
Selesai dengan acara belanja mingguan mereka, Keysha mengajak Julian untuk pergi ke toko pakaian. Dia ingin membelikan Julian pakaian yang bisa di gunakan untuk ganti.
" Kamu pilihlah beberapa pakaian yang akan kamu pakai nanti untuk ganti di rumah. Kamu tidak akan bisa hanya menggunakan pakaian itu saja terus."
" Aku rasa.. "
" Aku bilang beli apa yang kamu perlukan Julian. Jangan sampai aku mengulangi perkataan aku lagi. Ini sudah hampir jam makan malam dan kita masih sibuk mencari barang. "
Julian batu sadar kalau mereka sudah terlalu lama berkeliling di mall dan hari mulai gelap. Dia takut kalau nanti mereka pulang akan bertemu bahaya.
" Key, ini sudah malam apa kita sebaiknya langsung pulang saja. Aku takut nanti bahaya di jalan. "
" Dengar kita keluar membawa kendaraan sendiri. Kita juga akan melewati jalan besar nanti. Kamu tidak usah kawatir. Tapi tolong kawatirkan perut aku saja saat ini. Aku sudah mulai lapar karena kamu terlalu banyak membuang waktu. "
Cara Keysha untuk membuat Julian menjadi tenang memang sangat pintar. Dia tau kalau Julian tidak akan mengabaikan keinginan dia saat ini. Apalagi bila dia mengeluh mengenai makan. Karena Julian sangat tau kalau jam makan Keysha berantakan. Jadi saat dia bilang lapar, Julian pasti akan buru buru untuk mengikuti apa yang Keysha minta.
" Baik lah ayo cari makan"
" Aku minta kamu memilih beberapa pakaian bukan makan. "
" Oh.. oke oke. "
Mereka masuk kedalam toko pakaian pria dan Keysha ikut memilih pakaian untuk Julian. Penampilan Keysha masih seperti sebelumnya. Sangat tertutup dan bergaya seperti laki laki. Tapi bentuk tubuh Keysha tidak bisa membohongi kalau dia permpuan.
Tapi tidak ada orang yang melirik dirinya saat dia berpenampilan begitu kecuali orang yang memang mengenal dirinya. Seperti saat dia memilih pakaian saat ini. Ada seseorang yang menepuk bahunya dan mengenali dirinya.
" Sedang membeli pakaian untuk siapa kamu? Kenapa kamu tumben main ke mall? "
" Alex. Kau mengagetkan aku. "
" Sha, Kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu mencari pakaian untuk siapa? Kamu tidak pernah keluar untuk hal yang tidak penting. "
__ADS_1
Keysha melihat ke arah Julian dan dia segera menunjuk Julian untuk menjawab pertanyaan Alex. Julian mendekat pada Keysha karena takut Keysha di ganggu oleh orang asing itu. Tapi saat mendekat, dia mendengar pembicaraan mereka yang akrab.
" Ini orangnya lex. Dia adalah Julian. Dia kakak aku. Kami kemari untuk membeli beberapa pakaian untuk dia pakai selama tinggal di negara ini. "
Julian kaget dengan jawaban Keysha atas pertanyaan Alex padanya. Tapi tidak membantah apapun yang Keysha ucapkan.
" Oh hai. aku Alex teman Keysha. "
" Julian. "
Keysha kembali sibuk memilih pakain untuk Julian sedangkan Alex terus mengajak Julian bercerita mengenai pertemuan dia dengan Dira sebelumnya. Tapi semua adalah hal yang masih normal saja yang di bicarakan oleh Alex pada Julian. Bukan hal sensitif mengenai pekerjaan.
" Kak.. ini pakaian di coba dulu. Kalau kamu terus bicara dengan dia, aku takut kamu nanti tidak akan di biarkan pergi olehnya. Karena Alex sangat suka bicara. "
Julian masih asing dengan panggilan baru yang di sematkan oleh Keysha padanya. Karena ini pertama kalinya Keysha bersikap sangat manis pada dirinya. Mungkin itu di karenakan Keysha mengatakan Julian adalah kakaknya pada Alex.
" Baiklah. Tunggu sebentar oke. "
" Ada apa Lex? Sepertinya kamu sangat ingin berbicara dengan aku. Ada masalah apa? "
" Aku sedang melakukan pengintaian. Kamu mau ikut? penghasilan lumayan besar. "
" Aku sedang sibuk dengan kakak aku. Bahkan aku belum sempat mengerjakan perkerjaan aku saat ini. Aku tidak ikut. Mungkin lain kali saat semua sudah lebih santai. "
" Hemm. "
Alex akhirnya membicarakan mengenai beberapa hal penting mengenai pekerjaan dirinya sekarang oada Keysha dan setelah itu dia pergi menunggalkan toko itu sebelum Julian datang.
" Key.. apa ini tidak masalah? "
" Pakaiannya apa pas? "
__ADS_1
" Pas tapi harganya. "
" Ayo kita bayar dan pulang. Aku sungguh lapar. Aku akan memesan saja nanti makanan tidak ada waktu untuk memasak saat ini. "
Julian hanya menuruti Keysha dan dia membayar semua barang yang di beli Julian. Tapi Julian tidak melihat adanya Alex lagi di dekat mereka jadi dia melihat kesekirar untuk memastikan keberadaan Alex.
" Dia sudah pergi. Maaf tadi aku memanggil kamu kakak. Karena akan ribet bila aku mengatakan aku bertemu kamu saat kamu sedang tidak baik baik saja. "
" Aku tidak masalah untuk itu. Dan itu terdengar lebih baik dan aku merasa kita lebih dekat karena panggilan itu. "
Keysha hanya tersenyum untuk menanggapi apa yang di katakan oleh Julian. Mereka segera pergi dari mall dan menuju apartemen. Tapi saat di jalan jalan, Keysha melihat ada yang menjual masakan korea yang dia suka. Jadi Keysha ingin berhenti untuk membeli makanan itu. Tapi Julian melarang dirinya.
" Key, kamu mau mampir membeli makanan pedas itu? Jangan makan itu sekarang. Perut kamu akan sakit nanti. Lebih baik kamu membeli makanan yang tidak pedas dulu. Bukan maksud aku membatasi kamu. Tapi ini untuk kebaikan kamu. Lagipula makanan itu tidak akan seenak makanan di negaranya langsung. "
Keysha setuju dengan semua ucapan Julian. Jadi dia membatalkan niatnya karena dia sadar perutnya memang belum berisi makanan dari pagi.
" Baiklah. Tapi nanti aku mau makan roti dulu setelah itu aku akan masak makanan apa yang aku mau. "
Julian hanya tersenyum melihat tingkah laku Keysha yang seprti anak kecil saat ini. Sikap Keysha yang di perhatikan oleh Julian berubah sejak mereka berbelanja itu membuat Julian merasa senang. Dia merasa bisa membuat Keysha nyaman dengan adanya dirinya di sekitar Keysha.
" Key apa kamu bisa memanggil aku kakak lagi? "
" Kenapa ketagihan? "
" Aku merasa kita dekat aja kalau kamu memanggil aku seperti itu. "
" Hem.. baiklah.. "
Keysha tidak mengerti akan dirinya yang bisa lebih santai pada Julian saat ini. Dia bahkan merasa tidak keberatan sama sekali menghabiskan uangnya bersama Julian saat ini. Mungkin karena Keysha merasa ini sebagai bentuk dia membuat seseorang nyaman di dekatnya dan dia tidak sendirian lagi. Tapi semua yang Keysha lakukan saat ini memang tidak ada yang membuat dia menggerutu kesal atau merasa menyesal telah melakukan semua itu.
Keysha malah menikmati semua kegiatan mereka bersama. Dan setelah sampai nanti dia harus mempersiapkan materi untuk proposalnya yang akan di sampaikan 2 hari lagi di depan perwakilan perusahaan W Corporation.
__ADS_1