Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Kau Bisa Cerita pada Aku


__ADS_3

Keysha sudah mengetahui seluruh denah tempat iti dan dia meminta Alex untuk menarik kembali anak buahnya saat ini. Mereka tidak bisa masuk tanpa persiapan yang matang. Maka mereka harus kembali dulu dan memikirkan kembali rencana mereka selanjutnya.


" Lex aku sudah mendapatkan denah tempat itu. Sekarang aku serahkan langkah selanjutnya pada kamu. Aku harap kamu tidak mengecewakan aku dalam misi kali ini. Anak buah kamu harusnya dengan mudah bisa mengahkan mereka dan melewati jebakan yang ada. Aku tidak mau bila sampai aku nanti yang ikut mempin mereka. "


" Aku paham. Apa kamu akan kembali sekarang? "


" Aku pikir sebentar lagi Julian sudah selesai latihan. Aku akan pulang sekarang. "


Keysha lalu meninggalkan rungan tersebut dan berjalan menuju ruang tamu disana. Tak lama setelah itu, Julian datang dengan keadaan sangat kacau dan terlihat sangat lelah.


" Duduk dulu kak.. ini handuk. Kakak latihan apa aja tadi? kenapa keadaan kakak sampai kacau begini? "


" Banyak dan aku ingin cepat bisa menguasai semuanya. "


Keysha menganggukan kepalanya dan memberikan air mineral untuk Julian. Julian yang melihat Keysha segar dan seperti tidak dapat latihan, jadi menatap bingung kearah Keysha.


" Kamu tadi latihan kan? Seharusnya sekarang kamu itu sama berantakannta dengan aku. Setidaknya kamu keluar keringetlah. Tapi kenapa kamu malah terlihat segar dan seperti tidak habis olah raga? "


" Itu karena setelaj aku latihan dan keringet sudah kering, aku langsung mandi di rumah ini dan memakai baju ganti yang sudah di sediakan di tempat ini. Setelah baju yang di pakai tadi kering setelah di cuci, baru pakai lagi. "


Julian menganggukan kepala dan dia akan melakukan hal yang sama nanti. Dia memperhatikan yang dia ajak latihan tadi melakukan hal yang sama seperti perkataan Keysha.

__ADS_1


" Aku juga akan mandi dulu nanti ya. "


Keysha hanya tersenyum dan dia mengambil laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan dia yang lain. Keysha hanya ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk berkerja sebelum nanti dia membuang banyak waktu saat bersama dengan Julian.


Karena Keysha tau kalau badan Julian tidak akan baik baik saja setelah latihan berat ini. Sudah lasti akan sakit dan nanti dia akan membantu Julian untuk memijat badannya.


" Kalau sudah kering keringatnya, lebih baik kakak cepat pergi mandi. Aku tau kakak gak bisa makan makanan di luar. Jadi kita harus cepat sampai rumah sebelum kakak tidak bisa bergerak nantinya. "


Julian yang tidak paham hanya menganggukan kepala dan berjalan menuju toileh. Dia membuka pakaiannya dan menaruhnya diesin cuci. Setelah itu, pembantu Alex yang akan mencucinya untuk Julian.


Dalam perjalanan pulang ke apartemen, Keysha hanya diam saja tidak ada berbicara apapun. Dia terlihat sangat terbebani oleh beberapa masalah yang dia hadapi saat ini. Perubahan dari Keysha ini sudah terjadi setelah Julian selesai mandi dan mereka berpamitan pulang kepada Alex.


Keysha menanggapi pertanyaan Julian dengan senyuman saja. Karena saat ini hatinya sedang tidak baik baik saja. Setelah Julian pergi mandi, dia melanjutkan pekerjaannya. Tapi tak lama setelah itu, dia mendapatkan telpon lagi dari rumahnya dan ibunya menangis sedih. Ibu Keysha mengatakan tidak kuat berada di rumah itu lagi. Karena sekarang dia di mintai uang oleh adiknya. Belum lagi pembayaran hutang yang banyak. Semua keluhan itu di katakan oleh ibunya sendiri. Dan Keysha sadar kalau tujuan pembicaraan ini hanya uang saja. Ibunya meminta uang padanya dengan cara seperti itu.


" Kenpaa selalu begini? mama hanya menghubungi aku kalau meminta uang saja. Dan selalu mengelukan semua masalah pada aku. Tapi tidak pernah mau bertanya bagaimana keadaan aku di tempat ini dan bagaimana kesehatan aku sekarang. Apa begini cara yang mereka lakukan untuk menunjukan sayang mereka? Atau aku di anggap sebagai penghasil uang saja selama ini. "


Pikiran Keysha yang seperti itu membuat mood Keysha buruk jadilah dia mendiami semua orang dan memilih untuk memendam semua sendiri.


Sesampainya mereka di apartemen, Keysha langsung menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Setelah itu dia akan meminat Julian agar badannya tidak sakit nanti.


Semua perbuatan Keysha yang dia lakukan sekarang seperti kewajiban saja. Tidak ada perasaan didalamnya. Semua seperti tugas yang harus dia lakukan saat ini. Dan itu membuat Julian tidak nyaman. Dia melihat Keysha bergerak seperti manusia tanpa perasaan.

__ADS_1


" Key.. stop.Apa yang kamu lakukan Key? "


Keysha menatap Julian yang bertanya demikian. Padahal Julian melihat sendiri kalau Keysha saat ini sedang memasak. Kenapa Julian malah bertanya pada dirinya.


" Aku memasak. "


" Kita order saja makanan. Kau lelah. Lebih baik istirahat Key. "


" Ini sebentar lagi selesai kak.. aku tidak lelah. "


Kata kata Keysha bilang dia tidak lelah. Tapi matanya menunjukan hal yang berbeda. Keysha saat ini sangat lelah dan sedih. Itu yang di lihat oleh Julian saat ini. Dia sudah cukup mengenal bagaimana sikap Keysha selama ini. Jadi dia tau kalau sekaranv Keysha tidak baik baik saja.


" Key.. selama ini aku tidak pernah meminta kamu bercerita pada aku mengenai apapun yang kamu alami. Tapi Key, bila kamu lelah, beristirahat lah. Bila terlalu sulit, kamu bisa membaginya denga aku. Aku siap mendengar apa yang akan kamu ceritakan. Key, kamu hanya manusia biasa yang punya waktu dimana kamu butuh orang lain untuk tempat kamu bersandar. Jadi bila kamu butuh sandaran, kamu bisa bilang pada aku. Aku siap memberikan tempat untuk kamu bersandar. Aku tidak suka melihat kamu yang memaksakan diri seperti saat ini. "


Keysha merasa sangat sesak di dadannya saat ini. Dia tidak paham kenapa perasaan dia mudah sekali di kacaukan oleh Julian. Julian selalu bisa membuat dirinya membuka sisi lemah yang dia punya. Perlakuan dari Julian selalu membuat Keysha nyaman. Dan Saat ini Keysha sangat ingin menangis.


Julian mematikan kompor yang sedang menyala itu. Dan menuntun Keysha agar mau duduk dulu. Julian melihat tatapan mata Keysha yang kosong saat ini. Dan itu mengganggu dirinya.


Saat sudah duduk begitu, punggung Keysha di urut lenbut oleh Julian agar bisa menenangkan Keysha dulu. Tapi bukannya tenang, Keysha malah menangis dengan sangat keras. Dia tidak malu lagi menunjukan sisi lemahnya di depan Julian saat ini. Dan hanya tangisan yang dia keluarkan saat ini. Julian dengan sabar menunggu Keysha selesai menangis dan barulah nanti dia akan meminta Keysha untuk membagi bebannya dengan dirinya.


" Apa yang membuat kamu seperti saat ini Key? Kau selalu berusaha terlihat tegar dan kuat. Tapi aku sangat tau kau begitu rapuh saat ini. Aku janji akan selalu melindungi kamu dan melakukan segala hal untuk membuat kamu bahagia. "

__ADS_1


__ADS_2