
Keesokan paginya, di markas Akuma terjadi keributan karena Tomas baru saja mendengar kalau club malam yang dia punya habis terbakar. Memang tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tapi kerugian yang di tanggung Tomas sangat besar. Apalagi semua stock barang ilegalnya dia simpan di dalam ruang rahasia di club tersebut.
" Brengsek.. siapa yang berbuat ini? Pekerjaannya sangat rapi hingga tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Apa mungkin Queen dan kelompoknya melakukan hal ini? Namun aku sudah di kunjungi langsung kamrin dan sudah mencapai kesepakatan bersama. Lalu kenapa ini bisa terjadi? "
Tomas kebingungan dengan apa yang sudah terjadi. Dia menduga duga apa yang sudah terjadi dan siapa pelaku sebenarnya dalam masalah ini. Karena Tomas tidak dapat memikirkan siapa musuhnya sekarang. Karena kelompok Akuma sendiri mempunyai banyak musuh yang siap menyerang mereka setiap saat.
Keysha yang baru bangun pagi itu segera bersiap untuk pergi ke kampusnya untuk berkuliah kembali. Keysha melupakan kalau dirinya baru saja merubah statusnya dengan Julian saat ini. Karena saat ini Keysha bahkan tidak merasakan ada yang special di hari barunya.
Begitu dia keluar dari kamar, Keysha mendengar ada suara ribut di dapur. Saat itu barulah Keysha ingat akan Julian. Keysha takut Julian menghacurkan dapurnya di pagi hari ini.
" Kakak.. Astaga.. apa yang kakak lakukan?"
Julian yang mendengar teguran dari Keysha hanya bisa cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia sebenarnya ingin membuatkan sarapan untuk kekasihnya pagi ini. Namun ternyata kemampuan memasaknya belum juga membaik. Hingga saat ini satu penggorengan Keysha gosong akhibat ulah Julian.
" Key.. maaf. "
Ana mendengar teriakan Keysha segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar. Dia terlambat bangun karena hingga subuh Ana tidak dapat memejamkan matanya. Dia sibuk memikirkan masa depannya saat ini. Pembicaraan Keysha dan Julian sedikit tidaknya mengusik hati Ana saat ini. Dia takut akan masa depannya tidak akan ada pria yang tulus menerima dirinya bila tau masa lalunya.
Maka dari itu Ana tidak bisa tidur dan baru terlelap saat pagi hari. Begitu Ana sampai di dapur, dia melihat Julian sedang meringis kesakitan karena terus di cubiti oleh Keysha.
" Rasain ini. Kakak sudah aku peringatkan jangan memasak lagi, masih saja memasak. Sekarang itu penggorengan aku gosong kan sekarang. Ini rasakan ini. "
__ADS_1
Keysha terus mencubiti Julian dengan gemas dan Julian tetap meringis dan berusaha menghindari Keysha.
" Key, ada apa? Apa yang gosong? "
" Itu mba. Wajan aku gosong karena ulah kak Julian. Aku sudah peringatkan dia dari dulu kalau jangan pernah memasak karena akan sangat berbahaya. Sekarang wajan, siapa tau besok dapur ini ikut dia bakar nanti. Kesel aku sama dia mba. "
Omelan Keysha ini membuat Julian segera memeluk Keysha dari belakang dan menaruh dagunya di pundak Keysha. Perilaku Julian tersebut tidak biasa dia lakukan selama ini. Bahkan tidak pernah dia tunjukan pada siapapun kalau dirinya bisa bermanja begitu pada seseorang. Namun kali ini sangat berbeda, Julian tidak peduli akan keberadaan Ana di sana dan dia tetap bermanja manja pada Keysha.
" Maaf.. sudah ya, jangan ngomel lagi. Nanti aku belikan yang baru. Jangan marah lagi ya.. "
Keysha mendapatkan perilaku begitu oleh Julian tiba tiba terdiam kaku di tempat. Napasnya tercekat dan dia tidak bisa bicara apapun saat ini.
" Kau memamerkan kemesraan mu di depan umum Jul. Tidak usah kau berperilaku seperti itu juga aku sudah tau kalau kau mencintai Keysha. "
" Mba Ana. "
" Aku tau Key, kalian berdua saling mencintai tapi tidak berani mengungkapkannya. Semalam juga aku mendengar pembicaraan kamu dengan Julian. Jadi tidak usah kaget. Aku sangat bahagia kalian bisa bersama dan saling menjaga. "
Keysha tersentuh dengan perkataan Ana tersebut. Dia tidak menyangka kalau Ana bisa mendukungnya dalam hubungan ini. Padahal dia merasa dirinya sangat kotor hingga tidak pantas bersama dengan Julian.
" Kak.. lepas. Aku akan berekan semuanya dulu. Mba Ana boleh aku minta tolong? Tolong mba buat sarapan untuk kita ya.. Ini biar aku yang membereskan semua kekacauan yang di buat oleh pria yang sok romantis ini. "
__ADS_1
Ana tersenyum dan mengangguk saja menanggapi apa yang di minta Keysha pada dirinya. Sedangkan Julian dia melepaskan pelukannya pada Keysha saat dia Keysha sudah mencibit tangannya untuk menandakan dia harus melepaskannya sekarang.
" Mba, buatlah sarapan untuk 2 orang saja. Karena aku hanya akan makan roti saja nanti. Aku tidak akan sempat makan bersama kalian. Aku harus segera ke kampus untuk mengetahui apa saja yang sudah aku lewatkan saat aku tidak datang ke kampus."
" Kamu harus sarapan bersama kita Key. Nanti untuk ke kampus aku akan mengantar kamu untuk kesana. Aku tidak mau kamu melewatkan jam makan kamu lagi dan makan makanan yang tidak sehat di luar sana. "
Julian langsung menyambar saja dalam pembicaraan Keysha dan Ana. Ana hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat mendengar betapa posesifnya Julian pada Keysha saat ini.
" Key, sepertinya kamu akan mendapatkan pengawasan 1x 24 jam setiap harinya dari dokter Julian yang statusnya adalah kekasih kamu itu. "
" Mba.. "
Ana sangat suka menggoda Keysha karena reaksi Keysha terlihat sangat malu saat di goda begitu. Namun beda dengan Julian, dia tidak akan menunjukan reaksi apapun terhadapa perkataannya. Namun akan dengan cepat bereaksi saat Keysha yang berbicara.
Selesai sarapan, Keysha benar benar di antar oleh Julian ke kampusnya. Walau dengan berbagai perdebatan antara Keysha dengan Julian, Keysha tetap kalah berbedat karena Julian tetap tidak mau mengalah padanya.
" Key, nanti kamu akan pulang jam berapa? "
" Siang kak.. paling jam 2 siang. Aku ada kelas jam 11 siang soalnya. Seharusnya kakak tidak mengantar aku begin"
Julian menatap Keysha kembali dan menggenggam tangan Keysha. Dia tidak suka berdebat terus dengan kekasihnya itu.
__ADS_1
" Nanti bila aku yakin kamu sudah sehat, baru kamu boleh menggunakan mobil sendiri. Aku hanya tidak mau kamu kenapa kenapa Key. Aku takut kamu kembali harus di rawat di rumah sakit."
Keysha tersenyum karena perhatian Julian ini. Memang sejak Keysha dirawat di rumah sakit, Julian berubah menjadi lebih posesif dan protektive padanya. Namun semua itu masih Keysha bisa terima dan maklumi karena dia sudah mendengar kalau dirinya masuk rumah sakit itu karena Julian tanpa sengaja memberinya obat yang membuat dia alergi. Jadi dia di larikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan maksimal.