Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Biarkan Aku Merawat Kamu


__ADS_3

Keysha lama tidak sadarkan diri. Walau sudah cukup lama juga dokter selesai memeriksa dirinya. Bahkan saat ini Julian dan Ana sudah berada di dalam ruangan yang sama dengan Keysha.


" Jul, apa tidak sebaiknya kamu makan dulu? Dari pagi kamu belum makan dengan benar. Biar aku saja yang menjaga Keysha di tempat ini. "


" Kalau kau lapar, kau saja yang makan. Aku tidak lapar. "


Dari di tinggal dokter, hingga detik ini Julian tidak mau berpindah tempat dan tetap duduk di kursi dekat dengan ranjang Keysha. Dia tetap menunggu Keysha hingga sadar nanti. Bahkan Julian tidak minum sama sekali karena terus saja melihat wajah Keysha.


Ponsel Keysha sudah beberapa kali berdering namun tidak ada yang mengangkat panggilan itu. Alex yang berada di rumahnya merasa cemas karena tidak biasanya Keysha tidak mengangkat telponnya sampai beberapa kali. Jadi Alex melacak keberadaan Keysha melalui GPS yang ada di hp milik Keysha.


" Dia ada di rumah sakit? Siapa yang sakit? Atau Keysha sendiri yang sakit saat ini? Aku harus memastikan keadaan Keysha. "


Alex berangkat ke rumah sakit begitu dirinya mengetahui lokasi Keysha saat ini. Semakin dekat dengan rumah sakit, perasaan Alex semakin tidak tenang. Dia merasa ada sesuatu yang terus membuat hatinya cemas.


" Aku harap apa yang aku kawatirkan tidak terjadi padamu Key. Aku takut kamu kenapa kenapa hingga tidak bisa mengangkat telpon aku. "


Begitu sampai di rumah sakit, Alex bertanya pada perawat disana mengenai apa ada pasien yang bernama Keysha disana. Jawaban perawat itu semakin membuat Alex kawatir karena memang ada Keysha disana. Jadi Alex segera menuju kamar Keysha dan begitu di buka, Alex melihat Julian yang duduk didekat ranjang dan dia yakin yang di ranjang adalah Keysha. Alex belum melihat Ana saat ini. Jadi dia tidak menyapa Ana dan langsung berjalan mendekati Julian dan Keysha.


" Julian. Kenapa Keysha bisa sampai seperti ini? Dia kenapa? "


Julian kaget karena tiba tiba saja Alex datang dan langsung bertanya mengenai Keysha padanya. Namun Julian menjelaskan apa yang dia ketahui dari awal pada Alex.


" Dia kemarin aku tidak lihat sakit tuh. Hanya saja sikapnya sangat aneh kemarin. Saat dia baru datang, anak buah aku yang sedang latihan di ajak tanding oleh dirinya. Setelah itu dia membatu aku berkerja. "


" Aku juga tidak tau kalau dia sakit. Tadi pagi dia sehat sehat saja aku lihat. "


" Dia memang sangat pintar menyembunyikan segalanya. Apa kau sudah makan? Makanlah dulu aku akan menunggu dia disini. "


" Aku tidak lapar. Aku akan menjaga dia sampai dia sadar. "

__ADS_1


" Kau kakak yang baik. Sangat beruntung Keysha punya kakak sebaik kamu. "


Julian menjelaskan lagi pada Alex kalau dia bukan kakak kandung Keysha. Dia hanya orang yang di tolong Keysha dan sudah di anggap kakak oleh Keysha selama ini. Semua awal kejadian dia bertemu Keysha di katakan oleh Julian. Hingga Alex dan Ana sama sama kaget dengan apa yang di dengar mereka.


Ana pikir Julian tidak mengalami kejadian yang seperti itu. Dia pikir Julian hanya di tolong biasa oleh Keysha. Namun ternyata ada kejadian yang memilukan yang di alami oleh Julian sebelumnya.


" Kau pernah mengalami itu semua Jul? "


Pertanyaan Ana membuat Alex tersadar kalau di ruangan itu tidak hanya ada mereka saja saat ini.


" Dia siapa? "


Julian tidak menjawab pertanyaan Ana. Karena dia masih merasa kesal pada Ana saat ini.


" Dia Ana. Dia orang yang di tolong juga oleh Keysha waktu ini. "


" Key, kamu sangat baik hingga kau menolong mereka berdua. Padahal aku tau betapa susahnya kau mencari uang selama ini. Kau sampai kurang jam istirahat saat berkerja tapi saat ini kau malah membiayai dua orang lagi. "


Alex berkata begitu dalam hatinya sambil menatap Keysha. Dia tidak berani mengomentari apapun tentang Julian dan Ana lagi. Karena dia tau Keysha pasti punya alasan sendiri sampai menolong mereka begitu.


" Karena kalian sudah berdua disini, aku sekarang balik dulu. Ada hal yang aku kerjakan saat ini. Besok aku akan datang kembali melihat keadaan Keysha. Tolong jaga dia dengan baik ya. "


Alex langsung meninggalkan mereka di ruangan itu dan Ana memilih diam kembali di sofa karena tau Julian belum mau bicara lagi dengannya.


Saat dini hari, Keysha baru bangun dan melihat kesekitarnya dan ternyata dia ada di rumah sakit saat ini.


" Kenapa aku bisa ada di tempat ini? Aku rasa aku sudah sampai di rumah tadi, tapi kenapa aku ada di rumah sakit sekarang? "


Keysha bergumam begitu saat dirinya baru sadar. Begitu dia melihat kesamping, dia melihat Julian sedang tertidur di kursi sebelahnya sambil memegang tangannya.

__ADS_1


" Kakak.. "


Julian merasakan ada pergerakan di tangannya dan akhirnya dia bangun karena hal itu.


" Key.. kamu sudah sadar? Kamu mau minum? Apa ada yang sakit saat ini? "


Keysha melihat kekawatiran di mata Julian. Namun dia merasakan sakit saat ingat kalau perhatian dan kekawatiran itu hanya sebatas balas budi saja.


" Tidak kak.. terimakasi. Aku tidak apa apa "


Tatapan sendu dari Keysha membuat Julian merasakan kalau Keysha saat ini sedang sedih namun dia tahan karena sesuatu hal. Julian tidak berani bertanya dulu karena dia tidak mau membebani Keysha lagi dengan pertanyaan begitu.


" Key, aku tau kamu bisa melakukan semuanya sendiri, tapi kali ini biarkan aku merawat kamu Key. "


" Kakak tidak perlu merawat aku sampai begini. Jangan menganggap apa yang sudah aku lakukan sebagai hutang budi. Aku tidak suka akan hal itu. Aku tidak selemah yang kakak kira. Aku masih bisa melakukan semuanya sendirian. Jadi jangan kawatirkan aku. "


Julian tau kalau perkataan Keysha ini adalah akibat dari perkataannya sebelumnya. Dia tidak bermaksud untuk mengatakan itu sebelumnya. Semua ini hanya salah paham dan ingin Julian jelaskan pada Keysha.


" Key.. aku itu.. "


" Kak, aku akan istirahat lagi. Kakak pulanglah dan istirahat di rumah. Aku tidak apa sendirian di sini."


" Key dengar aku dulu. Kamu salah paham. Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu. "


" Aku tidak butuh balas budi kak. Aku sudah biasa sendirian. Aku tidak butuh.. "


Bibir Keysha langsung di tutup oleh Julian menggunakan tangannya. Dia tidak mau mendengar Keysha mengatakan hal seperti itu lagi. Namun air mata Keysha malah keluar dan membasahi pipinya. Tangisan yang selama ini dia tahan akhirnya dia keluarkan saat dia berbicara begini dengan Julian.


" Aku tidak ada bermaksud mengatakan hal itu. Semua yang aku lakuin pada kamu tidak ada sangkut pautnya dengan balas budi. Semua tulus aku lakukan pada kamu Key. Tolong jangan salah paham lagi. Maaf bila perkataan aku sebelumnya menyakiti kamu. Maafkan aku Key. Tolong jangan menangis lagi. "

__ADS_1


__ADS_2