Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Ternyata Begitu


__ADS_3

Burhan dan istrinya menyusun kembali rencana mereka untuk mencelakai Julian. Karena Julian tidak mudah mereka bujuk lagi dengan tipu muslihat mereka, Burhan berencana menghabisi Julian sama seperti dia menghabisi kakak dan iparnya dulu.


" Pa, apa papa yakin kita akan berhasil? Mama takut keberuntungan kita tidak sama seperti dulu lagi. Mama takut Julian tau hal ini. "


" Sudah ikuti saja. Kamu mau kita tidak bisa makan besok? Setidaknya bila dia tidak meninggal, dia pasti lumpuh. Kita bisa menguras harta dia dengan mudah saat itu. Kau paham? Sekarang cepat bantu aku melihat keadaan sekitar. ".


Burhan sudah mengawasi Julian beberapa hari belakangan, jadi dia tau dimana tempat tinggal Julian dan kebiasaan Julian yang sering menginap di perusahaan.


Burhan nekad memotong rem mobil yang Julian kendarai untuk mencelakai Julian nanti. Dia bahkan membuat tangki minyak mobil itu bocor juga. Burhan melakukannya dengan cepat karena dia sudah berpengalaman dalam hal begini. Beberapa kali Burhan melakukannya pada orang orang kaya, tapi tidak pernah ketahuan. Hingga samapi dia nekad melakukan hal itu pada kakaknya sendiri.


Burhan iri dengan kesuksesan dan keharmonisan keluarga kakaknya. Jadi Burhan melakukan itu agar semua harta milik kakaknya bisa dia kuasai.


Namun sayangnya, Julian tidak ikut dalam perjalanan orang tuanya itu. Jadi Julian sendiri yang selamat saat itu. Namun hal tersebut tidak jadi halangan untuk Burhan menguasai harta kakaknya karena Julian masih kecil di saat itu.


" Sudah.. Sekarang kita tunggu saja sampai dia mengendarai mobilnya. Kita ikuti dan begitu terjadi kecelakaan, papa akan ambil sidik jarinya untuk mencairkan semua uang dan juga mengambil alih semua yang dia punya. "


Safira menganggik dan mengikuti semua perkataan suaminya. Dia bersembunyi dan meninggu Julian keluar dari kantor dan mengendarai mobilnya.


" Ternyata cara licik begini yang ingin kalian lakukan pada aku sekarang? Sungguh bodoh. Apa kalian pikir aku tidak mengawasi kalian selama ini? Kalian berbuat hal begini dengan mudah aku ketahui. "


Julian terus memperhatikan rekaman cctv yang memperlihatkan semua yang di lakukan oleh Burhan dan istrinya. Namun rekaman cctv itu tidak bisa menangkap suara di sekitarnya. Jadi Julian tidak tau apa yang Burhan dan istrinya bicarakan.


*Tok... tok.. tok... *


" Masuk. "


" Maaf tuan, saya membawakan sebuah rekaman, saya rasa ini penting untuk tuan dengar sekarang."

__ADS_1


Anak buah Julian yang terus memata matai Burhan dan Safira itu memberikan rekaman tentang percakapan mereka tadi. Hingga saat Julian memutar rekaman itu, amarah yang besar muncul di dadanya. Tatapan mata Julian menajam dan tidak ada kelembutan dan kehangatan lagi di sorot mata itu.


" Apa yang harus saya lakukan sekarang tuan? "


" Tangkap mereka. Bawa juga anaknya ikut bersama kalian. Aku akan menghukum mereka dengan caraku sendiri. Tak akan aku biarkan mereka bersenang senang lagi sekarang. "


Julian yang lemah dan cuek sekarang berubah. Orang yang melihat Julian sekarang, akan langsung paham kalau Julian sedang marah dan bisa menyakiti orang yang membuat masalah dengan dirinya.


" Baik Tuan. "


Anak buah Julian langsung mengerjakan tugas yang di berikan untuknya Sedangkan Julian dalam ruangannya terus menatap rekaman cctv tempat Burhan dan istrinya sembunyi.


" Kalian pikir aku sebodoh dulu lagi? Atau kalian pikir aku masih Julian yang lemah? Kalian akan tau bagaimana perubahan aku setelah semua yang aku dapatan dulu. Kalian akan aku buat merasakan penderitaan yang selama ini aku rasakan. "


Julian melihat anak buahnya sudah menangkap Burhan dan Safira. Jadi Julian langsung bersiap untuk pergi dari tempat itu untuk menemui mereka bertiga.


" Tumben tumbenan Alex menghubungi aku? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Keysha? "


Julian tanpa pikir panjang langsung mengangkat telpon tersebut.


" Halo Lex.. Ada apa? Keysha baik baik saja bukan? Bagaimana keadaan dia? "


" Julian, jangan bertanya yang macam macam dulu. Aku ingin memberitahu kamu sesuatu, hanya saja aku tidak mau kamu mengatakan hal inj oada Keysha. "


Julian mengambil sikap serius dan mulai mengatur napasnya agar lebih tenang lagi.


" Apa jelaskan. "

__ADS_1


" Kamu jangan bilang pada Keysha apapun yang aku katakan. Kamu datang sekarang cepat kemari, nanti aku kirimi kamu sebuah alamat. Kamu datanglag dengan persiapan lengkap. Aku takut Keysha lepas kendali nanti. Bila dia marah, tidak ada yang bisa menenangkan dirinya. Jadi tolong datang dan buat dia nanti tenang. Aku akan kirimkan pesawat untuk menjemput mu sekarang juga. "


" Keysha kenapa Lex? Jelaskan pada aku sekarang. "


Alex menjelaskan secara singkat pada Julian tentang apa yang selama ini Keysha lalui. Mulai dari pertemuan dia dengan Violla, masalah masalah yang Keysha hadapi setelah tinggal dengan Violla serta masalah Ana yang sudah keluar dari apartemen Keysha. Semua Alex ceritakan dengan singkat pada Julian.


Hingga akhirnya puncak masalah yang terjadi saat ini, dimana Keysha akan nekad masuk kedalam permainan kelompok pengedar obat terlarang. Alex bukan takut Keysha di biys atau di lukai senjata, Alex takut ada yang menyuntikan obat terlarang kepada Keysha nanti.


Selain itu, amarah Keysha sedang tidak setabil, takutnya nanti Alex tidak bisa menenangkan Keysha bila sampai itu juga terjadi.


" Baiklah, kirim cepat pesawatnya. Aku akan datang sekarang. "


" Mereka sudah aku perintahkan dari tadi. Kamu datang saja ke alamat yang aku kirimkan oada kamu. Nanti disana akan ada yang memandu kamu untuk masuk kedalam pesawat yang sudah aku siapkan. Julian, aku harap kau datang tepat waktu nanti. Bila tidak, Keysha pasti lepas kontrol nanti. "


Julian tidak mengatakan apapun. Dia menutuo telponnya dan berjalan meninggalka ruangannya.


Sambil berjalan, Julian memberikan tugas pada asistennya untuk menangani masalah dulu beberapa hari kedepan di perusahaannya. Dia tidak akan bisa datang kesana dalam beberapa hari kedepan. Selain itu, Julian juga menghubungi anak buahnya yang sudah menangkap Burhan dan Safira. Agar menunda hukuman mereka.


" Kalian kurung saja dulu mereka bertiga di satu ruangan gelap tanpa ada cahaya. Setelah urusan ku selesai, aku sendiri yang akan menghukum mereka. "


" Baik tuan. "


Kemarahan Julian pada Burhan itu bertambah besar di saat dia mendengar Keysha sekarang dalam masalah.


" Aku tidak peduli siapapun kau, bila sampai kau menyentuh wanitaku, aku pastikan tangan mu tidak menempel lagi di tubuh mu nanti. Tak akan ada ampun untuk kalian yang telah berani melawan wanitaku. "


Kemarahan Julian membuat dirinya seperti orang lain saat ini. Raut wajah yang biasa Julian tunjukan adalah raut wajah seorang yang tak peduli pada lingkungan sekitar. Namun sekarang, raut wajah Julian seperti orang yang siap mencabik cabik tubuh lawanya.

__ADS_1


__ADS_2