Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Aku Bukan Barang


__ADS_3

Keysha yang sangat kesal saat sampai di apartemennya langsung berendam di dalam kamar mandi. Perasaan kesalnya pada Violla dan juga Alica membuat emosinya tidak terkontrol dan berakhir dia menghancurkan kunci mobil miliknya.


Maka dari itu Keysha pulang hanya menggunakan taksi saja. Padahal Violla sudah membujuknya berulangkali namun Keysha tetap tidak mau ikut dengan Violla karena mengetahui betapa berambisinya Violla pada dirinya.


" David, Vince. Kalian berdua sungguh membuat hidup aku banyak masalah. Aku tidak menyangka pertemuan kita adalah akhir dari ketenangan aku selama ini. "


Keysha hanya bisa menghela napas lelah karena mengingat pertama kali pertemuannya dengan kakak beradik itu. Pertemuan yang singkat dan penuh dengan drama.


" Bagaimana ya kabar kak Julian? Kenapa dia tidak ada mengabari aku? Apa dia begitu sibuk sampai melupakan aku? Atau memang dia sudah melupakan janjinya pada aku? "


Banyak hal yang mengganggu pikiran Keysha saat ini sampai sampai dia lupa kalau Ana saat ini sedang salah paham dengan tujuan dirinya.


Di Negara Tiongkok, Julian sedang berkerja keras untuk membangun bisnisnya. Pertambangan batu mulia tidaklah mudah. Jadi banyak hal yang harus Julian korbankan. Bahkan waktu yang seharusnya dia pakai untuk berbicara dengan Keysha tidak dia miliki saat ini.


Itulah kenapa Julian tidak bisa pernah menghungi Keysha semenjak dirinya sampai di Tiongkok. Keinginan dia untuk cepat sukses dan bisa layak untuk bersanding dengan Keysha menjadikan dirinya pria yang berkerja siang malam tanpa rasa lelah.


" Aku merindukan mu Key.. Ingin sekali rasanya aku menghubungi kamu. Namun mendengar suara kamu akan membuat aku semakin ingin bertemu dengan kamu. Aku akan berusaha secepatnya datang menghampiri kamu nanti. Tolong tunggu aku sebentar lagi. "


Julian yang sedang lembur mengerjakan berkas berkas kerjasamanya itu sempat memikirkan Keysha. Pada saat itu dia merasakan sangat rindu pada Keysha. Namun harus dia tahan beberapa bulan lagi sampai dia bisa pergi menemui Keysha nanti.


" Aku harap saat kita nanti bertemu, kamu tetap Keysha ku yang dulu. Kamu tidak bersama dengan orang lain saat aku menghampiri mu nanti. "


Semangat Julian berkerja hanya karena Keysha. Selebihnya dia tidak mempunyai tujuan lain lagi. Hanya membahagiakan Keysha dan menjadi pantas untuk melindungi Keysha nantinya.


Di Negara asal Julian dan Keysha, terdapat sebuah keluarga yang sederhana yang sedang memperdebatkan masalah keuangan. Mereka saling menyela dan menyalahkan karena banyak sekali hutang yang harus mereka tanggung karena perbuatan mereka.


" Sekarang apa mau mu? Kau sudah menjual semua harta benda milik kita bahkan milik dari kakak mu pun sudah kau jual. Apa yang sekarang kita harus lakukan? Kau jangan hanya berjudi saja. Bantu aku mencari uang untuk membayar semua hutang kita. "

__ADS_1


" Kau saja yang urus semua. Aku sudah pusing. Bahkan uang dari penjualan anak itu saja tidaklah dapat untuk membuat kita menutupi hutang kita saat ini. "


" Seharusnya kau tidak menjual Julian dulu. Setidaknya dia bisa menghasilkan uang untuk kita saat ini. Jadi aku tidak perlu repot repot lagi mencari kerja untuk membayar hutang. "


Mereka adalah paman dan bibik dari Julian. Mereka juga yang sudah berkerjasama dalam penipuan kerja Julian ke luar negri. Maka dari itu Julian sampai berada di club malam dan di jadikan pemuas nafsu oleh pelanggan disana.


Keserakahan paman dan bibik Julian ini sudah merugikan banyak orang. Sedangkan Julian tidak tau apapun tentang hal tersebut. Dia hanya berpikir kalau nasibnya selalu sial dan menjadi beban dimana pun dia berada. Padahal penderitaan dia itu di sebabkan oleh paman dan bibiknya.


Govan dan Tiya sepasang suami istri yang haus akan harta. Mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi semua keinginan mereka selama ini. Sampai sampai mereka tidak memikirkan resiko dan akibat dari perbuatan mereka selama ini. Asal mereka mendapat uang, segala cara bisa mereka lakukan.


Semenjak Julian di tipu dan di jual oleh mereka ke Colombia, mereka sudah tidak pernah mendengar kabar dari Julian lagi. Bahkan mereka menduga kalau Julian sudah tewas di negara tersebut.


Di Apartemen Keysha, setelah selesai meredam amarahnya, dia bersiap siap untuk melakukan pekerjaannya lagi. Namun konsentrasinya di ganggu kembali oleh telpon dari nomor tak di kenal yang terus menghubunginya dari tadi.


" Halo.. "


" Siapa? "


" Violla. "


Keysha langsung diam. Dia agak kaget karena Violla bisa mendapatkan nomor telponnya dengan mudah. Padahal dia sangat hati hati memberikan nomornya selama ini.


" Jangan kaget, aku tadi mengambil nomor kamu dari hp kamu langsung. Maaf aku melakukan semua diam diam. Karena aku tau kamu tidak akan dengan mudah memberikan nomor kamu pada aku dengan mudah. "


" Baiklah, aku sudah sangat lelah menghadapi tingkah anda ini. Apa yang sebenarnya mau anda dari saya? "


Terdengar tawa dari sebrang telpon tersebut dan itu semakin membuat Keysha geram dan kesal pada Violla. Menurut Keysha, Violla merupakan wanita yang paling merepotkan selama ini.

__ADS_1


" Uuuppss jangan marah dulu. Aku membayangkan wajah kamu yang kesal sekarang. Itu pasti sangat lucu. Kamu tau apa yang aku mau. Jadi kenapa kamu masih bertanya? "


" Aku bukan barang. Aku bukan barang... Anda dengar itu?"


Keysha benar benar sudah marah setelah mendengar perkataan Violla tersebut. Dia tidak menyangka kalau ada orang yang oebih gila dari David yang dia temui sekarang.


" Cuuup.. cuppp.. jangan marah.. Kamu membuat aku semakin ingin memikiki kamu saat ini. "


" Dengar, sebelum aku lepas kendali, lebih baik anda jangan ganggu aku lagi. "


Nada suara Keysha sudah dingin dan dia sedang tidak main main lagi sekrang. Di sebrang sana Violla yang mendengarnya pun langsung bersikap serius dan tidak lagi ada senyum di wajahnya.


Memang ini yang Violla mau. Dia mau Keysha berhenti pura pura menjadi gadis polos dan baik di hadapannya. Dia mau Keysha menunjukan sisi liar dan brutalnya lagi.


" Kalau kamu memang mau membalas aku, datanglah dan bermain dengan aku secara langsung. "


" Anda sungguh gila. Hanya untuk memenuhi ambisi anda, anda sampai melakukan hal ini. "


Keysha yang sadar akan tujuan Violla sekarang akhirnya meredam amarahnya kembali dan dia tidak mau mengikuti apa yang di inginkan Violla. Keysha yakin ada alasan lain di balik ambisi milik Violla tersebut. Jadi Keysha akan mencari tau semuanya dulu baru menghadapi Violla kembali.


" Keysha, aku sungguh ingin memiliki kamu saat ini. "


" Dengar, Saya sedang sibuk sekarang. Jadi tolong berhenti menghubungi saya dulu. Bila maslah saya sudah selesai, saya sendiri yang akan datang menemui anda dan kita selesaikan urusan kita ini."


Violla menyeringai mendengar penawaran itu. Dia tidak mungkin mau membiarkan Keysha tenang begitu saja. Dia akan tetap mengganggu Keysha sampai Keysha mau menjadi miliknya nanti.


" Tidak ada negosiasi lagi nona... "

__ADS_1


__ADS_2