Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Tak Bisa Menghindar


__ADS_3

Kepergian Julian malam itu tidak membuat rencana Keysha tertunda. Namun Keysha malah lebih bersemangat untuk melanjutkan rencananya. Dia ingin cepat mewujudkan mimpinya dan belajar menjadi pasangan yang baik setelahnya dengan Julian.


" Mba Ana, untuk besok apa mba Ana mau aku kenalkan pada seseorang? "


" Maksud kamu apa Key? Apa yang kamu rencanakan? Barusan kamu menangis sangat sedih saat Julian pergi. Terus sekarang kenapa langsung ekspresi wajah kamu berubah? Apa kamu hanya pura pura sedih saja? "


Tuduhan Ana yang seperti itu tidak membuat Keysha merasa tersinggung. Dia mengerti setiap orang pasti akan berpikir hal yang sama seperti Ana bila melihat dirinya saat ini. Karena dia sangat pandai dalam mengendalikan emosinya begitu Julian meninggalkan dia di bandara.


" Aku baik baik saja mba. Aku juga tidak ada pura pura sedih. Sekarang aku hanya mau melanjutkan apa yang sudah aku rencanakan. Kak Julian berjuang di tempat lain seorang diri untuk mewujudkan mimpinya dan aku juga akan melakukan hal yang sama. Namun aku perlu memastikan mba Ana juga bisa dan sudah mampu dalam rencana aku nanti. "


Ana masih kebingungan dengan pembicaraan Keysha tapi Keysha sudah menarik dirinya untuk ikut pulang ke apartemen tempat mereka tinggali. Dalam perjalanan Keysha menjelaskan maksudnya tadi pada Ana.


Keysha mengatakan ingin Ana mempelajari beberapa masalah bisnis karena Keysha mau nantinya Ana membantu dirinya dalam mengembangkan bisnis yang akan dia buat nantinya.


" Jadi maksud kamu, aku kamu libatkan dalam semua kegiatan yang ingin kamu lakukan? "


" Iya mba. Aku ingin mengejar mimpi aku. Namun aku juga harus memastikan hari tua aku nanti. Jadi dalam semua rencana aku, aku ingin melibatkan mba Ana di dalamnya. Bila dalam berjalannya waktu nanti mba Ana punya keinginan yang mau di lakukan, aku tidak akan menghalanginya nanti. Namun bila belum ada, mba Ana bisa membantu aku dalam semua rencana aku. "


Ana tau niat Keysha baik. Namun bila dirinya hanya di jadikan pembantu saja, Ana merasa tidak terima. Harga dirinya merasa terinjak bila dia di perlakukan sebagai pembantu oleh Keysha.


Namun sebenarnya keinginan Keysha bukanlah begitu. Dia mau menjadikan Ana sebagai rekan kerja dan ikut menjalankan bisnis bersama. Bukan sebagai bawahan tapi memang menjadi pemilik bersama. Tapi pikiran Ana yang memang selalu buruk mengenai niat Keysha akhirnya menyalah artikan kebaikan Keysha.

__ADS_1


" Baiklah aku mau belajar Key. Siapa yang akan mengajari aku nanti? "


" Aku akan mengenalkan mba Ana pada seseorang yang bisa membimbing mba Ana nanti. Jadi tenang saja. "


Ana hanya mengangguk dan menerima semua bantuan Keysha itu. Dia ingin belajar dulu dari Keysha setelah dia bisa dan pintar nanti, Ana akan pergi meninggalkan Keyasha. Itulah yang ada di pikiran Ana.


Keesokan paginya, Keysha berangkat ke kampus seperti biasa dan tanpa ada drama pagi tentang sarapan. Karena Keysha tidak lagi membuat sarapan untuk dia dan Ana makan sebab Keysha pergi tanpa sarapan seperti biasanya. Dia juga tidak cemas tentang Ana yang sarapan atau tidak di apartemen karena Keysha tau Ana bisa memasak sendiri. Keysha hanya meninggalkan note untuk Ana yang mengatakan dirinya sudah berangkat kuliah saat itu.


Begitu Keysha sampai, dia tidak memperhatikan ada seseorang yang menatap kearah dirinya dengan tatapan menyelidik. Bahkan orang itu tidak berkedip sama sekali begitu melihat Keysha turun dari mobilnya. Sedangkan Keysha yang akan memasuki gedung kampus langsung di cegat oleh Vince yang baru saja datang dan ingin masuk kelas bersama sama dengan Keysha.


" Selamat pagi Key.. "


" Pagi Vince.. Ada apa kamu pagi ini? Kenapa terlihat seperti ada masalah? "


Keysha langsung berhenti berjalan begitu mendengar perkataan Vince. Dia takut kalau nantinya ada orang jahat lagi yang berniat mencelakai Vince dan keluarganya.


" Hey.. tenang. Aku sudah menyuruh anak buah aku menyelidiki hal ini. Aku tidak akan lengah lagi tentang keselamatan aku. Jangan sampai kejadian Sasa terulang kembali. "


Keysha mengangguk dan melanjutkan perjalanan mereka lagi. Di dalam mobil tersebut, ada seorang wanita yang menyeringai sambil menatap Keysha dan Vince.


" Ice dan Quresha. Kalian sangat serasi saat bersama. Aku tidak menyangka akan semudah ini mendapatkan semua bukti yang aku mau. Kau memang wanita yang berbeda. Tak ku sangka kau ternyata bisa berteman akrab dengan putra kedua dari keluarga Williams itu. Namun siapa nama mu sebenarnya? Aku akan lanjutkan mencari tau dulu semua mengenai mu sebelum aku mendatqngi mu nanti. "

__ADS_1


Violla bergegas pergi dari parkiran mobil tersebut dan mengendarai mobilnya kembali ke masion tempat tinggalnya. Suasana hati Violla sangat bagus setelah melihat langsung wajah asli dari Quresha. Walaupun belum tau akan siapa nama asli dari Quresha, Violla tetap merasa senang dan dia akan dengan mudah mendapatkan nama Keysha nanti.


Kebahagiaan Violla yang dia rasakan pagi itu seketika lenyap begitu dirinya memasuki masion miliknya. Begitu pintu di buka, di ruang tamu mansion itu terlihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk dengan gagah disana.


" Dari mana saja kamu? "


" Apa mau anda datang ke tempat saya? "


" Tidak sopan sekali. Bila orang tua bertanya, kau harusnya menjawab dengan sopan. "


" Saya tau siapa yang harus saya perlakukan sopan atau tidak. Jadi jangan ikut campur. "


Rahang pria itu mengetat dan dia menunjukan ekspresi marah yang sangat ketara bila di lihat. Namun Violla tidak merasakan takut sama sekali akan hal itu. Dia sudah terbiasa menghadapi hal ini. Karena kehidupannya selalu di kelilingi oleh parasit penghisap darah tiap harinya.


" Kenapa anda terlihat sangat marah pada saya? Bukankah anda datang ingin meminta uang. Apa begini cara anda meminta sesuatu pada orang lain? Seharusnya anda memohon agar saya memberikan apa yang anda mau. "


Ucapan tajam Violla seketika membuat amarah yang sudah di tahan oleh pria itu meledak. Dia tidak terima di hina dan di rendahkan begitu oleh wanita muda yang ada di depannya saat ini.


" Violla... Kau lancang sekali bicara pada paman mu. Apa begini cara ibu mu mendidik mu sebelumnya? "


Begitu ibunya di bawa bawa dalam pembicaraan mereka saat ini, Violla tidak bisa tenang lagi. Tatapan matanya langsung menajam dan dia merasa sangat marah pada pamannya tersebut.

__ADS_1


" Bila kau tidak bisa menjaga ucapan mu, aku akan pastikan kau tidak akan bisa bersuara lagi seumur hidupmu kelak. "


Violla mengatakan hal tersebut dengan tatapan mata tajam dan jarak yang sudah sangat dekat dengan pamannya. Hingga pria tersebut merasa terintimidasi oleh keponakannya sendiri.


__ADS_2