
Sesampainya di mansion tempat tinggal Violla, Keysha di tunjukan kamar yang akan dia tempati selama tinggal disana. Dia di perlakukan sangat baik oleh Violla sedari tadi. Namun Keysha tidak terleba dengan semua hal itu. Dia tidak mau kalau sampai lengah dan berakhir dia celaka karena ulah Violla.
" Baiklah, aku akan mandi dulu sekarang. "
" Hemm mandilah dulu. Setelah itu kita makan malam. "
Keysha mandi dan dia tidak tau kalau hp miliknya terus berdering. Begitu keluar dari dalam toilet, dia langsung mengangkat panggilan itu. Karena dia melihat yang menghubungi dirinya adalah David. Jadi dia harus menjelaskan semua dulu pada David agar dia tidak mengacaukan rencananya nanti.
Selesai dengan pembicaraannya, Keysha memperhatikan setiap sudut dari kamarnya itu. Kamarnya cukup luas dan selayaknya kamar pada umumnya. Tidak ada hal yang spesial di dalam kamar itu.
" Jalan pikiran mu dan aku hampir sama Violla, jadi aku tau kalau kau menaruh cctv di dalam kamar ini dan penyadap suara juga. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuat kau curiga akan apa yang sedang aku rencanakan sekarang. Aku hanya akan menuruti permainan kamu dan mencoba untuk membuka sisi diri mu yang sebenarnya."
Keysha nekad melakukan semua hal ini bukan hanya karena ingin menyelesaikan masalah dia dengan Violla saja. Namun karena rasa kasihannya pada wanita itu, Keysha ingin membantu dia untuk berubah dan menjadi orang yang lebih baik lagi.
Keysha ingin tau apa saja yang memicu sisi kejam Violla muncul dan apa penyebab Violla memiliki altar ego seperti itu.
" Malam. "
" Malam, ayo makan bersama. "
" Kau tinggal sendiri? Siapa yang memasak? Kenapa aku tidak melihat ada maid di dalam mansion ini? "
" Makan jangan banyak bertanya. "
Keysha tidak menanyakan apapun lagi dan melanjutkan makannya. Tanpa Violla ketahui, saat Keysha bertanya, dia mencoba mengambil makanan yang di sediakan untuk dia dan di melakukan tes sederhana untuk mengetahui apa di dalam makanan itu ada racun atau tidak.
Begitu yakin aman, Keysha baru memakan makanan tersebut.
" Biar aku cucikan piringnya. "
__ADS_1
" Biarkan saja. Nanti akan ada yang membereskannya. "
" Bisa kita bicara? "
Violla mengangguk dan berjalan lebih dulu menuju ruang kerjanya. Dia akan bicara dengan Keysha di tempat itu. Karena tempat itu adalah tempat teraman untuk mereka bicara saat ini.
" Duduklah. "
Keysha melihat dan memperhatikan ruang kerja Violla yang terlihat sangat rapi dan tertata dengan indah. Tidak ada kesan kalau wanita yang bersama dengan dirinya ini memiliki sisi yang berbeda bila di lihat sepintas.
" Apa yang ingin kamu bicarakan? "
" Sekarang aku sudah tinggal bersama kamu, apa yang kau inginkan lagi? Apa tujuan kamu yang sebenarnya? Aku sangat yakin kau tidak hanya memiliki rencana mengajak aku bermain rumah rumahan saja di tempat ini. Apa tujuan kamu yang sebenarnya? "
" Hahaahahahahaha... "
Tawa Violla sangat keras dan tatapan matanya juga berubah. Disaat itu Keysha sadar kalau yang saat ini dia ajak bicara adalah bagian dari diri Violla yang berbeda.
" Bicaralah. Kau tidak bisa menakuti aku seperti itu. "
" Kau sungguh menarik. Sisi lemah yang kau perlihatkan dapat dengan mudah menipu orang lain. Namu kau tidak akan bisa menipu pengelihatan aku. Kau tau, kau adalah budak di rumah ini. Jadi jangan macam macam. Kalau kau masih bertingkah dan masih menghubungi orang lain, aku akan potong tangan dan telinga mu sebagai hukuman. "
Keysha tidak membiarkan dirinya di gertak seperti itu. Dia tidak mau di atur begitu dan direnggut kebebasanya dengan paksa. Jadi dengan gerakan cepat Keysha berusaha memukul Violla saat ini.
*Set*
" Aakkhhh "
" Untuk orang lain, kau mungkin akan di anggap kuat, tapi saat kau berhadapan dengan aku, aku bukanlah tandingan mu. Lebih baik kau simpan tenaga mu dengan baik untuk sekarang. Karena percuma bila kau melawan aku. "
__ADS_1
Leher Keysha dicekik oleh Violla dengan cukup keras saat dia ingin memukul Violla tadi. Keysha membiarkan saja apa yang di lakukan pada dirinya sekarang, karena dia ingin tau seberapa kuat sisi lain dari Violla saat ini.
" Siapa kau? Apa kau punya nama? "
" Quenza, aku Quenza. Aku yang selama ini melindungi dia dari semua masalah yang datang menghampiri dia. "
" Kenapa kau hadir? "
" Dia ingin aku ada. Apa yang kau ketahui tentang aku dan dia? Kenapa kau tidak kaget saat mengetahui aku ada? "
Keysha memegang lehernya yang sedikit sakit dan ada tanda biru disana. Lalu Keysha menatap mata Violla atau Quenza dengan tajam.
" Dari mata itu. Mata Violla tidak pernah seperti itu. Dia selalu memperlihatkan tatapan mata yang menunjukan kalau dia kesepian dan sendirian. "
" Apa yang kau ketahui tentang Violla? Kau tidak tau apa apa. Jangan berlagak tau segalanya. Dia tidak sendirian karena dia punya aku. "
" Sungguh menggelikan. Kau hanya sosok yang dia buat untuk menutupi kesendirianya saja. Kau tidak nyata dan kau tidak bisa menemanu dia. "
Apa yang Keysha katakan semakin memancing emosi dari Quenza. Dia sangat marah dan langsung menerjang Keysha secara brutal. Disaat itu, Keysha hanya bisa melakukan pertahanan saja tanpa mau melawan. Dia masih ingin mengetahui kekuatan dari sisi Violla ini.
" Sangat kuat. Sungguh dia bagaikan monster. Namun bila dia melakukan hal ini terus, dia akan menyakiti tubuh Violla nanti. "
Keysha ingin mengunci pergerakan Quenza dengan memperkuat pertahananya dan melawan sedikit pergerakan Quenza. "
" Kau hebat juga. Pantas dia tertarik pada mu. Ternyata kau sangat mampu berada disisinya. Namun kau harus aku berikan pelajaran saat ini. Karena ucapan tajam mu itu. Kamu harus di ajarkan bagaimana cara bicara pada aku sekarang. "
Gerakan Quenza semakin cepat dan kuat, dan Keysha cukup kewalahan menahan setiap pukulan dari Quenza. Hingga akhirnya dengan terpaksa Keysha memukul tengkuk Quenza agar dia pingsan.
" Huuuffft sangat merepotkan. Dia sungguh kuat dan pasti akan lebih kuat lagi saat aku terus melawan dirinya. Aku heran kenapa Violla bisa melakukan semua ini. Sebenarnya apa yang memicu sosok ini hadir? Siapa yang mengajari Violla beladiri begini? Lalu siapa yang mendukung dan membantunya dalam membangun perusahaan yang besar begitu? "
__ADS_1
Banyak pertanyaan yang Keysha pikirkan sekarang. Namun dia tidak bisa mencari tau kebenarannya saat itu. Dia harus mengobati luka lukanya dulu sebelum Violla atau Quenza sadar kembali.
" Aku harus cepat sebelum dia sadar. Entah siapa yang akan muncul nanti. Violla atau Quenza. Bila Quenza, aku tidak yakin akan bisa mengalahkannya nanti. Pasti dia akan sangat marah saat ingat kalay aku memukul tengkuknya tadi. "