
Alex sudah datang dan membawa Daren pergi dari tempat tersebut. Dia tidak ada berbicara apapun pada Violla karena Alex bukan tipe orang yang akan mau menyapa orang yang tak dia kenal.
" Key, bisa kamu jelaskan apa yang terjadi? Kamu apa tau resiko besar yang akan kamu dapatkan kalau melakukan tindakan ini? "
" Aku melakukan apa Violla? Aku tidak melakukan apapun. Apa yang aku lakukan sekarang? "
Violla menghela napas beratnya. Dia sudah tidak tau lagi harus bicara apa pada Keysha bila begini. Namun Violla ingin memperingatkan Keysha kalau Daren itu bukanlah orang yang bisa dia sentuh dengan mudah. Akan banyak bahaya yang mereka dapatkan nanti.
" Key, kamu tau akibat bila melakukan semua ini? "
" Kau takut pada dia karena tau siapa orang yang melindungi dia? "
" Dia bukan orang biasa Key. "
" Dengar Violla, aku tidak tau apa yang membuat kamu ragu untuk melawan paman kamu sendiri. Padahal aku sangat tau kau sangat mampu mengalahkan dia dengan kemampuan yang kamu punya. Apa semua ini berhubungan dengan orang yang melindungi dirinya? Kau takut berurusan dengan orang itu? Atau kau berhutang budi pada orang itu? "
Violla menarik napasnya untuk menenangkan diri dulu. Dia takut kalau nanti terjadi sesuatu pada Keysha karena tindakan Keysha ini.
" Baiklah, aku tidak tau kamu mengetahui ini atau tidak. Namun aku harus menjelaskan kenapa aku tidak bisa melawan dia selama ini. "
Keysha masih diam dan mendengarkan apa yang Violla katakan. Karena ini juga merupakan informasi penting untuk dirinya agar bisa melawan orang yang ada di belakang Daren.
" Key, orang yang mendukung dia dari pemerintahan. Dia orang yang berbahaya dan dia selalu menggunakan kekuasaannya untuk melindungi diri. Selain itu, orang tersebut juga bergabung dalam kelompok mafia. Jadi akan sangat berbahaya bila kita menyinggungnya. "
" Quenza tau akan hal ini? "
" Tau, dia juga sama seperti aku tidak bisa melawan karena hal tersebut. "
__ADS_1
" Apa yang membuat kamu terus memberikan dia suntikan dana? Aku yakin ada hal yang lain dari semua ini."
Violla memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Keysha selama ini. Bahkan perlahan lahan bukan Keysha yang bisa dia rubah tapi dirinya lah yang berubah karena pengaruh Keysha.
Kebiasaan buruk Violla yang selalu egois dan ingin menang sendiri itu perlahan lahan di rubah Keysha dengan sikapnya selama ini.
" Kau benar benar jeli Key. Aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari kamu. "
" Lalu apa? "
" Kemarian orang tua ku. Aku masih menyelidikinya dan mencari bukti untuk itu. Aku yakin meninggalnya mereka ada hubungannya dengan paman aku itu. "
"Bila kau sudah tau, apa kau akan berani melawan dia nanti? "
" Aku akan jebloskan dia kepenjara. "
" Kenapa kamu tertawa? "
" Kau bodoh. Kau tau orang yang mendukung Daren dari pemerintahan, lalu kenapa kamu ingin Daren di penjara? Kau yakin dia akan mendapatkan hukuman? Dia bisa saja bebas dengan mudah dari sana. Violla, kenapa kau tidak berpikir hal seperti itu selama ini? Kau sungguh membuat aku tidak percaya dengan sikap mu ini."
Violla tidak pernah berpikir sampai sana. Apa yang Keysha katakan memang benar. Dia seperti orang bodoh sekarang. Karena selama bertahun tahun dia melakukan hal yang sia sia.
" Ternyata aku sangat bodoh. "
Keysha hanya tersenyum tipis menanggapi hal itu. Dia ingin masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Violla diruang tamu sendirian. Namun Violla menahan dia lagi.
" Key, apa yang akan kamu lakukan pada dia nanti? "
__ADS_1
" Aku? Bukan aku. Tapi Alex yang akan melakukannya. Aku tidak ada hubungan apapun dalam masalah ini. "
" Bisa bantu aku untuk menabyakan hal ini pada teman kamu itu? Aku ingin tau apa yang akan di dapatkan oleh dia. "
" Kalau kau memang ingin tau atau mau ikut membalaskan luka di hati mu, kau bisa pergi ketempat Alex untuk bertanya langsung. Untuk maslah orang yang mendukung Daren selama ini, kau tidak perlu khawatir karena Alex sudah mendapatkan cara yang bagus untuk hal ini. Aku sama sekali tidak ada hubungan dalam hal seperti ini. "
Violla mengangguk dan ingin sekali bertemu dengan Alex sekarang. Dia ingin membalaskan rasa sakit yang dia terima sedari kecil dan membalas kematian orang tuanya.
" Bisa antar aku kesana? "
" Tidak sekarang. Alex tidak akan membiarkan kau menemui dirinya saat ini. Karena dia pasti sedang bermain main dengan Daren saat ini. Sudah tenang saja, kau akan aku ajak ke tempat Alex nanti. "
Violla akhirnya diam dan membiarkan Keysha pergi kekamarnya. Sedangkan di Tiongkok, orang tua Revan sudah sampai di negara itu dan sudah di jemput langsung oleh Revan. Mereka ingin langsung menemui Julian saat itu. Namun Revan menahan karena mereka harus mengatur strategi dulu sebelum menemui Julian.
" Kita sebaiknya pergi ke tampat aku dulu ma, pa. Kita harus membuat rencana untuk membujuk Julian agar mau memberikan kita uang dan membiayai hidup kita. "
" Dia keponakan papa mu, dia pasti mau membantu kita. "
" Mama terlalu percaya diri. Apa mama tidak ingat bagaimana kita dulu memperlakukan dia? Apa mungkin dia mau menolong kita, bila kita menemui dirinya? Kita harus membuat rencana dulu ma. "
Ayah Revan setuju dengan rencana anaknya. Memang mereka tidak bisa melakukan semua hal itu dengan tergesa gesa. Mereka harus mempunyai rencana yang matang dulu untuk mendapatkan perhatian dari Julian dan mendapatkan simpatinya.
" Kita istirahat saja dulu. Besok kita akan cari cara untuk menemui Julian. Kalau memang dia sudah menjadi orang kaya sekarang, dia sudah pasti dengan mudah merendahkan kita dan mengusir kita nanti. Jadi untuk menghindari hal itu, kita harus memikirkan cara yang tepat untuk bertemu dengan Julian. "
Mereka akhirnya pergi bersama menuju tempat tinggal yang selama ini Revan tempati. Mereka berkumpul di sebuah kamar kecil yang di sewa Revan.
Di perusahaanya, Julian mendapatkan kabar dari orang kepercayaannya mengenai kedatangan paman dan bibiknya. Dia sudah menduga akan hal ini. Sejak pertemuan dirinya dengan Revan, Julian sudah memikirkan hal tersebut. Sudah pasti Revan akan meminta orang tuanya datang untuk mengais uangnya lagi.
__ADS_1
" Kay mungkin dulu bisa berbuat semau mu. Namun sekarang tidak akan pernah aku biarkan kau bertindak keterlaluan. Aku akan melawan kalian sekarang. Karena sekarang aku sudah mempunyai tujuan untuk hidup. Jadi tidak akan aku biarkan lalat pengganggu merusak semua kerja keras ku. "