Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Bermain


__ADS_3

Disaat semua sibuk dengan pertarungan mereka masing masing. Quenza, dia sibuk mencari keberadaan Daren. Kemarahan dan kebencian Quenza pada Daren kali ini akan dia balaskan.


" Kau tidak akan bisa sembunyi dari ku lagi pak tua. Kau seblumnya mungkin bisa terus menggertak Violla. Namun aku tidak akan membiarka itu terus terjadi. Kau harus membayar semua penderitaan yang telah kay berikan pada Violla. Hari ini akhir hidup mu telah tiba. "


Dengan tatapan mata tajam dan ekspresi wajah yang mengetikan, Quenza berjalan sambil menembaki anak buah dari George. Dia tidak membiarkan mereka menghalangi dirinya mencari keberadaan Daren saat ini.


Sedangkan Daren, dia bersembunyi di sebuah ruangan rahasia milik dari Black World. Firasatnya sangat buruk hingga dia tidak membantu bosnya untuk melawan Quenza dan Keysha.


" Kedua wanita itu sangat berbahaya. Aku yakin mereka tidak akan semudah itu di kalahkan apalagi sampai bisa dengan mudah di bawa ke tempat ini. Semua ini ada kejanggalan. Aku dapat merasakan mereka berdua sangat berbahaya. Kalau seandainya aku tidak di lindungi oleh orang orang penting, Violla pasti sudah dari dulu menghabisi aku. "


Daren terus beguman begitu sambil dia mempersiapkan senjata untuk melindungi dirinya. Dia sama sekali tidak perduli akan keselamatan orang lain di luar sana. Yang ada di pikirannya hanya keselamatan dirinya.


Daren tidak sadar kalau sekarang maut sedang berjalan menuju tempat dirinya berada.


Di sisi lain, Julian yang sudah berada di dalam pesawat merasa gelisah dan takut. Dia takut kalau misalnya Keysha terluka dan mengalami sesuatu yang buruk disana.


" Key, tolong jangan berbuat hal yang membahayakan dirimu. Aku tidak masalah kamu melakukan hal yang kejam pada mereka, namun jangan sampai terluka. Aku tidak mau kamu sampai terluka disana. "


Kemarahan Julian sangat besar saat ini. Namun dia hanya bisa mengepalkan tangannya saja sekarang.


Di negara yang sama dengan Keysha, David juga mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini pada Keysha. Dia ingin ikut membantu Keysha sekarang, namun pergerakannya di tahan oleh Vince.


" Kau mau kemana? "


" Keysha dalam bahaya. "

__ADS_1


" Apa kau di hubungi langsung oleh dia untuk membantunya dalam hal ini? "


" Jangan gila Vince.. dia membutuhkan bantuan aku sekarang. Tanpa dia minta aku akan datang. "


Vince menatap David tajam. Dia sudah muak dengan tingkah kakaknya yang kembali merubah cara berpikirnya tentang Keysha.


Vince setuju saja bila David menjalin hubungan dengan Keysha, namun itu bisa terjadi bila Keysha juga menyukai David. Dalam hal ini, Keysha jelas memberitahu pada dirinya kalau dia tidak menyukai David dan merasa risih dengan semua perilaku David akhir akhir ini.


Perilaku David akhir akhir ini membuat Keysha tidak nyaman. Karena sering kali David menunjukan sikap posesifnya pada Keysha dan mulai berusaha mengambil peran sebagai kekasih Keysha. Itulah kenapa Vince sekarang harus menahan kakaknya agar tidak bertindak berlebihan.


" Dav dengar. Kau harus sadar sekarang. Keysha tidak butuh bantuan mu. Dia bahkan tidak ada menghubungi mu sama sekali. Jangan sekali kalinya kau mencoba bermain peran sebagai kekasih Keysha. Kau sadar betul kalau Keysha tidk pernah mencintai mu. Bahkan tidak pernah memandang mu sebagai seorang pria idaman. Jangan buat Keysha semakin menjauh dari keluarga kita Dav. Kalau kau masih ingin Keysha bersikap biasa dan ada bersama keluarga kita, kau harus hilangkan rasa mu itu pada Keysha. "


David meradang mendengar apa yang axiknya katakan. Karena apa yang sekarang dia rasakan itu nyata. Kenapa dia tidak boleh memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi haknya.


" Kenapa kau begini Vince? Kenapa semua mengingatkan aku hal yang sama? Apa kalian tidak mau melihat aku bahagia dengan Keysha?Apa kalian meragukan perasaan yang aku punya untuk Keysha? Aku sungguh mencintai dia "


*Deg*


Jantung David berdegup kencang saat mendengar apa yang adiknya bilang. Hatinya tiba tiba sakit karena tau fakta kalau Julian kembali hanya untuk membantu Keysha. Julian yang dia pikir lemah dan tidak memiliki sisi kejam seperti dirinya akan datang membantu Keysha dalam menghancurkan musuhnya.


Kaki David lemas hingga dia terduduk lagi di kursinya. Sedangkan Vince, dia tetap di ruangan itu untuk menemani David. Dia tau kalau David butuh seseorang sekarang berada disisinya.


" Aku harap apa yang kamu bilang tentang perasaan David adalah kenyataan Key. Aku kasihan melihat David seperti ini. Nanti bila semua sudah membaik, aku harap kamu kembali datang menemui kami. "


Vince hanya bisa berkata dalam hatinya seperti itu. Karena dia sebelumnya di minta untuk menahan David oleh Keysha.

__ADS_1


Kembali di markas Black World, disana Quenza dan Keysha masih terus melawan musuh musuh mereka. Namun target sebenarnya belum mereka dapatkan.


Hingga sampailah Quenza di sebuah pintu yang terlihat sangat kokoh dan paling berbeda di tempat tersebut.


" Kau pasti di dalam sini Daren. Kematian mu tidak bisa di tunda lagi "


Quenza membuka pintu itu dan meluhat Daren baru saja selesai menyetel senapan yang dia pegang.


" Waaaoooowwww ternyata kau akan menggunakan senapan itu ya.. Atau kau di tempat ini dari tadi untuk sembunyi saja? Daren... Daren... kemana sikap sombong dan angkuh mu itu? "


" Kau akan menyesal Violla. Kau akan habis du tangan orang orang yang menjadi pelindungku. "


" Pelindung mu? Dimana mereka sekarang? Yakin mereka akan datang? Jangan menjadi bodoh di saat seperti ini Daren. Kau tau, mereka tidak akan datang ke tempat ini sekarang karena mereka tau kau berada di bawah perlindungan Black World. Namun tenang saja, di saat markas ini hancur, mereka akan segera tau kalau kau juga telah tiada di tempat ini. "


Daren mengacungkan senjatanya kepada Quenza dan bersiap menembaki Quenza. Namun Quenza tidak menunjukan ketakutan. Melainkan dia terus melangkah secara perlahan mendekati Daren.


" Berhenti atau kau akan aku tembak. "


" Tembak saja kalau itu mau mu. Aku tidak takut sama sekali. "


Daren benar benar akan menekan pelatuk senapan itu untuk menembak Quenza, namun gerakan cepat Quenza untuk menghindar membuat dia tidak terkena peluru dari senapan itu.


* Prang. *


" Uuuuhhhuuuukkk"

__ADS_1


" Sudah aku bilang, kali ini kau tidak akan bisa lari lagi dari aku. Maut mu sudah tiba Daren. Namun kau harus tau, aku tidak suka bermain terlalu cepat dengan mu. Jadi nikmatilah setiap permainan aku nanti. "


__ADS_2