Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Bahaya yang Datang


__ADS_3

Di ruang bawah tanah Alex saat ini sedang terjadi kekacauan. Banyak anak buah Alex yang terluka dan bahkan meninggal saat itu. Penyerangan itu terjadi di saat Alex sedang tidak berada di sana karena sedang berada di markasnya.


Alex memang sengaja menahan Daren di rumahnya itu. Karena begitu dia tau orang orang yang ada di belakang Daren, Alex merasa tidak baik bila dirinya menahan Daren di markas miliknya. Karena hal itu akan membuat markas itu di ketahui oleh musuh musunya nanti.


Dugaan Alex ternyata benar dan saat dia meninggalkan rumah itu, banyak orang yang datang kesana dan menyerang anak buah Alex. Mereka datang untuk melepaskan Daren dari tawanan Alex saat ini.


" Jadi mereka sudah bergerak saat ini. Cepat juga mereka bertindaknya. Sekarang tinggal aku peringatkan pada Keysha agar dia dan temannya hati hati dalam bertindak. Mereka pasti akan membalas dendam setelah ini. "


Baru saja Alex berkata demikian, Keysha sudah menghubungi dirinya.


" Halo Key... "


" Lex, apa Daren saat ini masih ada bersama kamu? Apa semua baik baik saja? "


" Apa kau sudah tau tentang hal ini Key? "


" Apa maksud mu? "


" Kau tau Daren sudah di bebaskan oleh orang orangnya? Baru saja aku berniat menghubungi kamu tentang hal ini. Namun kamu lebih dulu menanyakan tentang dia. Apa kamu tau semua itu? "


Keysha di sebrang sana langsung diam dan menatap kearah Quenza. Dia kaget saat semua yang di katakan oleh Quenza menjadi kenyataan.


" Baiklah, aku tutup dulu. "


Keysha menutup telponnya dan dia menatap Quenza yang saat ini menunjukan senyum mencibir.


" Bagaimana? Apa kau masih merasa pintar sekarang? Karena kau, Violla akan dalam bahaya saat ini. Kau belum mengenal musuh mu dengan baik tapi kau sudah berani bertindak gegabah. "


" Apa rencana mu selanjutnya? "


" Apa lagi, hanya sembunyi dari mereka. "

__ADS_1


Keysha marah dan kesal pada sikap Quenza yang terlihat cuek dan acuh dalam menghadapi masalah ini. Jadi Keysha memutuskan untuk pergi meninggalkan Quenza sendirian disana.


" Apa kau akan kabur? "


Keysha berhenti berjalan namun tidak berbalik menatap Quenza.


" Aku bukan orang yang akan kabur saat menghadapi masalah begini. "


" Kalau begitu ayo kerjasama mengalahkan mereka. Dengan kekuatan kita bersama, aku yakin kita bisa melawan mereka. Walau kemungkinan menang sangat tipis. Namun itu lebih baik daripada kabur. "


Ucapan Quenza itu menyulut emosi dalam diri Keysha. Dia lalu berbalik dan menatap Quenza tajam.


" Mungkin untuk mu kalah hal yang lebih baik. Namun untuk aku, aku tidak akan pernah menerima kekalahan. Aku akan buat mereka kalah nanti. Tunggu dan lihatlah apa yang akan aku lakukan pada mereka nantinya. "


Senyum menyeramkan Keysha tunjukan saat itu. Barulah Quenza paham kalau Keysha tak seperti yang dia kira. Banyak hal yang Keysha bisa lakukan untuk meraih kemenangan. Dan semua tindakan yang dia lakuka bukanlah tindakan implusif saja.


" Sepertinya kau begitu cerdik dan punya banyak rencana licik. Baiklah.. ayo berjuang bersama. "


" Kau mau ikut dengan ku? Ayo pergi ke tempat ku. Karena semua barang barang aku ada disana. Aku datang kemari tidak membawa apapun untuk melakukan pertempuran. "


Quenza mengikuti Keysha untuk pergi meninggalkan mansion tersebut dan selama perjalanan Quenza terus memperhatikan gerakan Keysha.


" Pantas saja Violla begitu tertarik padanya. Ternyata dia menyimpan begitu banyak sisi berbeda dalam dirinya selama ini. Wajah polos dan lugu yang dia tunjukan bisa dengan mudah menipu orang yang melihatnya.


" Jangan menatap aku begitu. Bola mata mu akan lepas bila terus menatap aku. "


"Ternyata kau menarik juga. Tak ku sangka kalau Violla jeli juga menilai seseorang. "


Keysha tidak menjawab. Dia hanya melajukan mobilnya kearah apartemen miliknya. Sepanjang jalan Keysha terus waspada dengan keadaan sekitar, karena Keysha yakin kalau mereka pasti sedang di awasi sekarang.


" Jangan terlalu khawatir, mereka perlu waktu untuk menyerang kita. Saat ini mereka pasti sedang merencanakan penyerangannya. Kau tenang saja, kita akan aman sampai di tempat yang kau inginkan. "

__ADS_1


" Kau tau segalanya. Apa kau sebenarnya ikut terlibat dalam masalah ini? "


Karena kesal dengan tingkah Quenza, Keysha sengaja mengatakan hal itu pada dirinya. Dia ingin Quenza diam dan tidak mengatakan apapun lagi untuk sekarang.


Di Tiongkok, setelah meeting dengan seorang investor, Julian kembali di datangi oleh orang tua Revan. Mereka datang kembali ke perusahaannya, dan di berikan ijin masuk oleh resepsionis karena mereka mengatakan mereka adalah keluarga dari Julian.


" Apa apa lagi kalian datang? "


" Jul, apa begini cara kamu menyambut kami yang sudah lama tidak bertemu dengan mu? "


" Kalian pikir aku tidak tau apa tujuan kalian datang menemui aku? Kalian pikir dengan bersikap baik pada aku, aku akan luluh dan memberikan uang pada kalian? Jangan bermimpi untuk hal itu. Aku sangat ingat bagaimana perlakuan kalian dulu pada aku. Aku tidak akan memberikan apapun yang kalian inginkan saat ini."


Burhan marah dan langsung membentak Julian. Dia tidak terima dengan sikap kurang ajar yang Julian tunjukan pada mereka saat ini.


" Jaga sikap mu Julian. Aku ini paman mu. Tak sepantasnya kau berkata seperti itu."


Julian bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati paman dan bibiknya tersebut.


" Jangan bicara hal yang menggelikan pada aku. Kau bilang kau paman ku. Lalu kapan kau pernah bersikap seperti paman untuk ku? Kau hanya benalu dalam keluarga ku. Kau mangambil seluruh harta milik orang tua ku dan kau bersama istri mu menelantarkan aku begitu saja. Kenapa sekarang aku harus hormat pada mu? Apa ada alasan yang bisa membuat aku harus bersikap begitu pada kalian? "


Burhan dan istrinya membeku melihat sikap yang du tunjukan Julian pada mereka. Selama ini yang mereka tau, Julian tidak akan pernah berani melawan semua yang mereka katakan. Apalagi sampai berani bersikap kurang ajar pada mereka.


" Siapa yang mengajari kamu besikap begini? Kau sangat kurang ajar sekarang Julian."


" Aku bersikap kyrang ajar hanya pada orang yang pantas mendapatkannya. Kalian segeralah tinggalkan tempat ini sekarang juga. Karena kehadiran kalian tidak di harapkan sama sekali. Ah... iya.. jangan pernah datang lagi kemari karena aku tidak akan memberikan apapun kepada kalian. "


Dengan amarah yang besar karena sudah di permalukan oleh Julian, Burhan dan istrinya meninggalkan perusahaan itu.


" Pa, apa yang akan kita lakukan sekarang? Mama tidak mau lagi hidup seperti ini. Uang kita sudah sangat sedikit sekarang. Bagaimana kita bisa hidup di negara ini nanti? "


" Kau tenang saja, bila tidak bisa menggunakan cara baik baik, aku akan mendapatkan dengan cara yang kasar. Apa yang aku lakukan pada orang tuanya dulu, akan aku lakukan lagi pada dirinya. "

__ADS_1


__ADS_2