
Selama menunggu makanan mereka datang, Julian membiarkan Keysha terus memeluk dirinya. Dia hanya mengelus punggung Keysha dengan pelan agar Keysha merasa lebih nyaman lagi.
" Kak, aku hanya sebentar di tempat ini. Aku harus melakukan hal yang lain lagi nanti. "
" Kamu akan kemana setelah ini? "
" Hanya ingin mewujudkan mimpi saja. Kenapa? Kakak mau ikut aku? "
" Apakah boleh? "
Julian jelas akan mengatakan hal tersebut pada Keysha. Karena dirinya sangat tidak ingin bila Keysha pergi jauh dari dirinya lagi.
" Pekerjaan kakak di tempat ini bagaimana? "
" Aku akan datang kemari sesekali untuk memeriksanya. "
Keysha melepaskan pelukannya karena dia sadar apa yang Julian katakan ini adalah hal yang serius.
" Aku gak mau. Jangan ikuti aku. Konsentrasi aku akan terpecah kalau kakak ikut bersama aku. Aku hanya akan pergi setahun saja untuk belajar. Setelah itu aku akan kembali menemui kakak."
" Aku tidak ingin berpisah lagi dari kamu Key.. Kita nikah yuk.. "
Lagi lagi hal ini yang Julian katakan. Dia sebenarnya serius mengatakan semuanya pada Keysha, hanya saja Keysha belum pernah menganggapnya serius. Sebab Julian mengatakan hal itu dengan mudah dan tanpa ada persiapan sama sekali.
" Kita kerja dulu kak.. Aku sedang menata masa depan ku di tempat kelahiran aku. Aku ingin nanti semua berjalan baik setalah kembali kesana. "
Julian mengangguk menanggapi perkataan Keysha. Namun dia merasa sedikit cemas karena ajakan nikahnya tidak pernah di tanggapi dengan serius oleh Keysha.
" Key, apa aku bisa menjadi satu satunya yang menjaga kamu selamanya? "
*Cup*
Tanpa mengatakan apapun, Keysha langsung mencium pipi dari Julian. Dia tau kalau Julian kembali merasakan kecemasan bila mereka harus berpisah lagi. Namun Keysha juga tidak bisa bila harus terus bersama dengan Julian.
" Kenapa makanannya lama sekali ya kak? Aku sudah sangat lapar nih. "
Keysha mengalihkan pembicaraan demi kenyamanan mereka berdua. Namun Julian yang baru saja di kecup pipinya, dia tidak bisa fokus pada apa yang Keysha katakan.
__ADS_1
" Key, kamu.. tadi, kamu. "
" Kakak tidak suka? Ya sudah aku tidak... "
" Suka. Sangat suka. Boleh aku mendapatkannya lagi? Namun bukan di pipi. "
" Dasar mesum.. "
Mereka tertawa bersama dan menghabiskan waktu tanpa ada memikirkan pekerjaan. Setelah makanan datang, Julian dan Keysha mulai makan dengan tenang sampai Julian mendapatkan telpon dari rekan bisnisnya yang mengatakan ingin mengundang dia makan malam bersama.
" Siapa? "
" Rekan bisnis aku. Dia mengundang aku untuk makan malam bersama. Kamu ikut ya sayang.. "
" Gak kak.. Kakak saja yang pergi. "
" Ayolah.. kamu tidak mau aku di goda oleh putrinya kan... "
Keysha menatap Julian dengan tatapan sinisnya. Dia kesal dengan apa yang Julian katakan.
" Coba saja kakak tergoda oleh wanita lain, aku akan buat kakak menyesal nanti. "
" Uuuhhh pacar aku ini tambah cantik aja sih kalau lagi posesif begini pada aku.. Aku gak mungkin tergoda wanita lain sayang. Hanya kamu pemilik hati aku. "
Gombalan Julian bukannya membuat Keysha tersipu malu, tapi Keysha menunjukan ekspresi malas sambil memutar bola matanya.
" Gombalan kakak klasik. Aku tidak suka mendengarnya."
" Hei... bukannya tersipu, kamu malah menunjukan ekspresi begitu. Aku sungguh kecewa. "
Akting Julian yang berlebihan itu sangat menghibur Keysha. Dia bisa tertawa lepas disaat bersama dengan Julian disana.
" Kita cari pakaian untuk kamu pakai nanti malam ya... "
Julian benar benar tidak mau pergi sendirian nanti malam, jadi dia memaksa Keysha untuk ikut bersamanya. Apalagi mengingat mereka hanya punya waktu sebentar saja berduaan, jadi dia harus memanfaatkannya sebaik mungkin.
" Sepertinya kakak hanya ingin memamerkan aku saja pada rekan bisnis kakak itu. Aku rasa bukan karena putrinya. "
__ADS_1
" Itu salah satu alasan aku. Untuk yang lainnya, memang aku ingin menghindari perjodohan yang orang itu ingin lakukan. Aku tidak mau dia terus menyodorkan putrinya pada aku. Dia harus tau kalau aku sudah punya seorang bidadari cantik yang menemani aku selama ini. "
Keysha cuma mengangguk saja karena sudah malas mendengar gombalan dari Julian. Begitu Keysha sudah setuju ikut bersamanya kejamuan itu, barulah Julian mengajak Keysha mencari gaun untuk dia kenakan nanti malam.
" Ayo kita cari pakaian untuk kamu Key. "
" Sudah banyak uang ya sekarang, sampai sampai kakak langsung ingin membeli gaun untuk aku hanya untuk makan malam saja. "
Sindiran Keysha itu bukan membuat Julian tersinggung, tapi Julian tersenyum lebar. Dia hanya ingin memanjakan Keysha dengan apa yang dia punya. Walau sering kali Keysha menolak apa yang ingin dirinya berikan.
Alasan Keysha selalu sama pada dirinya. * Lebih baik uangnya di tabung supaya masa depan terjamin.*
Selalu alasan itu yang di katakan oleh Keysha. Maka dari itu, Julian agak kesulitan membelikan Keysha barang barang mewah.
" Aku hanya ingin memanjakan kamu dengan hasil dari kerja keras aku saja Key. "
" Kalau begitu gampang kak. Ayo kita cari tempat hiburan disini. Aku ingin bermain sampai puas. "
Inilah yang Julian sukai dari Keysha, membuat dirinya bahagia itu hanya perlu cara yang sederhana. Bukan kemewahan yang Keysha inginkan, tapi dia hanya ingin bebas melakukan apapun yang dia sukai.
" Kalau hanya untuk membawa kamu ke tempat bermain dan mengajak kamu bermain sampai puas disana, aku rasa uang aku tidak akan banyak berkurang. "
Julian bergumam kecil seperti itu, tapi masihbdi dengar oleh Keysha. Hingga membuat Keysha menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada Julian.
" Hei.. hati hati kalau bicara ya.. Jangan terlalu sombong kak. Tidak baik mengatakan semua hal itu. Ingat kalau memang Tuhan menginginkan, semua yang kakak punya sekarang akan dengan mudah di ambilnya kembali. "
Julian mendengar ceramah Keysha membuat dirinya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tersenyum bodoh menanggapi semua yang Keysha ucapkan tadi pada dirinya.
" Maaf.. jangan marah lagi ya sayang.. Ayo kita lanjutkan dulu jalannya. "
Keysha yang tetlanjur kesal, mengabaikan apa yang Julian katakan. Dia berjalan cepat dan meninggalkan Julian di belakangnya.
" Sungguh sangat sensitif. Lagipula, kenapa dia bisa mendengar apa yang aku bilang tadi sih? Padahal aku mengatakannya dengan sangat pelan tadi. "
Julian terus menggerutu sambil mengejar Keysha. Namun begitu melihat Keysha, dia melihat ada seorang pria yang sedang di ajak bicara dengan Keysha. Yang mana hal itu membuat darah Julian mendidih.
Tatapan mata dari pria itu jelas menunjukan ketertarikan yang berbeda pada Keysha. Apalagi dia terus memperhatikan Keysha dari atas hingga bawah, semakin membuat Julian tidak nyaman.
__ADS_1
" Key.. "
" Ooohhh tuan Julian, kebetulan kita bertemu fi tempat ini. Anda ingin pergi kemana? Bukankah kita ada janji hari ini untuk meeting bersama? "