Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Jangan Jadi Benalu


__ADS_3

Kepergian Keysha yang terlalu pagi itu membuat Julian bertanya tanya kesibukan apa yang di miliki Keysha hingga harus pergi di saat hari belum terang.


" Kamu sangat sibuk tapi masih bisa membuat makanan ini untuk kami. Sebenarnya apa kamu tidak merasa lelah sedikit pun Key? "


Julian berguman begitu saat melihat note yang di tinggalkan oleh Keysha di meja makan. Dirinya baru saja keluar kamar karena sebelumnya dia menyelesaikan pekerjaannya dulu. Saat Julian masih sibuk dengan pikirannya mengenai Keysha, Ana datang dan langsung duduk di meja makan tanpa menyapa dirinya dan bertanya akan keberadaan Keysha.


Ana langsung mengambil nasi dan lauk untuk dia makan saat itu. Tingkah Ana yang seperti itu membuat Julian tambah naik darah. Dia sudah tidak tahan lagi bila melihat hal seperti ini. Ana bertindak seolah dirinya pemilik rumah dan Julian serta Keysha adalah orang yang menumpang hidup padanya.


" Kau sungguh luar biasa. Semakin di berikan hati, kau semakin keterlaluan. Apa kau tidak tau sopan santun Ana? "


Ana yang mendengar apa yang Julian ucapkan merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Julian. Dia sudah tidak mencari masalah dengan Julian selama ini. Namun kenapa dirinya selalu di salahkan oleh Julian. Bila mode Julian tidak baik, dia selalu kena imbasnya. Maka dari itu Ana tidak pernah mau menyapa Julian walau bertemu dengan Julian.


" Aku keterlaluan bagaimana? Kenapa kau selalu tidak menyukai aku? Salah aku apa? Keysha tidak pernah mengeluh apapun mengenai sikap aku. Dia bahkan hanya diam saja membiarkan aku melakukan apa yang aku mau. Namun kenapa kau malah merasa keberatan? "


Emosi yang Julian punya sudah tidak bisa dia tahan lagi. Dia sebelumnya memang masih memikirkan bagaimana perasaan Keysha bila tau kalau dirinya tidak menerima baik Ana di tempat itu. Maka dari itu Julian selalu menahan diri untuk mengingatkan Ana akan status dia di rumah tersebut.


" Dengar Ana, kau hanya ditampung sementara oleh Keysha di tempat ini. Jangan terlalu banyak bertingkah. Bila kau berpikir Keysha tidak keberatan dengan apa yang kau lakukan, kau salah besar. Dia hanya menahan semua karena merasa kasihan pada kau yang tidak memiliki siapapun di tempat ini. Kau harusnya merasa bersyukur dan tau diri saat ada yang mau menolong mu dan memberikan kau tempat berlindung. Namun apa yang kau lakukan? Kau tidak tau diri dengan menikmati semua fasilitas yang di berikan oleh Keysha tanpa mau membantu dia dalam hal apapun. "

__ADS_1


Napas Julian sudah tidak beraturan saat mengatakan hal tersebut. Emosi yang dia tahan sejak awal semua akan dia ungkapkan saat ini.


" Aku pernah di kasi tau oleh Keysha mengenai kesehatan mental yang kau miliki saat ini. Namun itu tidak akan mengubah sopan santun dan rasa bersyukur yang kau punya bila kau memilikinya. Kau terlena dengan semua kebaikan yang Keysha berikan padamu. Kau lupa diri akan siapa yang menolong mu saat ini. Kau memanfaatkan semuanya. Jangan pernah jadi benalu di kehidupan Keysha. Aku tidak akan membiarkan ada yang memanfaatkan kebaikan Keysha lagi. "


Ana merasa semua yang di katakan oleh Julian memang ada benarnya. Dia sempat lupa kalau dirinya sudah di bantu dan di berikan kehidupan baru oleh Keysha. Namun dirinya malah terlena dengan semua fasilitas yang Keysha berikan.


" Aku.. aku.. "


" Kau tidak perlu mengatakan kau salah dan sebagainya. Aku hanya akan mengingatkan kau saja saat ini. Kalau makanan yang kau ingin makan sekarang itu di buat oleh Keysha pagi tadi saat kau masih tidur nyenyak di dalam kamar mu. Dia yang sedang terburu buru masih harus menyiapkan segalanya untuk orang yang hanya berdiam diri di tempat ini. Apa kau tidak merasa malu akan hal ini? Kau bahkan tidak pernah ingin membereskan barang apapun di tempat ini bila terlihat berantakan. Kau boleh menganggap aku jahat atau apalah terserah kamu. Aku hanya ingin kau tau kalau kau tidak boleh melakukan hal itu pada Keysha lagi. "


Julian langsung pergi kedalam kamar tanpa menyentuh makanan yang ada di meja makan. Dia masih sangat kesal bila berhadapan dengan Ana saat ini. Sedangkan Ana, dia duduk diam di meja makan karena mendengar semua perkataan Julian sebelumnya. Dia baru sadar kalau prilakunya sudah membebani orang yang menolong dirinya.


Ana sibuk dengan rasa bersalahnya sampai dia juga tidak memakan makanan yang sudah disediakan Keysha. Karena sudah merasa tidak lapar lagi, Ana kembali kekamarnya dan akhirnya duduk saja di dalam kamar sambil memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan nanti.


" Aku akan berbicara dengan Keysha untuk hal ini. Aku akan pamitan dengan dirinya setelah dia datang nanti. "


Keputusan Ana ini bukan dia ambil karena pertengkaran dirinya dengan Julian, tapi karena dia takut orang yang mengincar dirinya nanti melukai Keysha karena menolong dirinya untuk kabur.

__ADS_1


Julian yang ada di dalam kamarnya memikirkan kemabali apa yang dia ucapkan sebelumnya pada Ana. Dia tau apa yang dia ucapkan itu terlalu kasar bila di dengar. Hanya saja bila dia tidak mengatakn hal itu, Ana tidak akan pernah sadar akan perbuatannya selama ini.


" Aku mungkin juga di bantu oleh Keysha, tapi aku tidak pernah melakukan hal yang seperti yang Ana lakukan saat ini. Aku bahkan selalu mengingatkan diri aku kalau aku tidak boleh bertindak kelewat batas pada Keysha. Namun hati aku dengan lancang sudah mengagumi Keysha walau aku sudah mengingatkan diri akan hal ini. "


Julian dan Ana dari pagi hanya berdiam diri di kamar mereka masing masing. Tidak ada yang keluar kamar hanya untuk makan masakan yang Keysha buat. Sampai akhirnya Keysha menghubungi Julian untuk menanyakan keadaan Ana karena Keysha ingin membelikan Ana beberapa obat untuk menyembuhkan memar ditubuhnya.


" Halo kak, apa kakak bisa melihat keadaan mba Ana sekarang? Tolong tanyakan apa memar ditubuhnya masih atau tidak? Kemarin obatnya habis jadi aku ingin beli lagi sekalian dalam perjalanan pulang. "


" Kamu akan pulang sekarang? "


" Kenapa ada yang mau di titip? "


" Tidak, beli saja obatnya Key, aku tadi lihat tangannya masih memar. "


" Baiklah. "


Saat telpon itu di matikan, Julian langsung keluar kamar dan mengedor kamar Ana.

__ADS_1


" Ana keluar. Keysha mau datang kita harus menghabiskan makanan itu sebelum dia sampai. Kau dengar aku? Kalau makanan itu sampai masih di meja saat dia pulang kita akan mendapat masalah besar nanti. Ana.... keluar.. "


Julian sangat panik saat mendapat kabar kedatangan Keysha karena makanan itu belum dirinya sentuh sama sekali.


__ADS_2