Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Sampai Bertemu Kembali


__ADS_3

Acara perpisahan sederhana yang di lakukan oleh Julian dan yang lainnya terasa biasa saja untuk mereka. Tidak ada yang spesial dari perpisahan itu hanya makan malam dan mengobrol biasa saja mereka lakukan bertiga.


Namun hati ketiga orang itu sudah menyimpan banyak kesedihan yang tidak mau mereka perlihatkan pada masing masing dari mereka.


" Jul, apa kamu sudah berkemas? "


" Tentu. Lagi pula aku besok malam baru pergi. Jadi masih ada waktu untuk berkemas kembali. "


" Jangan lupa bawa obat obatan kak. Kakak harus menyiapkan itu dari sekarang karena akan sangat sulit untuk kakak mencari obat saat kakak memerlukannya nanti. "


Perkataan Keysha itu menyiratkan kalau dirinya saat ini sedang menghawatirkan keadaan Julian yang mau pergi.


" Kamu khawatir Key? "


" Bukan hanya aku. Mba Ana pun juga mengkawarirkan kamu kak. "


Julian tersenyum lembut dan mengelus rambut Keysha dengan lembut. Semakin mendekati waktu perpisahan mereka, Julian semakin berat meninggalkan Keysha di negara itu sendirian. Walaupun banyak ada orang yang bisa menjaga Keysha untuknya, Julian tetap saja khawatir karena mengingat bagaimana cara Keysha selama ini menutupi kesedihannya seorang diri.


" Na.. Aku mau minta satu hal dari kamu. Apapun yang terjadi nanti selama aku tidak ada, aku harap kamu selalu menjaga Keysha dengan baik. Kau pasti sudah tau betapa keras kepalanya dia selama ini. Jadi tolong jaga Keysha ku dengan baik nanti. Aku akan segera datang lagi untuk menjaga dia nanti. "


Keysha mengeratkan pelukannya pada Julian karena dia merasa berat sekali melepaskan Julian untuk pergi. Sedangkan Ana, dia menahan air matanya yang akan mengalir kepipinya sekuat tenaga. Karena dia sangat paham akan apa yang Julian rasakan saat ini.


Julian yang awalnya ingin dia rebut dari Keysha, Julian juga adalah laki laki pertama yang tidak ada niatan buruk saat bersama dengan dirinya. Itu membuat Ana merasa sedih kalau mengingat akan perpisahan mereka. Namun bagaimana pun ini adalah yang terbaik yang harus di lakukan agar mereka bisa bahagia nantinya.


" Kamu tenang saja Jul. Aku akan pastikan dia selalu baik baik saja nanti. Aku akan selalu bersama dengan Keysha nantinya. "


Akhirnya pembicaraan mereka terhenti saat jam sudah telalu larut untuk mereka mengobrol. Ana masuk kedalam kamarnya dan mulai beristirahat. Sedangkan Keysha dia masih betah berada di pelukan Julian dengan menikmati pelukan hangat itu.


" Aku sangat takut pelukan ini akan menjadi pelukan terakhir kamu untuk aku nanti kak. Aku harap kamu akan tetap menjadi Julian yang aku kenal selama ini. Jangan pernah berubah dan mencari yang lain nantinya kak. "

__ADS_1


Pikiran Keysha yang kacau di ganggu oleh tepukan dari Julian di lengannya.


" Key, apa yang kamu pikirkan lagi? "


" Tidak ada.. "


" Kamu tau, kamu tidak bisa berbohong pada aku."


Keysha tidak menjawab apapun dan hanya memeluk erat tubuh Julian saja.


" Kamu tau, dasar dari hubungan yang aku pelajari selama ini itu adalah komunikasi, kejujuran dan kepercayaan. Jadi Key, apa kamu bisa percaya pada aku? Aku akan menjaga kepercayaan kamu seutuhnya sampai aku kembali lagi nanti. "


Keysha hanya mengangguk dalam pelukan Julian. Dia tidak berani menatap mata Julian secara langsung karena dirinya merasa tidak akan kuat bila harus melihat Julian saat ini. Keysha sudah menahan diri agar tidak menangis sedari tadi jadi dia tidak mau mengacaukan keinginannya itu karena melihat wajah Julian lagi sekarang.


" Apa kamu tidak mau menatap wajah aku? "


" Bukan begitu kak.. "


" Key, kita akan bertemu kembali. Mungkin karena ini pertama kalinya kita akan berpisah jadi terasa begitu berat untuk kita berdua. Namun aku sangat yakin nanti bila seiring berjalannya waktu, kita akan terbiasa dan kita bisa tidak akan sesedih sekarang lagi. "


" Apa akan lama kak? "


" Aku akan berusaha secepatnya kembali. "


Keysha mengangguk paham saja. Hingga akhirnya mereka hanya diam dan menikmati pelukan satu sama lainnya. Begitu pagi menyapa, mereka masih pelukan di sofa dengan posisi duduk.


Keysha dan Julian tertidur di sofa bersama karena tidak mau berpisah kekamar masing masing tadi malam.


" Selamat pagi... Kalian tidur di luar ternyata. Aku pikir kalian akan masuk ke kamar masing masing semalam. "

__ADS_1


Ana menyapa mereka berdua yang masih asik pelukan di pagi hari tersebut. Keysha mendengar sapaan Ana repleks bangun dan melepaskan pelukannya dari Julian. Dia sangat kaget saat baru menyadari kalau dirinya dan Julian tertidur di sofa bersama.


" Kak.. bangun.. "


" Bentar Key.. "


Julian yang belum sadar akan keadaan langsung menarik tangan Keysha lagi dan ingin memeluk Keysha kembali. Namun Keysha dengan cepat menukul tangan Julian tersebut agar menyadarkan Julian akan keadaan yang terjadi saat ini.


*plak*


" Bangun kak... ini sudah pagi. Mba Ana sudah membangunkan kita dari tadi. "


Julian yang memang tidak perduli akan hal lain selain Keysha, dia tidak perduli dengan apa yang di katakan Keysha soal Ana. Jadi Julian dengan santai bangun seolah tidak melakukan kesalahan apapun dan masuk kedalam kamarnya untuk mandi.


Keysha yang melihat tingkah Julian hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal karena hal ini. Namun Ana hanya menanggapi dengan senyuman saja. Karena menurut Ana itu adalah hal yang sudah sangat sering dia lihat selama ini, tapi Keysha masih saja merasa canggung akan keadaan seperti itu. Jadi saat melihat tidak ada respons dari Ana, Keysha langsung berlari kedalam kamarnya dan berniat langsung mandi.


" Dasar.. masih saja malu pada aku. Padahal aku sudah sangat sering melihat mereka bermesraan begitu. Masih menjalin hubungan atau tidak, kemesraan mereka tetap sama. Kenapa tidak mereka bilang saja kalau mereka masih pacaran ya.. Untuk apa status bilang bukan pacar tapi tindakan sudah seperti pasangan yang ingin cepat menikah."


Ana hanya bisa menggelengkan kepala dengan segala pemikiran yang dia miliki saat ini.


Saat hari sudah mulai sore, Ana dan Keysha sudah mengantar Julian ke bandara untuk keberangkatannya mengejar mimpi. Ana yang kemarin masih bisa menahan air mata saat ini dia tidak bisa lagi menahannya.


" Jul, tolong jaga diri kamu nanti disana. Jangan lupa kabari kami di tempat ini. "


" Tentu. Jaga diri Na.. Tolong jaga juga Keysha nanti. Kamu punya tanggung jawab yang besar saat ini. Tolong kabari aku tentang apapun yang terjadi di tempat ini nanti. "


Ana mengangguk dan sesekali menghapus air matanya yang mengalir di pipinya. Sedangkan Keysha, dia masih berada dalam dekapan Julian karena tangisan Keysha masih belum berhenti sampai sekarang.


" Aku akan segera kembali. Sampai bertemu lagi Key. Saat aku datang, aku akan pastikan kamu menjadi istri aku nantinya. "

__ADS_1


Keysha hanya tersenyum untuk menanggapi hal tersebut. Namun air matanya masih mengalir. Ana yang tau sudah waktunya Julian pergi akhirnya menarik tubuh Keysha agar mau melepaskan pelukannya pada Julian.


" Sudah.. Dia akan segera kembali lagi.. "


__ADS_2