
Julian yang tiba tiba menggedor pintu kamar Ana membuat Ana yang ada di dalam kamar kaget dan berusaha menenangkan diri karen takut kalau Julian ternyata masih emosi dengan dirinya dan memukul dia nanti.
Trauma yang di rasakan oleh Ana masih belum hilang walau dirinya sudah terlihat baik baik saja. Sedangkan Julian dia tidak menyadari kalau perbuatan dirinya membuat Ana panik dan takut untuk keluar kamar.
" Ana, cepatlah keluar. Kita dalam masalah besar bila sampai Keysha datang dan makanannya masih utuh. "
Karena tidak ada jawaban, Julian meninggalkan tempat tersebut dan berjalan menuju meja makan untuk memakan masakan Keysha. Di dalam kamar setelah Ana tenang, dia akhirnya keluar kamar dan ikut bergabung dengan Julian untuk menghabiskan makanan tersebut.
" Kau aku panggil panggil kenapa tidak cepat menjawab? "
" Aku kaget kamu menggedor pintu kamar seperti itu. Aku masih belum terbiasa dengan suara keras begitu. "
Julian sadar perbuatan dirinya salah. Namun mau bagaimana lagi kabar dari Keysha juga mengagetkan dirinya. Hingga Julian menjadi panik dan tidak sadar melakukan hal itu.
" Cepat makan. Aku tidak mau Keysha nanti melihat makanannya masih tersisa di meja ini. "
" Kenapa kamu harus takut pada Keysha untuk masalah ini? Bukankah hal biasa bila makanan masih tersisa? "
" Kau belum tau bagaimana Keysha bila sudah berhubungan dengan makanan yang dia buat. Kau akan tau saat kau melihat langsung bagaimana dia mengamuk kalau makanan dia tersisa di meja makan. "
Ana memperhatikan bagaimana Julian bersikap saat membicarakan mengenai Keysha. Ana melihat ada hal yang berbeda dari Julian saat berhubungan dengan Keysha.
" Julian, apa kau menyukai Keysha? Kau mencintai dirinya? Aku perhatikan sikap mu sangat berbeda saat bersama Keysha. Setiap kau membicarakan Keysha juga cara bicara mu selalu bebeda. Jawab jujur kamu mencintai Keysha? "
Julian diam tidak menjawab lagi. Dia memang sering lupa diri bila sudah berurusan dengan Keysha. Selesai dengan acara makannya, Julian membersihkan barang yang dia pakai dan tidak memperdulikan Ana lagi.
" Kau menghindari pembicaraan ini. Apa kau merasa tidak nyaman karena ketahuan oleh aku? Kau tidak usah merasa tidak nyaman begitu. Aku tidak akan mengatakan apapun pada Keysha. Kau wajar menyukai dia. Dia wanita yang baik dan sangat pengertian. "
__ADS_1
Ana berkata demikian karena belum mengetahui sisi buruk Keysha. Namun semua sisi buruk Keysha itu selalu di anggap baik di mata Julian. Tak lama setelah selesai mereka makan dan membereskan tempat, Keysha datang ke rumah.
" Aku pu.... aku pulang. "
Keysha yang awalnya bersemangat menyapa mereka saat baru datang. Langsung terhenti saat melihat Julian dan Ana duduk berdekatan dengan Ana menghadap Julian sambil tangannya berada di lengan Julian saat ini.
Posisi yang Keysha lihat itu membuat Keysha merasa tidak nyaman di hatinya. Dia baru kali ini melihat Julian bisa cepat dekat dengan orang lain selain dirinya. Apalagi dengan jenis kelamin perempuan.
" Kamu sudah pulang ternyata. Kenapa tumben pulang cepet Key? "
Pertanyaan yang sebenarnya hanya basa basi dari Julian dia anggap sebagai bentuk ketidak nyamanan Julian kalau Keysha pulang cepat dan mengganggu dirinya dengan Ana di rumah.
" Ahh.. iya.. aku.. ini.. aku belikan ini untuk mba Ana. Aku akan ganti baju dulu setelah itu pergi lagi. Mungkin akan malam beru pulang nanti. "
Jawaban Keysha yang terlihat tidak nyaman itu membuat Julian mengerutkan dahinya. Dia tidak tau apa yang membuat Keysha ragu bicara dan akhirnya bersikap aneh seperti itu padanya.
" Kamu mau kemana lagi Key? "
Julian langsung memegang tangan Keysha saat sadar Keysha dari tadi selalu menghindari kontak mata dengan dirinya. Dia merasa ada yang salah dari sikap Keysha ini.
" Hei.. are you oke? "
" Yeah... aku masuk dulu kak. "
" Aku ikut ke tempat Alex ya Key, aku mau latihan juga. "
Keysha menatap Julian dan Ana bergantian. Dia sebenarnya ingin keluar karena merasa mengganggu waktu kebersamaan Julian dengan Ana saat dirinya datang. Hingga itu membuat Keysha menyesal untuk pulang lebih awal.
__ADS_1
" Lain kali saja kak. Aku kali ini ada urusan lain dengan Alex. Lain kali aku akan ajak kakak pergi kesana. Sekarang tinggalah dengan mba Ana di rumah. "
Keysha berjalan ke kamarnya dan mengganti pakaian. Julian yang mendengar penolakan itu semakin curiga kalau Keysha punya masalah. Ana yang melihat interaksi dari Keysha dan Julian, dia menyimpulkan kalau memang mereka berdua saling mencintai tapi tidak ada yang berani mengungkapkan apa yang mereka rasa.
Saat keysha keluar dari kamar, dia masih melihat Julian berdiri di tempat yang sama seperti sewaktu dia masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Ana, dia juga masih duduk di sofa.
" Aku keluar dulu. "
" Key.. sebentar. "
Keysha yang ingin keluar menghentikan langkahnya saat Ana menahan dirinya untuk pergi.
" Aku ingin bicara dulu dengan kamu mengenai masalah aku tinggal di tempat ini Key. "
Keysha akhirnya menghela napas dan berbalik untuk kembali duduk bersama dengan Ana dan Julian. Dia ingin tau apa lagi yang akan di katakan oleh Ana pada dirinya saat ini.
" Key, aku ingin keluar saja dari tempat kamu ini. Aku terlalu membebani kamu di tempat ini. Aku banyak merepotkan kamu selama ini. Jadi lebih baik aku pindah saja. "
" Apa mba Ana sudah punya tempat tinggal baru?"
" Aku akan cari nanti. "
Walau Keysha merasa tidak nyaman dengan kedekatan Ana dengan Julian, dia juga tidak bisa menutup mata untuk keselamatan Ana saat ini. Bila Ana keluar dari rumahnya, itu artinya Ana akan kembali ke jalanan dan tidak punya tempat tinggal. Keysha tidak mau akan hal itu terjadi lagi. Memang lebih baik dia menahan perasaannya dan mencoba menghilangkan rasa yang ada di hatinya untuk Julian.
" Tinggallah di tempat ini Mba. Aku tidak keberatan. Mba lebih aman ada di tempat ini. Kalay mba keluar, mba juga tidak punya tujuan. Lagi pula sampai saat ini mba masih takut dengan banyak laki laki di luar sana. Walau mba disini sudah biasa dengan kak Julian, tapi belum tentu di luar mba akan baik baik saja. "
" Aku minta maaf selama ini aku tidak ada membantu kamu dalam melakukan pekerjaan rumah. Aku merasa tidak enak untuk itu. "
__ADS_1
" Aku tidak masalah mba. Sepertinya pembicaraan ini sudah selesai. Mba bisa tetap tinggal di tempat ini selama mba belum dapat tempat tinggal baru. Aku akan pergi sekarang. "
Keysha berdiri dari duduknya dan ingin pergi dari tempat tersebut dengan cepat tapi tatapan matanya bertemu dengan Julian saat dia akan melangkahkan kaki. Tatapan mata mereka tersirat rasa yang tidak biasa dan seolah terus berkata mereka tidak nyaman dengan keadaan saat ini.