
Pelukan hangat yang Julian berikan pada Keysha membuat dirinya merasa sangat nyaman. Keysha begitu menikmati pelukan iru karena dia merasa bisa melepaskan seluruh bebannya dan mengistirahatkan tubuhnya.
" Key, aku sama sekali tidak ada memikirkan hal itu. Sejujurnya tadi aku begitu takut saat melihat kamu begitu bangun langsung menghindari aku. Aku takut aku terlambat datang dan kamu sudah menjadi milik orang lain. Aku tidak sanggup bila itu terjadi Key. "
" Tapi kak.... "
Julian meregangkan pelukannya dan menatap wajah Keysha. Dia ingin mendengar apa lagi yang ingin Keysha katakan pada dirinya.
" Kenapa hemm? "
" Apa kakak tidak takut pada aku setelah melihat apa yang aku lakukan kemarin? "
" Kenapa aku harus takut? Aku tau jelas kalau kamu tidak akan bertindak sembarangan dalam hal itu. Kamu tidak akan melukai siapapun bila dia tidak mencari masalah lebih dulu pada kamu. Apalagi kemarin aku lihat, emosi kamu begitu karena ada faktor pemicunya. "
" Kakak tau? "
" Aku lihat saat aku memukuli salah satu dari mereka disana. Bila aku saat itu sampai dari awal, mungkin aku yang akan melakukan tindakan yang sama seperti kamu. "
Keysha kembali memeluk Julian dengan erat. Dia memang paling tidak bisa menahan dirinya bila melihat seorang wanita dan anak kecil tersiksa. Apalagi yang dia lihat disana adalah kasih sayang seorang ibu pada anaknya.
Penderitaan dari seorang ibu yang melihat anaknya meninggal dalam keadaan mengenaskan. Hal itu langsung membuat Keysha tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
" Key, saat bersama aku, aku tidak akan pernah membatasi apa yang kamu lakukan. Aku ingin kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau. Asal, semua itu ada alasannya dan tidak membahayakan diri kamu. "
Keysha masih memeluk Julian, tapi dia mendongak untuk menatap wajah Julian setelah Julian mengatakan hal itu.
" Sungguh? "
" Sungguh. Aku akan melindungi kamu semampu aku. "
Keysha tersenyum manis dengan tingkahnya yang seperti anak kecil di hadapan Julian. Itu membuat Julian lepas kendali dan mengecup singkat bibir Keysha. Luapan rasa rindu yang dia tahan selama ini membuat dia tidak bisa menahan diri untuk melakukan hal itu.
__ADS_1
Keysha bukannya marah, dia malah berjinjit dan mencium kembali Julian di bibirnya. Keysha melupakan kalau status dia dan Julian sekarang bukanlah sepasang kekasih lagi. Namun dalam hati mereka, mereka saling memiliki.
" Miss you kak.. "
" Miss you Key.. "
Julian kembali ingin mencium Keysha saat itu. Karena ibu jari tangan Julian terus mengusap usap pipi dari Keysha. Namun pergerakan Julian di hentikan oleh suara deheman dari arah sebelahnya.
" Hhhuuufffttt"
Keysha dan Julian sama sama menghela napas mereka karena merasa terganggu saat itu.
" Kalian kalau bermesraan tidak tau tempat. Kau, apa kau tidak ingat kalau tangan mu sedang terluka? Kenapa kau malah melakukan hal itu dengan Julian? "
Alex mengganggu keromantisan yang Keysha dan Julian lakukan. Jadi begitu mendengar apa yang di ocehkan oleh Alex, baik Keysha maupun Julian tidak begitu memperdulikannya.
Rasa rindu yang begitu besar dalam diri mereka membuat mereka tidak perduli akan hal apapun. Bahkan walau ciuman mereka tadi di ganggu, Keysha masih berada dalam pelukan Julian saat ini.
" Apa kau tidak mendengarkan perkataan aku dari tadi Key? "
Julian dan Alex berbarengan menunjukan wajah geli dan jijik begitu membayangkan apa yang Keysha katakan.
" Walau aku menyukai batangan, namun selera aku tidak seperti Julian juga Key. Aku suka yang manis dan aku ingin menjadi dominannya. "
" Terserah. Aku cuma ingin tau mengenai kelanjutan kejadian kemarin. Siapa yang datang dan ikut campur di saat terakhir itu? "
Julian menuntun Keysha untuk duduk di kursi yang ada disana hingga mereka bisa bicara lebih santai lagi.
Alex dan Violla juga mengikuti hal itu. Mereka ingin menyelesaikan semuanya dengan tuntas.
" Untuk masalah orang itu, biar aku dan orang disini saja yang menangani. Bila perlu anggota kelompok wanita ini juga ikut mengurusnya. Sedangkan kamu, jangan ikut terlibat lagi. Kau urus saja hubungan mu dengan Julian dan kuliah mu. Jangan pikirkan hal ini lagi. "
__ADS_1
" Kenapa kau mengatakan hal ini pada aku sekarang Lex? Ada apa? Kau tidak biasanya seperti ini. Ada masalah? Jangan bilang hanya karena aku terluka kau melakukan semua ini. Ini bukan pertama kalinya aku terluka Lex. "
Alex menahan napasnya begitu menatap mata Keysha yang sedang berbicara pada dirinya saat ini. Dia bingung ingin menjelaskan apa pada Keysha. Dia melakukan semua itu karena merasa tidak enak pada Julian yang mengkhawatirkan keadaan Keysha.
" Apa yang kau sembunyikan kali ini? "
Keysha menatap mata Alex dan langsung mengarahkan tatapan matanya pada Julian begitu dia curiga akan semua tingkah Alex.
" Jangan bilang kakak yang ingin Alex melakukan semua hal itu? Kakak melarang Alex karena aku terluka? "
" Jangan salahkan aku Key. Aku tidak ada menyuruh dia melakukan semua itu. Ini tidak ada hubungannya dengan aku. "
Keysha menghela napasnya dan kembali menatap kearah Alex.
" Baiklah, aku tidak akan ikut campur lagi. Kau uruslah semuanya bersama Violla. Berkerjasamalah dengan baik. Aku serahkan semua masalah ini pada kalian sesuai keinginan kau Lex. "
" Sebenarnya aku hanya merasa bersalah pada Julian karena membiarkan kamu sampai terluka kemarin Key. Maaf.. "
Alex lebih baik jujur pada Keysha daripada Keysha marah dan mendiami dirinya karena menyembunyikan hal itu.
" Lex, bukankah kemarin aku sudah bilang pada mu, aku tidak akan melarang Keysha melakukan apapun yang dia mau. Karena aku tau betapa dia sangat perduli pada teman temannya. Lalu kenapa kau mengatakan hal ini lagi? "
Julian takut Keysha akan salah paham pada dirinya lagi. Jadi dia ikut menjelaskan disana.
" Sudahlah.. jangan di perpanjang lagi hal ini. Aku tidak masalah. Bahkan aku bisa lebih tenang bila tidak ikut terlibat dalam masalah ini. Aku bisa fokus pada kuliah dan pekerjaan aku saja. Setelah itu aku akan melanjutkan mimpi aku yang sudah tertunda. "
Semua menatap bingung ke arah Keysha. Apa lagi yang Keysha rencanakan setelah ini.
Violla yang sedari tadi hanya menyimak saja obrolan mereka, merasa dia tidak ada kesempatam lagi untuk dekat dengan Keysha. Jadi dirinya cukup sedih karena harus kehilangan orang yang perduli pada dirinya selama ini.
" Vi... rumah mu sudah tidak aman sekarang. Apa kamu mau tinggal dengan Alex di tempat ini atau kamu mau mencari rumah lain lagi? "
__ADS_1
" Ha? "
" Kau tidak boleh tinggal disana lagi. Disana tidak aman untuk mu. Aku belum bisa membantu mu untuk tempat tinggal. Karena aku juga akan mencari tempat tinggal baru sekarang. "