Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Pencarian Gadis Manis


__ADS_3

Selesai makan malam, Keysha ingin memberikan waktu sebentar untuk Julian betanya apapun yang dia mau pada Keysha. Dia sadar tadi dirinya menahan Julian untuk bertanya. Jadi saat ini dia ingin melanjutkan obrolan itu dengan Julian.


" Makan sudah selesai, tadi kamu ingin bertanya apa? "


Julian menatap Keysha. Dia selalu merasa kalau Keysha itu terlalu serius dalam menjalani kesehariannya.


" Kamu selalu mengatakan sibuk terus. Apa saja kesibukan yang kamu lakukan? "


" Kuliah dan beberapa pekerjaan sampingan. Kalau besok ada masalah apapun, kamu bisa pakai telpon rumah untuk menghubungi aku. Nanti aku catat nomor aku di sana"


Julian tau kalau Keysha tidak nyaman dengan dirinya yang menanyai Keysha tentang kehidupan pribadinya. Jadi dia memilih untuk diam saja saat ini. Mungkin dia akan menunggu waktu yang tepat untuk dirinya bisa tau kehidupan pribadi Keysha.


" Makasi Key.. Boleh aku panggil kamu begitu bukan? Aku merasa memanggil kamu dengan nama Keysha terlalu panjang. "


" Senyaman kamu saja."


" Hemm aku sungguh berterimakasi pada kamu Key, kamu sudah banyak sekali membantu aku selama ini. Mulai dari menyelamatkan aku dari orang itu, membawa aku kerumah sakit dan merawat aku disana, dan bahkan sekarang kamu mengijinkan aku tinggal bersama kamu di tempat ini. "


Tatapan tulus dari Julian membuat Keysha merasa bersyukur sudah menolong pemuda di hadapannya ini. Dia merasa masih di butuhkan dan berguna untuk orang lain. Karena selama ini di tidak pernah mendengar ada orang yang bisa dengan tulus mengucapkan terimakasi pada dirinya karena sudah di bantu.


Tapi kali ini dia mendengar dari seorang pemuda asing yang dia bantu dan kenal baru ini. Pemuda yang membuat dia menggerutu dan kadang mengeluh karena merasa di repotkan. Tapi pemuda itu juga membuat dia merasa hidup kembali. Merasa kalau tempat yang dia tinggali bisa di sebut rumah. Merasa kalau dia masih hidup dan masih di butuhkan.

__ADS_1


Karena semenjak Keysha tinggal di negara ini, tidak pernah ada yang menanyakan kabar dirinya. Bahkan ibunya pun menghubungi dia hanya untuk menyampaikan keluhan dan meminta uang saja. Dari sana dia merasa hidupnya mulai tidak berarti lagi.


Tidak pernah sekali pun dalam pembicaraan dia dengan keluarganya menanyakan apakah dirinya sudah makan atau belum, sehat atau tidak, bagaimana sekolah, atau hal biasanya yang layak di tanyakan kepada anak yang merantau sendirian di negara asing tanpa ada bekal apapun.


Tapi yang selalu Keysha dengar adalah keluhan kekurangan uang, masalah rumah tangga, kesehatan yang memburuk atau gosip tetangga mengenai keluarganya. Keysha sangat lelah dengan semua hal itu selama ini. Jadi dia bertekad mencari banyak uang untuk menjamin masa depannya nanti dan tidak merepotkan siapa pun lagi.


" Key... Hei... Keysha. "


Keysha tersadar dari lamunannya setelah mendapatkan tepukan di bahunya dari Julian. dia sempat melamun tentang hidupnya selama ini. Tapi setelah sadar dia bingung harus berkata apa pada Julian.


" Kamu tidak apa apa Key? Sepertinya kamu kurang istirahat. Tidurlah sekarang, biar aku yang membereskan semuanya. "


" Hem? "


" Terimakasi. "


Keysha langsung pergi setelah mengatakan kata itu, Julian pikir ucapan terimakasi itu di tujukan oleh Keysha karena dia akan membersihkan bekas makan mereka berdua. Tapi sebenarnya maksud Keysha adalah terimakasi karena sudah datang di saat Keysha sudah tidak tau bagaimana cara hidup dengan benar lagi. Jadi kehadiran Julian sebagai bentuk pengobat kesepian yang dia rasakan selama ini.


Sesampainya Keysha di dalam kamarnya, dia bersandar di pintu kamar itu sambil menangis. Ada rasa sesak di dadanya saat mengingat semua kejadian pahit yang dia rasakan selama ini. Semua kesakitan yang dia rasakan selama ini, dia luapkan lewat tangisan.


Tangisan Keysha dia tahan agar tidak di dengar oleh Julian. Dia tidak ingin orang lain melihat dirinya yang rapuh. Dia masih ingin terlihat segar dan kuat. Semua masalah harus dia simpan jauh jauh di dalam hatinya. Hingga tidak akan ada yang tau kalau dia saat ini terluka.

__ADS_1


" Aku harus kuat. Jangan terlena dengan keadaan. Dia hanya singgah sementara. Aku tidak boleh terbiasa dengan hadirnya di tempat ini. Aku harus kembali menjadi diri aku yang kuat agar tidak ada yang tau bahwa aku terluka. "


Semenjai adanya Julian, entah sudah berapa kali Keysha mengingatkan dirinya untuk tidak membiasakan diri denga hadirnya Julian. Tapi, semakin dia menghindar dan tetap menjaga batasan itu, semakin mereka dekat dan semakin membuat Keysha sadar kalau dia butuh orang lain untuk berada di sekitar dia. Menjadi teman bicara ringan dan teman untuk mendengarkan keluh kesahnya.


Bukan teman yang hanya akan dia ajak bicara mengenai masalah pekerjaan atau tugas saja. Keysha ingin teman yang memang benar benar teman. Dan itu dia lihat di Julian. Tapi dia tidak berani berharap Julian tetap bersama dia di negara ini. Karena Julian pasti ingin kembali ke negaranya lagi.


Setelah cukup tetang, Keysha menarik napasnya dan melanjutkan mengerjakan proyek yang dia sepakati dengan dosennya. Proposal itu akan dia buat kerangkanya dan akan di tunjukan besok kepada Mr. Karl.


" Semua poin penting yang di katakan oleh pak tua itu sudah aku masukan kedalam kerangka ini. Tapi dia belum mengatakan proposal ini di tujukan untuk perusahaan apa. Sangat merepotkan pak tua ini. Untung saja uang yang di janjikan cukup besar. Dan fasilitas juga lengkap yang dia berikan. Bila dia pelit, aku jamin aku tidak akan mau lagi kerjasama dengan dirinya."


Keysha tau kalau saat ini dia di bayar dengan uang segitu tidak akan ada artinya bila proyek tersebut bisa di dapatkn oleh dosennya ini. Karena proyek tersebut bernilai ratuan juta dollar untuk kontraknya. Tapi Keysha tidak bisa melakukan apapun karena dia memang tidak memiliki sertifikat yang bisa menjadi bukti kalau dirinya bisa mengerjakan proyek yang di maksud saat ini.


Di kamar Julian, dia sudah mencuci pakaian dan sudah mengenakan bathrobe di badannya. Tapi dia lupa kalau dia harus menjemur pakaianya di luar saat ini. Jadi dia terpakasa keluar kamar hanya menggunakan pakaian begitu.


Julian mengintip apakah Keysha keluar kamar atau tidak. Tapi ternyata tidak. Jadi dia merasa aman pergi keluar untuk menjemur bajunya.


" Aku harap besok kau sudah kering. Aku tidak mau Keysha banyak mengeluarkan uang untuk aku lagi. Cukup rasanya aku membebani Keysha. Aku akan bertanya mengenai pekerjaan yang bisa aku lakukan untuk sekarang ini. Setidaknya aku ingin membantu Keysha dalam hal apapun"


Julian tidak ada kepikiran untuk balik ke negaranya. Dia malah berpikir bagaimana cara membantu Keysha saat ini. Sedangkan nyonya William sudah memerintahkan anak buahnya untuk membatu mencari gadis manis yang sudah menolong di tadi. Dia mau tau dimana gadis itu tinggal dan semua informasinya. Tapi yang nyonya William dengar adalah anak buahnya tidak dapat melihat informasi dari gadis itu. Bahkan di cctv wajah gadis itu tidak telihat jelas.


" Siapa kamu nak? kenapa sangat sudah untuk bertemu dengan kamu lagi? "

__ADS_1


__ADS_2