Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Ingat Batasan


__ADS_3

Quenza benar benar mengejar Keysha kemana pun dia pergi. Hingga begitu Quenza melihat Keysha berhenti di danau buatan disana, Quenza ikut berhenti dan ingin menghampiri Keysha.


Keysha merasakan ada seseorang yang mendekat dan mulai waspada. Namun begitu mencium bau parfum dari orang itu, Keysha tau siapa yang mendekati dirinya.


" Kenapa kau mengikuti aku? "


" Kau sadar aku ikuti? "


Mendapatkan jawaban yang seperti itu, Keysha langsung paham kalau yang sekarang mendekat adalah Quenza. Bukan Violla.


" Quenza.. ada apa kau mengikuti aku? "


" Kau langsung mengenali aku hanya dari suara aku saja. Aku cukup senang dengan hal ini. "


Keysha tidak bicara lagi. Dia terlalu malas untuk berbicara pada Quenza bila hanya ingin berdebat dengan dirinya.


" Kenapa kau datang dan mengacau di arena balap tadi? "


" Kau ada disana? "


Keysha kaget dan melotot pada Quenza karena dirinya di kenali di sana oleh Quenza.


" Tentu. Kalau aku tidak ada disana, mana mungkin aku bisa berada di tempat ini sekarang dengan kamu. Kenapa kau mengacau disana? "


" Bukan urusan mu. Pergilah. Aku tidak ingin di ganggu. "


Quenza bukannya pergi, dia malah duduk dan semakin mendekat pada Keysha. Keysha tau dari pergerakan Quenza tersebut ada sesuatu yang salah disana.


Jadi Keysha segera berdiri dan bertolak pinggang menatap Quenza.


" Apa mau mu? Kenapa sikap mu sangat aneh? "


" Bukankah aku sudah katakan kalau aku tertarik pada mu. "


" Aku tidak. Pergilah Quenza."

__ADS_1


" Kau bisa bersikap lebih lembut pada Violla, tapi kenapa pada aku tidak bisa? "


Karena emosi Keysha sedang tidak stabil, jadi dia lepas kendali dan mengatakan sesuatu yang menyakiti Quenza.


" Kau hanya emosi buatan dari Violla. Kau tidak nyata. Kau harus ingat itu.Jangan terus menganggap kau dan Violla itu dua orang yang berbeda. Kalian satu tubuh. Jadi ingat itu baik baik. "


Ledakan emosi Keysha tersebut menyulut emosi yang paling besar dalam diri Quenza. Hingga tanpa bicara dia langsung pergi meninggalkan Keysha.


" Bila aku tidak bisa hidup dengan identitas ku saja, berarti aku harus menghilangkan Violla sekarang. Aku bukan Violla. Aku Qienza. Aku ingin di kenal sebagai diriku bukan Violla. "


Quenza mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia pergi ke arah laut. Namun Keysha tidak ada mengejarnya. Keysha pikir kalau Quenza pergi karena tersinggung akan ucapannya saja. Tidak sampai marah dan ingin mencelakai Violla.


"Halo.. "


"Cepat kejar Violla sekarang. Apa yang telah kau katakan pada dia tadi? Krnapa dia sampai melajukan mobilnya dengan sangat cepat? Sepertinya dia sedang marah saat ini dan tujuan dia adalah laut. "


Baru saja Keysha mengangkat telponnya langsung di berikan informasi begitu oleh Alex. Tanpa mengatakan apapun, Keysha mematikan telponnya dan berlari menuju mobilnya untuk mengejar Quenza.


"Dasar wanita gila. Apa yang akan kau lakukan sekarang ha? Kau tidak boleh sampai melakukan hal berbahaya pada tubuh Violka."


Keysha memacu kendaraannya dengan sangat cepat agar dia tidak terlambat sampai di tempat Quenza sekarang berada.


" Dasar gila... "


Keysha secepat mungkin berlari menuju laut sambilbterus mengumpat Quenza. Dia berlari namun tidak ada memanggil nama Quenza. Melainkan Keysha memanggil Violla. Dia mau Violla sadar dan mengambil alih tubuhnya lagi. Jadi Quenza tidak akan bisa melakukan apa yang sedang di rencanakannya sekarang.


" Violla... Violla.... Sadarlah.. La... sadar.. "


Keysha terus berteriak hingga dia dapat menggapai Quenza di saat hampir seluruh tubuhnya terendam air.


Tanta berkata apa apa Keysha menarik tangan Quemza untuk di bawanya keluar dari air. Dia tidak mau mengambil resiko lagi untuk memarahi Quenza di dalam air. Apalagi cuacanya sangat dingin malam itu.


* Bug*


" Dasar bodoh.. apa yang kau lakukan ha? Kau ingin melakukan apa wanita gila? Apa tidak cukup masalah yang harus aku hadapi hari ini? Kau menambah semua masalah aku saja. Apa mau mu Quenza? "

__ADS_1


Keysha sangat marah hingga dirinya dapat memukul sekali wajah Quenza. Namun anehnya Quenza tidak melawan dan menjawab apapun. Dia hanya diam dan menatap ke arah lain.


" Oke.. baiklah, mari kita bicara baik baik. Aku tidak ingin kau kedinginan. Baju my sudah basah semua. Ayo masuk kedalam mobil dulu. "


" Kenapa kau peduli? Kau peduli pada Violla atau aku? Jangan pernah katakan aku dan Violla satu lagi. Karena aku mau jawaban mu yang sebenarnya sekarang. Kau peduli siapa saat ini? "


Keysha menghela napas lelahnya. Dia peduli pada Violla, tapi bila dia mengatakan halbitu, Quenza akan semakin marah.


" Aku peduli pada seorang kenalan yang aku kenal. Aku tidak perduli itu kau atau Violla. Aku tetap akan melakukan hal yang sama. Ayo masuk kedalam mobil. Kita bicara di dalam mobil saja. Disana ada beberapa pakaian aku yang bisa kau pakai nanti. "


Quenza mengikuti Keysha setelah dia mendengar jawaban Keysha. Dia tau kalau Keysha datang bukan untuk dirinya melainkan Violla. Namun dari cara penyampaian Keysha pada dirinya agar dia tidak tersinggung membuat dia memaklumi hal itu.


" Pakailah mana yang ingin kau pakai. "


" Bila aku ganti di tempat ini, Lalu kau akan ganti dimana? "


" Kita gantian. Aku tidak mungkin mengganti pakaian barengan dengan kamu. Cepat ganti pakaian mu. Aku sudah kedinginan. "


Seringaian Quenza muncul. Dia ingin menggoda Keysha. Karena siapa tau Keysha akan tergoda oleh dirinya. Namun niat Quenza itu sudah dinketahui oleh Keysha dan segera memukul pelan kepala Quenza.


" Jangan mencoba memikirkan hal yang jorok. Aku masih normal dan tidak ada minat dengan sesuatu yang seperti itu. "


Setelah Keysha mengatakan hal itu dia menutup pintu mobil dan membiarkan Quenza mengganti pakaiannya.


" Apa aku benar melakukan hal ini? Kenapa aku selalu melibatkan diri dalam masalah orang lain? Aku ingin semua cepat berakhir dan aku bisa menjalani kehidupan yang normal kembali. "


Setelah di rasa cukup lama Quenza mengganti pakaian, Keysha mencoba melihat kearah dalam mobil. Namun yang di lihat Keysha adalah Quenza masih menciumi pakaiannya dan menghirup aroma pakaiannya itu.


" Quenza.. AKU MENYURUH MU CEPAT GANTI PAKAIAN. BUKAN TERUS MENCIUMI PAKAIAN ITU. DASAR MESUM. "


Teriakan Keysha membuat Quenza segera mengganti pakaiannya. Dia tidak mau membuat Keysha mengamuk lagi dan berakhir dia tidak di berikan memakai pakaian milik Keysha.


" Aku sudah selesai. Sekarang masuklah. "


" Kau keluar. Aku akan ganti baju. Kau jangan mencoba mengintip. Karena aku akan mencingkel mata mu bila sampai kau melakukan hal itu. "

__ADS_1


Keysha segera masuk dan Quenza sekarang yang berada di luar.


" Dia sangat peka terhadap lingkungan sekitarnya. Dia selalu bisa merasakan bila ada sesuatu yang tidak beres. Kau sungguh menarik Key. Aku semakin ingin memiliki mu. "


__ADS_2