Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Bermainlah dengan Aku


__ADS_3

Melihat ketidak berdayaan Charles, David dan Vanesa sampai kaget. Hanya dengan tekanan yang di berikan Keysha, Charles bisa kalah darinya.


Tanpa mengatakan apapun, Keysha mengambil jarum suntik di sakunya yang sudah berisi cairan biru keungungan di dalamnya. Dengan gerakan cepat Keysha menancapkan jarun itu pada leher Charles dan seketika Chales jatuh tak bernyawa lagi. Tidak sampai 1 menit kejadian itu berlangsung dan Charles sudah tidak bernyawa lagi.


" Aaaakkkhhh.. "


Teriakan kencang dari Vanesa membuat David langsung tersadar dari keterkejutannya. Dia tadi tidak sempat memproses bagaimana cara Charles tiba tiba bisa jatuh dan meninggal begitu saja tanpa banyak gerakan yang Keysha lakukan. Namun setelah di perhatikan lagi, di tangan Keysha saat ini terdapat jarum suntik yang berisikan cairan berwarna biru ke unguan yang David yakini itu berasal dari bunga beracun yang tadi Keysha petik.


" Kau menyerang tanpa aba aba apapun Key. Bila aku sebagai target mu, aku juga pasti akan merasakan ketakutan yang sama. Kematian yang datang tiba tiba dan tanpa di duga itu akan membuat orang di sekitar sangat ketakutan. "


David melihat kesekitar untuk memastikan anak buah Charlea tidak ada yang datang ke tempat tersebut setelah mendengar teriakan Vanesa tadi. Keysha mendekati Vanesa dengan perlahan sambil memainkan jarum suntik di tangannya. Gerakan Keysha ini seperti psikopat menurut Vanesa. Karena Vanesa hanya melihat ketenangan dalam raut wajah Keysha tanpa ada emosi apapun di dalamnya.


" Dav, pergi dan carilah target mu. Aku akan baik baik saja di tempat ini bersama mainan ku. Kau tidak usah kawatir, tidak akan ada yang datang kemari dan mengganggu kegiatan aku di tempat ini. Karena yang mereka tau, wanita ini sedang bermain gila dengan bos mereka di ruangan ini. "


Perkataan Keysha masuk akal dan David langsung menurutinya. Dia meninggalkan Keysha dengan cepat dan mencari Sasa kesegala tempat di markas itu. Sedangkan Keysha, dia masih memutar mutar jarum suntik di tangannya yang masih berisi cairan yang lumayan banyak.


" Hanya perlu setetes dan bisa langsung membunuh seseorang dalam hitungan detik. Lumayan juga ini. Padahal baru saja aku menghaluskannya tadi. "

__ADS_1


Gumaman kecil Keysha itu terdengar sangat mengerikan di telinga Vanesa. Walau perkataan Keysha tersebut tidak di tujukan untuk dirinya, Vanesa tetap merasakan ketakutan yang luar biasa saat mendengar Keysha berkata begitu. Apalagi saat ini target Keysha adalah dirinya.


" Maaf.. Keysha.. maaf.. Tolong ampuni aku Key.. "


Keysha kembali menatap Vanesa dan mulai menunjukan seringaiannya. Dia sudah berdiri di hadapan Vanesa dengan ekspresi wajah seperti itu. Hingga Vanesa menundurkan langkahnya dan berakhir dia menabrak meja di belakangnya. Keysha terus mendesak Vanesa sebelum dirinya menjawab permintaan maaf dari Vanesa tadi.


" Kau bilang apa tadi? Minta maaf? Apa saat aku memberikan peringatan pada mu, kau tidak merasa kapok dan ketakutan? Aaahhh iya, bila kau ketakutan dan tau tidak baik mencari masalah dengan aku, kau tidak akan meminta om kamu untuk melakukan hal seperti itu bukan? Hemmm kau sepertinya wanita yang sangat sulit untuk di ajak kominikasi dengan baik ya Vanesa.... "


Keysha bicara begitu sambil tangannya sudah mengurung tubuh Vanesa di meja yang ada di belakangnya. Hingga saat ini tubuh Vanesa sudah setengah tertidur di meja tersebut.


" Key, ampun.. tolong ampuni aku Key.. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.. "


Vanesa hanya bisa berharap kalau Keysha mau membiarkan dia tetap hidup saat ini. Untuk balas dendamnya nanti, dia akan pikirkan belakangan. Namun Keysha tidak berpikir hal yang sama. peringatan yang Keysha berikan pada Vanesa sudah cukup selama ini. Mulai dari peringatan lisan, penyebaran video, lantas keviralan dari Vanesa yang di buat oleh Alex dulu. Itu semua adalah peringatan dari Keysha untuk Vanesa agar dia tidak mencari masalah lagi dengan dirinya. Namun ternyata Vanesa tidak memperdulikannya dan masih saja berusaha untuk membalas Keysha. Jadi sekarang tidak ada ampun lagi untuk Vanesa dari Keysha.


" Kau memohon ampun di saat yang salah. Seharusnya kau tau, aku tidak suka di ganggu dan semua yang sudah aku lakukan pada mu itu adalah peringatan dari aku. Namun ternyata kau tidak memperdulikannya. Kau sudah aku ingatkan langsung saat menampar aku dulu, agar kau hati hati membawa tangan mu biar aku tidak mengambilnya. Namun ternyata kau menggunakan cara lain untuk melawan aku. Apa kau pikir aku akan memberikan kamu ampun saat ini? "


Vanesa semakin ketakutan karena mendengar perkataan Keysha ini. Posisi Keysha yang menghimpit tubuh dirinya membuat Vanesa tidak bisa melakukan pergerakan apapun. Walaupun dia berusaha bergerak dan mencari sesuatu untuk memukul Keysha saat ini, sudah pasti akan dengan mudah di gagalkan oleh Keysha karena Keysha saat ini sedang fokus pada dirinya saja.

__ADS_1


Vanesa yang sudah pasrah karena ketakutan itu pun akhirnya hanya bisa menangis sesegukan di hadapan Keysha.


" Hiikk.. hiikk.. hiiikk.. "


" Cup.. cup.. cup.. Jangan menangis.. Kenapa kamu menangis Vanesa? Aku bahkan belum melakukan apapun pada mu. Kenapa kau ketakutan begini? "


Perkataan Keysha bukannya membuat Vanesa tenang namun dia semakin ketakutan dan menangis tambah kencang. Keysha yang melihat hal itu, berlagak seperti tidak melakukan kesalahan apapun dengan membantu mengusap air mata yang keluar dari mata Vanesa saat ini.


" Aduuuhhh kenapa kamu semakin menangis? Aku sudah bilang bukan, aku belum melakukan apapun pada mu. Kenapa kamu menangis Vanesa? Aku merasa wajah aku juga tidak menakutkan saat ini. Kenapa kau malah ketakutan begini? Aku ingin bermain sebentar dengan kamu dan membicarakan mengenai berbagai hal soal Vince. Kau menyukainya bukan? Aaahhh bukan menyukai dia seperti wanita pada pria maksud aku, tapi kau menyukai uangnya bukan? "


Vanesa semakin tidak bisa menjawab perkataan Keysha karena dia harus menahan suara tangisannya agar tidak keluar. Namun air matanya terus mengalir bahkan saat ini dia sudah kencing disana karena ketakutan.


" Haahh kau malah buang air kecil di tempat ini. Apa sebegitu menakutkannya aku untuk kamu? Padahal menurut kakak beradik di keluarga Williams itu, aku sangat cantik loh.. mereka bahkan dengan senang hati akan mau menjadi pendamping aku nantinya. Kenapa kamu malah ketakutan begini? "


Keysha seolah tidak memahami apa yang membuat Vanesa ketakutan begitu. Padahal dia sendiri yang membuat suasana mencekam dengan tingkahnya. Namun Keysha berlagak seolah tidak melakukan apapun saat itu.


" Bunuh saja aku cepat Key... "

__ADS_1


__ADS_2