
Keysha yang mendengar permohonan Vanesa semakin tidak ingin melakukan apa yang dia rencanakan dengan cepat. Di kepala Keysha saat ini, dia sedang merencanakan penyiksaan yang tepat untuk Vanesa. Dia semakin menikmati penderitaan Vanesa saat ini. Namun, begitu dia mengingat kalau bom yang ada di markas itu sudah di aktifkan oleh anak biah David, Keysha membatalkan keingiannya dan harus menyelesaikan semua dengan cepat.
" Vanesa, ada yang ingin aku beritahukan pada kamu. Anak buah dari David William sudah mengaktifkan bom di tempat ini. Apa kau sungguh ingin segera meninggal? Bila begitu, kau tunggu di tempat ini sebentar lagi sampai bom itu menghancurkan tubuh kamu nanti. "
Vanesa tidak dapat lagi berpikir jernih saat Keysha mengatakan hal itu. Dia tidak bisa berpikir kalau Keysha sedang berbohong sekarang ini. Karena Keysha terlihat sangat sungguh sungguh saat mengatakannya.
"Bila kau ingin membunuh aku, cepat lakukanlah. Aku tidak takut bila harus mati di tangan mu. "
" Tapi kau takut mati dengan menunggu bom meledak bukan? "
Seringaian itu membawa pertanda buruk untuk Vanesa. Keysha mendapatkan cara yang lebih baik saat ini untuk menghabisi Vanesa. Keysha berjalan mengitari meja tempat Vanesa bersandar dan mengambil tempat duduk yang ada di sana.
" Duduklah disini. Kau begitu ingin untuk mati bukan? Aku akan mewujudkannya. Aku akan membuat kau ketakutan menunggu setiap detik sebelum kematian mu. "
Keysha mengambil tambang dan mengikat tubuh Vanesa dengan tempat duduk itu. Dia ingin memberikan suasana lebih mencekam lagi pada Vanesa saat ini.
Begitu ikatan di tubuh Vanesa cukup kuat, Keysha mengambil sesuatu yang bisa membuat bunyi untuk air yang menetes di atasnya. Begitu Keysha mendapatkan itu, Dia menaruh tempat itu di bawah meja dekat Vanesa dan menaruh wadah air di atasnya dengan melubangi sedikit tempat itu. Jadi air itu akan menetes dengan pelan dan jatuh pada benda yang Keysha taruh hingga bisa menimbulkan bunyi dentingan saat jatuh.
" Vanesa, aku sudah membuatkan kamu yang seperti ini. Aku ingin kamu tidak kesepian dan menghitung setiap detik kau akan hancur di tempat ini. Jadi sabarlah oke. Aku akan meninggalkan mu sekarang dan membiarkan kau menikmati kesepian kau sendirian di tempat ini. "
Keysha sengaja melakukan hal itu karena dia ingin mempengaruhi kejiwaan Vanesa sebelum dirinya meninggal.
*Tik*
*Tik*
*Tik*
Setiap detik air itu jatuh dan menimbulkan suara yang di dengar oleh Vanesa. Ruangan itu sepi hanya ada dirinya dan juga mayat dari Charles saja saat ini. Awalnya Vanesa merasakan biasa saja saat dia mendengar dentingan air itu. Namun semakin lama, perasaan Vanesa semakin gelisah dan dia mulai ketakutan lagi. Takut akan kematian dan ingin berlari menyelamatkan diri dari sana.
__ADS_1
" Tidak, tidak.. aku tidak boleh mati di tempat ini... Aku tidak mau menunggu kematian aku seperti ini. Aku harus keluar. Suara itu semakin mengganggu aku saat ini. Kenapa dia terus menetes? Apa bila air itu habis, bom itu akan meledak? Ooohhh astaga.. aku tidak menyukai hal ini. Aku harus keluar. "
Vanesa berguman banyak hal dan mulai merancu tidak jelas. Teriakan minta tolong terus di teriakan Vanesa tapi tidak ada anak buah Charles yang mendengarkannya. Mereka semua sudah di bantai habis oleh anak buah David. Jadi tidak ada yang menolong Vanesa saat ini. Sedangkan Keysha, dia mencari keberadaan David dan Sasa. Namun begitu dia sampai, ternyata David melakukan hal yang sama kepada Sasa. Sasa di ikat di tempat duduk dalam keadaan sudah lemas tidak berdaya.
" Dav.. "
" Oohhh kamu sudah selesai? Aku juga sudah selesai bermain dengan sepupu aku ini. Sekarang aku mau dia tetap terikat sambil menunggu bom yang sudah di aktifkan meledak. "
Keysha melihat keadaan Sasa yang sangat memperihatinkan dengan pakaian yang sudah tidak layak di pakai dan luka lebak di sekitaran wajahnya. Bahkan ada beberapa sayatan di tangan dan kaki Sasa di lihat oleh Keysha.
" Kau bermain keras Dav. "
" Aku jauh lebih baik dari kamu yang bermain dengan kejiwaan orang. Kau mengantarkan rasa takut yang teramat sangat pada musuh mu dengan bertindak seperti tadi. "
Keysha mengangkat kedua bahunya dan dia menunggu David menyelesaikan apa yang dia lakukan saat ini.
" Bunuh aku cepat Dav. "
Keysha menyunggingkan senyumannya begitu mendengar apa yang Dvid katakan. Dia lalu keluar dan melihat ruangan lain sebentar sebelum dia benar benar keluar dari markas Black hold.
" Tempat yang lumayan bagus. Brangkas yang kokoh tapi sayang tidak tahan dengan ledakan besar. Hahhh bila aku serakah, aku akan ambil semua kekayaan black hold ini. Sayang aku tidak mau menggunakan uang seperti ini untuk kehidupan aku. "
Keysha merasa kalau David sudah selesai dan dia segera keluar untuk menemui David. David menunggu Keysha diruang tengah di markas itu dan dia harap Keysha cepat datang untuk keluar bersama dengan dirinya.
" Haaahhh Key, kau membuat aku takut saja. Untung kamu datang cepat. Kita tidak punya banyak waktu saat ini. Bom akan meledak 10 menit lagi. "
" Ayo cepat Dav. "
" Vanesa masih hidup? "
__ADS_1
" Dia menikmati hukumannya sebelum kematian menghampiri dia. "
David berjalan cepat begitu mendengar perkataan Keysha. Karena bukan hanya harus keluar dari markas itu saja yang mereka lakukan. Namun menjauh dari markas itu biar mereka tidak terkena dampak dari ledakan nantinya.
" Dav, aku rasa kita tidak bisa menjauh dari markas ini tepat waktu. Kita harus bersembunyi di daerah ini agar terhindar dari ledakan. "
" Maksud kamu? "
" Terjun kejurang itu. "
" Kau gila. "
" Tidak ada waktu cepat. "
Keysha menarik tangan David untuk berlari ke arah jurang dan di ikuti semua anak buah David. Mereka sangat percaya dengan apa yang Keysha ucapkan karena dari yang mereka perhatikan, Keysha tidak ada mengatakan hal yang omong kosong dari sebelumnya.
" Key, kau yakin? "
Tanpa bicara Keysha melompat kejurang dan segera berpegangan pada dahan pohon yang ada di jurang itu. David juga ikut melakukan hal tersebut. Hingga mereka akhirnya bergelantungan di sana.
*Booomm*
*Booommm*
*Duaaarrr*
Ledakan besar yang terakhir membuat tanah bergetar dan mereka harus menguatkan pegangan mereka di dahan setiap pohon disana.
" Semua berakhir. Dav, apa kau bisa naik keatas? Jangan bilang kau perlu bantuan aku untuk menarik mu nanti!"
__ADS_1
David memutar bola matanya malas mendengar sindiran Keysha. Dia baru pertama kali melakukan hal gila seperti ini dalam penyerangannya dengan Keysha. Namun dia juga tidaklah lemah sampai harus meminta bantuan agar bisa naik pada wanita yang jelas tubuhnya jauh lebih kecil dari dirinya.
" Jangan meremehkan aku begitu Key. "