dan langsung berjalan keluar. Dia tidak membicarakan apapun lagi dengan David. Saat dia keluar ruang kerja David, Keysha sempat melihat ke arah ruang tamu dan disana terlihat Ana dan Julian sedang berbicara berdua. Namun, Keysha mengabaikan pikiran buruknya dan tetap melanjutkan langkah kakinya menuju kamar.


Begitu Keysha sampai di kamar dan ingin membersihkan diri, ibunya menghubungi Keysha. Ini baru terjadi lagi setelah cukup lama Keysha tidak ada di hubungi oleh orang rumahnya.


" Halo.. "

__ADS_1


" Key.. sudah lama ibu belum menghubungi kamu. Kamu juga tidak ada menghubungi ibu. Gimana keadaan kamu Key? "


Setelah sekian lama, baru kali ini pertanyaan yang pertama di dengar Keysha adalah ibunya menanyakan keadaan dirinya. Keysha merasa sangat aneh saat ini. Karena semenjak Keysha marah dan meluapkan apa yang dia rasakan, ibunya tidak pernah menghubungi dia dan sekarag saat baru menghubungi dirinya, ibu Keysha malah menanyakan kabarnya.


" Aku baik bu. Ibu tumben hubungin aku untuk bertanya begini, ada apa bu? "


" Key, ibu tau kalau selama ini ibu salah karena tidak pernah menanyakan keadaan kamu. Namun kedepannya akan ibu perbaiki semuanya. Key, adik kamu akan menikah dalam waktu dekat ini. Pacarnya hamil. Apa kamu bisa pulang? "


" Nikah? "


" Iya.. "


" Aku akan usahakan bu. Jadi dana untuk nikah yang belum ada? "


" Aku sudah kirim uangnya bu. Maaf aku tidak bisa pulang. Setidaknya uang itu bisa membantu biaya pernikahan dia walaupun aku tidak datang. Sekarang di tempat ini sudah mau malam, jadi aku mau istirahat dulu bu. "


Keysha mematikan telponnya tanpa menunggu jawaban dari ibunya. Setelah telpon terputus, barulah Keysha tersenyum miris. Ternyata memang tidak ada yang berubah selama ini. Dirinya masih menjadi bank berjalan untuk mereka.


" Apa dia tidak berpikir sebelum menikah ini dia harus punya pekerjaan tetap dan nanti harus membiayai istrinya? Sampai kapan dia tidak bisa bertanggung jawab begini? Lantas sampai kapan aku harus terus membantu keuangan dirinya untuk memenuhi gaya hidup mewah tanpa mau berkerja itu? "


Keysha bergumam sambil memegang hp miliknya yang kembali berdering dengan panggilan dari nomor yang sama lagi.


" Maaf bu, aku sama sekali tidak marah pada mu. Aku wajar memberikan uang dan membiayai semua kebutuhan mu. Namun, semua tindakan mu selama ini pada aku, selalu membuat aku merasa kalau aku hanya di manfaatkan untuk mencari uang saja untuk kalian. Kalian tidak mau berkerja keras untuk mendapatkan uang. Kalian selalu mengandalkan aku dan berharap aku selalu memenuhi biaya hidup kalian. Padahal, adik aku itu adalah calon kepala rumah tangga nanti. Bila dia saja bersifat begitu, bagaimana nanti istri dan anaknya? Apa bisa berjalan baik rumah tangga itu bila sang suami tidak giat berkerja dan terus mengandalkan uang pemberian orang lain? "

__ADS_1


Keysha terus mengabaikan panggilan telponnya dan dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Keysha hanya tidak habis pikir dengan cara berpikir orang tuanya yang selalu memanjakan adiknya itu. Apa mereka tidak pernah memikirkan efek dari hal tersebut.


" Haaahh biarlah.. itu urusan mereka. Bila nanti dia memang sudah menikah, berarti tidak ada kewajiban aku mengirimi dia uang lagi. Aku hanya perlu memberikan uang pada ibu saja tiap bulannya. Cukup tidak cukup, aku akan membatasi kiriman aku berikutnya. Aku mau dia belajar bertanggung jawab kedepannya. Karena menjadi seorang suami itu tidak mudah. Menikahi anak orang itu artinya dia harus sudah siap menanggung kehidupan istrinya. Bukan meminta pada orang lain untuk membiayai kehidupan mereka. "


Keysha meletakan hpnya dan langsung mandi di toilet. Sedangkan di rumah Keysha, ibunya menyadari kalau putrinya pasti tersinggung lagi karena dia meminta uang untuk biaya pernikahan adik dari Keysha.


" Maaf nak. Ibu sudah salah dalam mendidik adik mu. Sekarang tidak ada yang bisa ibu lakukan selain menanggung kesalahan ini. Namun karena ibu memang tidak sanggup dalam biaya, ibu jadi memberati kamu. "


Ibu Keysha selalu mengatakan kata itu. Menyesal karena cara didikannya. Namun tidak pernah mau memperbaiki semuanya dan malah tetap melanjutkan cara didik yang salah itu. Hal itu juga yang membuat Keysha sering mencibirnya dan selalu mengatakan rugi hanya ucapan tanpa ada tindakan didalamnya.


Saat makan malam tiba, Keysha, Julian, Ana dan juga David makan bersama dan mereka tidak ada membicarakan apapun. Semua sibuk dengan pikiran masing masing dan merasa makan malam itu hanya formalitas saja untuk mereka kumpul bersama. Apalagi untuk Julian. Dia merasa sangat tidak nyaman saat makan malam itu. Dia merasaka ada hal yang seharusnya tidak terjadi saat itu. Namun dia tidak tau apa.


Begitu malam harinya sekitar jam 11 malam, Keysha sudah keluar kamar dan melihat David sudah menunggu dia di ruang tamu. Mereka saling mengangguk dan berjalan keluar mengendap ngendap agar tidak membangunkan Julian dan Ana.


" Kamu yakin tidak memberitau mereka tentang rencana kamu ini? "


" Yakin. Mereka tidak perlu tau saat ini. Karena ini hanya masalah aku dan tidak ada hubungannya dengan mereka. "


Keysha dan David berkendara cukup lama agar bisa sampai di markas Black Hold yang berada di daerah terpencil dan sepi.


" Kenapa mereka membuat markas di tempat begini? Apa yang mereka dapatkan di tempat gersang ini? "


Keysha bertanya tanya dalam hatinya karena begitu melihat keadaan di sekitar markas itu yang sangat gerang dan tandus.

__ADS_1


__ADS_2