
Pemukulan terhadap Alex di lakukan terus menerus karena Alex tidak mau menunjukan kalau dia sudah tidak berdaya lagi. Tatapan mata Alex masih saja tajam dan mengejek saat menatap Max.
Yah... yang menghianati Alex adalah kekasihnya sendiri yaitu Max. Orang yang Alex pikir akan bisa dia percayai dan orang yang Alex sayangi.
" Apa kau mengaku kalah sekarang? Mau melanjutkan pukulannya? "
Max berhenti memukuli Alex saat dirinya sudah merasa lelah. Namun dia masih bertanya pada Alex untuk keputusannya. Karena Max tidak suka di rendahkan dengan tatapan mata Alex.
" Kau.. bisa... me.. memukul aku.. sepuasmu.. "
Suara yang Alex keluarkan putus putus karena efek obat yang di suntikan pada dirinya sudah mulai berkurang walau dia masih tidak bisa bergerak leluasa. Max di tantang begitu tidaklah langsung memukuli Alex lagi. Sekarang dia ingin menanyakan keberadaan barang yang selama ini dia cari.
" Lex, cepat katakan dimana desain bom dan senjata api itu. Cepat serahkan pada aku atau kau sungguh akan meregang nyawa di tempat ini. "
Senyum tipis muncul di wajah Alex walau dia sedang menahan sakit. Alex masih tidak menyangka kalau dalang dari kekacauan yang dia dapatkan selama ini adalah kekasihnya Max.
Penghianatan ini sangat melukai perasaan Alex hingga dia sudah tidak memperdulikan hidupnya lagi sekarang. Alex merasa lebih baik dia di hajar sampai meninggal daripada terus menerus di hianati oleh orang yang dia cintai.
" Busuk.. "
" Hahahahahaha.. kau mengatakan aku busuk Lex? Apa kau pikir aku sungguh mencintai mu? Aku tidak akan mencintai mu Lex. Kalau kau tidak bermanfaat untuk aku, tidak ada gunanya aku bersama dengan mu. "
Antara kecewa, marah dan sedih. Alex merasa semua sudah berakhir. Namun satu hal yang masih dia tetap jaga. Yaitu dia tidak akan membuka rahasia mengenai pasukannya dan juga apa yang di incar oleh Max. Karena semua itu akan sangat berbahaya bila sampai Max tau.
" Cepat katakan brengsek... "
__ADS_1
Max sudah berkali kali melakukan pencarian dengan cara halus pada Alex namun tidak pernah membuahkan hasil. Rumah Alex sudah berkali kali di geledah namun tetap saja Max tidak dapat menemukan apapun.
Namun begitu dia mendengar anak buahnya tertangkap oleh Alex, disaat itu Max merubah rencananya dengan melawan Alex secara langsung. Karena Max tau dengan siksaan Alex, orang orang yang dia kirim ke rumah Alex bisa saja membocorkan rahasia dirinya nanti.
" Bunuh aku. "
Jawaban Alex semakin membuat Max geram dan ingin menghajar Alex kembali. Namun begitu dia bangkit dan ingin mendekati Alex lagi tiba tiba ada kaleng yang menggelinding mendekati kakinya.
*Treeerrrreeeeeng.. *
" Ahh.. drama penghianatan yang sungguh membosankan. "
" Siapa kau? "
Max kaget karena tiba tiba di tempat tersebut ada orang asing yang duduk santai melihat dirinya dan Alex saat ini. Begitu Max memperhatikan sekelilingnya, dia juga tidak menemukan satupun anak buahnya.
" Siapa kau dan apa mau mu? Jangan ikut campur urusan aku saat ini. "
Keysha menyeringai dan dia mulai verjalan selangkah demi selangkah mendekati Max. Max merasakan dirinya tiba tiba tertekan dengan kehadiean Keysha di tempat itu, hingga kakinya secara otomatis melangkah mundur untuk menjauhi Keysha.
" Aku datang untuk menjemput teman ku yang kau tipu dan kau perdaya di tempat ini. Ahhh kau pasti sudah sangat penasaran siapa aku bukan? Aku Keysha. Kedatangan aku sudah jelas untuk Alex. Apa kau keberatan? "
" Brengsek.. Berhenti. Jangan mendekat lagi. "
" Kenapa kau mundur begitu? Kau takut pada aku? Aku wanita kau takuti? Alex yang punya badan sekekar itu saja kau berani pukuli. Kenapa melawan wanita seperti aku kau malah menghindar? "
__ADS_1
Alex melihat keberadaan Keysha dan cara Keysha mempermainkan Max membuat dia gemas. Bisa bisanya Keysha menanyakan kenapa Max begitu takut padanya disaat aura yang di keluarkan oleh Keysha sangat kuat dan menekan Max agar tidak bisa melakukan apapun saat ini.
" Kau masih saja bermain main Key. Namun kedatangan mu ini membuat aku sadar kalau masih ada orang yang tulus bersama dengan aku sekarang. Maaf aku sudah lupa dengan kamu tadi. Sekarang aku paham kenapa kau selalu mengatakan firasat mu tentang Max tidaklah baik."
Alex hanya bisa berkata dalam hatinya sambil melihat apa yang sedang Keysha lakukan pada Max.
" Sampai kapan kau mau berjalan mundur terus? "
Keysha terus melangkah mendekati Max sedangkan Max terus mundur untuk menjauhui Keysha. Dia ingin kabur dan menghindari Keysha saat ini.
" Sebenarnya siapa wanita ini? Kapan Alex dekat dengan wanita ini? Kenapa kehadirannya saja bisa menekan aku hingga aku merasa sangat sesak sekarang."
" Apa yang kau piirkan Max? Kau berpikir tentang siapa aku? Apa kau tidak pernah di beritahu oleh Alex siapa aku? Aahhh kalau begitu, kau belum sepenuhnya memiliki hati Alex berarti. Tadi kau menanyakan mengenai desain bom dan senjata api pada Alex bukan? Mau aku tunjukan bom hasil dari rancangan yang kau cari? Atau senjata api yang kau dambakan itu? Aku kebetulan membawa kedua benda itu saat ini bersama aku. Aku pikir, orang yang bisa melumpuhkan Alex itu akan mempunyai pasukan yang banyak namun ternyata anak buah kamu sangat sedikit dan baru di ajak olah raga sebentar langsung tepar. Sungguh mengecewakan. "
Ucapan Keysha semakin membuat Max takut dan ingin segera kabur dari tempat itu. Max dapat melihat jelas ada kegelapan yang dalam dalam sorot mata Keysha saat ini. Namun suara dan sikap Keysha belum menunjukan kalau dirinya benar benar marah.
" Jangan ikut campur urusan aku dengan Alex. "
" Saat kau ingin rancangan tersebut, kau harusnya bersiap dengan segala resikonya saat ini. Apa kau pikir dengan menipu pria itu dengan cinta palsu mu dia akan luluh dan menyerahkan semuanya pada mu? Jalas tidak. Kau bisa mengetahui banyak hal tentang pekerjaan Alex, namun mengetahui siapa yang berkerjasama dengan dia sepertinya tidaklah mudah. Jadi sekarang aku datang untuk menunjukan pada mu kalau Alex tidaklah sendirian dan semua rencana busuk mu dengan mudah aku gagalkan. "
Keysha benar benar tidak akan memberikan ampun pada Max karena sudah membuat Alex menderita. Selain penghianatan Max pada Alex, Keysha juga kesal karena perbuatan Max ini membuat dirinya cemas pada Alex tadi.
" Bagaimana kalau kita bermain cepat Max? "
Setelah Keysha mengatakan hal itu, tiba tiba Keysha sudah berada dangat dekat dengan Max saat ini.
__ADS_1
* Bug. *
Dengan sekali gerakan tengkuk Max langsung di pukul oleh Keysha hingga Max jatuh pingsan seketika.