Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Saling Melengkapi


__ADS_3

Mereka saling memandang dengan tatapan mata yang sama satu sama yang lain. Rasa yang tidak di ungkapkan itu terlihat jelas dari tatapan mata mereka berdua. Hanya saja mereka sama sama menahan diri untuk mengungkapkan apa yang mereka rasa.


" Hemm aku akan memasak sekarang. "


Keysha lebih dulu sadar akan keadaan yang saat ini sedang terjadi. Jadi dia mencari alasan agar tidak terlalu lama menatap mata Julian lagi.


Julian yang baru tersadar setelah mendengar apa yang di katakan oleh Keysha akhirnya menjadi canggung karena ketahuan menatap Keysha seperti tadi. Julian tidak bisa menutupi lagi kalau dirinya sangat mengagumi sosok Keysha yang mandiri dan kuat. Hanya saja saat Keysha rapuh, Julian ingin sekali menjadi tempat bersandar untuk Keysha saat itu.


" Apa ini boleh aku rasakan? Aku merasa sangat tidak tau diri saat menatap Keysha dengan pandangan seperti tadi. Aku takut nanti Keysha menjauhi aku bila dia mengetahui apa yang aku rasakan. "


Keysha yang sedang memasak di dapur juga merasakan kegelisahan yang sama. Dia sering kali lupa akan dirinya yang dulu pernah gagal dalam berumah tangga. Sekarang karena kenyamanan yang di berikan Julian, Keysha sampai lupa diri dan dengan lancang hatinya menyukai Julian.


" Ingat Key, kau tidak pantas untuk pria sebaik itu. Kau harus sadar diri tidak boleh berpikir lebih saat ini. Dia terlalu sempurna bila harus bersama kamu yang sudah cacat begini. "


Keysha sekuat tenaga mengingatkan dirinya akan rasa yang tidak boleh dia miliki untuk Julian. Hingga akhirnya makan malam mereka jadi dan mereka makan bersama.


" Key, kapan kamu akan kembali berlatih beladiri lagi? Aku ingin ikut lagi untuk berlatih disana. "


" Apa kakak yakin? apa badan kakak sudah baik baik saja? "


" Aku tidak apa apa. "


" Baiklah.. aku akan mengajak kakak kesana lagi nanti. Kakak bisa melakukan olah raga ringan di rumah saja dulu sebelum kita latihan kesana. "


" Akan aku lakukan itu Key. "


Keysha tersenyum menjawabnya. Saat Keysha ingin mencuci piring bekas makannya, dia lupa kalau dirinya kehabisan sabun cuci piring. Jadi Keysha harus keluar lagi untuk membeli barang itu dulu di supermarket.


" Kak aku keluar dulu ya.. sabun cuci piring habis aku harus beli. "


" Biar aku saja. "


" Aku saja sekalian ada yang lain mau aku beli. "

__ADS_1


" Ayo pergi bersama"


Keysha tidak menolak lagi saat Julian mengatakan hal itu. Mereka akhirnya pergi berdua ke supermarket untuk membeli barang yang mereka perlukan. Karena supermarket itu dekat, Julian dan Keysha berjalan kaki menuju tempat tersebut.


Sepanjang jalan Julian mengingat bagaimana awal pertemuan dirinya dengan Keysha. Bila saat itu Keysha tidak keluar malam untuk belanja, mungkin dia sudah tidak ada lagi saat ini. Langkah Julian yang melambat membuat Keysha melihat ke arah Julian dan mendapati raut wajah Julian yang terlihat sangat tidak enak di pandang.


" Kak.. hei ada apa? "


Panggilan Keysha menyadarkan Julian dari lamunannya dan reflex memeluk Keysha karena merasa bersyukur telah bertemu dengan Keysha waktu itu.


" Hei.. ada apa? "


" Terimakasi karena kamu sudah datang waktu itu dan menyelamatkan aku. "


" Astaga, aku pikir apa. Kakak baik baik saja? Apa kakak mau kembali pulang saja? "


" Aku tidak apa apa. Ayo kita lanjutkan lagi. "


Begitu sampai di supermarket, Keysha meminta Julian masuk kedalam untuk membeli sabun cuci piring sedangkan dirinya masuk kedalam apotek untuk membeli stok obat yang habis.


Namun saat dia akan masuk kedalam apotek, dia melihat ada seorang wanita dengan pakaian yang hampir terbuka seluruhnya berlari dan bersembunyi di balik tempat sampah di dekat apotek itu. Keysha yang tau kalau wanita itu adalah korban pelecehan, dia segera membantu wanita itu untuk bersembunyi. Dia sengaja menutupi tempat wanita itu dengan beberapa barang agar para pria yang sedang mencari dirinya saat ini tidak menemukan dimana wanita itu berada.


" Cepat cari wanita itu dimana pun dia berada! "


Keysha yang berada di sekitar mereka mencoba untuk bertingkah biasa saja sampai mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.


" Apa kau baik baik saja? "


Mendengar ada yang bisa berbahasa yang sama dengan dirinya, wanita itu langsung menangis karena merasa lega bertemu Keysha.


" Ikut aku masuk. Pakaian kamu sangat tidak layak di pakai saat ini. "


Wanita tersebut terpaksa mengikuti Keysha karena takut di tangkap oleh para pria yang mengejarnya tadi.

__ADS_1


Keysha mengambil beberapa pakaian yang di jual di dalam apotek itu dan juga beberapa obat untuk mengobati wanita itu.


" Ganti pakaian kamu dulu di sana. Nanti aku akan mengobati kamu. "


Keysha menyakinkan dirinya kembali untuk menolong wanita itu karena melihat keadaan wanita itu yang sangat kacau.


" Apa aku akan harus melakukan hal yang sama lagi seperti dulu saat menolong kak Julian? Bila aku tidak menolong dia, aku takut aku tidak akan bisa tidur tenang karena kepikiran dengan keadaannya. Oke baiklah aku akan bantu semampu aku. "


Keysha akhirnya memilih membantu orang itu dan mulai masuk kedalam ruang ganti dan mengobati secara perlahan wanita itu. Banyak sekali bekas luka yang terdapat di tubuh wanita itu. Dapat Keysha pastikan kalau wanita itu telah mendapatkan kekerasan se*sualitas selama ini.


" Kau bisa berada di tempat ini karena apa? apa yang terjadi pada mu selama ini? "


" Aku di jual kemari. Aku tidak tau kalau aku di jual ke tempat seperti ini. Hingga aku mau tidak mau melakukan semua hal menjijikan itu selama beberapa waktu. Hari ini aku nekad melarikan diri karena sudah tidak kuat terus di siksa disana siang dan malam. Namun mereka ternyata tau dan terus mengejar aku. "


Keysha menganggukan kepala dan lanjut mengobati wanita itu.


" Siapa nama kamu? "


" Ana, kamu siapa? "


" Keysha. Sepertinya kamu lebih tua dari aku. Aku panggil mba Ana saja bagiamana? "


" Lakukan senyaman kamu. "


Wajah Ana terlihat sangat murung karena memikirkan bagaimana nasib dia selanjutnya setelah bisa kabur dari orang itu.


" Jangan terlalu banyak berpikir mba, mba bis tinggal dengan aku dulu sementara sampai nantibnva bisa kembali lagi ke rumah mba "


Ana sangat senang mendengar apa yang di katakan oleh Keysha. Jadi dia langsung tersenyum lebar karena perkataan Keysha.


" Hanya saja mba, di tempat aku nanti ada 1 orang pria. Aku jamin dia tidak akan melakukan hal aneh pada mba nanti. Dia orang yang sangat baik. Percayalah. "


Keysha mengatakan hal itu agar nanti Ana tidak kaget begitu bertemu dengan Julian yang seorang laki laki tulen.

__ADS_1


__ADS_2