Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Jangan Khawatir


__ADS_3

Jawaban dari Keysha yang mengatakan kalau David gay membuat Julian langsung melepaskan pelukannya pada Keysha. Dia sangat kaget dengan apa yang dia dengar barusan. Jadi dia ingin memastikan semuanya lagi saat ini.


" Apa yang kamu bilang Key? "


" Tidak ada yang tau akan hal ini kak. Bahkan orang tua David tidak mengetahuinya. Ahhh.. salah, Vince saja tidak tau akan hal tersebut. David pintar menutupi semua hal itu. Jadi kakak jangan kawatir dengan hal ini. "


Julian yang masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya membuat dirinya sedikit linglung dan masih menatap wajah Keysha dengan tatapan bertanya. Keysha yang merasa tidak tahan dengan semua hal tersebut langsung menarik tangan Julian dan mengajak dirinya duduk di bawah pohon disana.


" Kak, dengar. David William dia mempunyai nama keluarga yang besar. Perusahaan besar dan dirinya selalu menjadi incaran berita media. Dengan semua hal tersebut, David jelas tidak mau citranya di publik menjadi buruk. Apalagi menyangkut nama besar keluarganya. Jadi dia menyembunyikan semua hal itu. Aku sebelumnya memang di kejar kejar oleh David karena dia terobsesi dengan aku. Aku yang tidak menunjukan ketertarikan padanya membuat dia penasaran. Jadi dia berusaha mendekati aku. Namun itu bukan cinta kak. Setelah semua kesalah pahaman itu kami selesaikan, aku dan David bisa berteman seperti sekarang. Jadi kakak, jangan berpikir yang tidak tidak mengenai hubungan kami. Aku jelas tidak menyukai David. "


Julian masih kaget dengan penjelasan Keysha. Namun bila di pikir pikir lagi oleh dirinya memang masuk akal apa yang Keysha katakan tadi pada dirinya. Karena dia ingat kalau sebelumnya Keysha sempat mengeluh mengenai sikap David padanya.


" Jadi Dav itu.. "


" Ya.. maka dari itu kemarin aku bilang sama dia kalau jangan sampai dia menyukai kakak. "


Julian seketika merinding mendengarnya. Dia langsung mengusap lengan dan lehernya saat membayangkan kalau dirinya di incar oleh David.


" Key, kamu.. jangan bicara hal seperti itu. Sudah tau aku punya pengalaman buruk mengenai hal begituan. "


Keysha hanya tersenyum geli mendengar perkataan Julian. Suasana yang sebelumnya sedih mereka rasakan seketika berubah saat membicarakan hal ini.


Senyum di wajah Keysha yang dilihat oleh Julian itu membuat dirinya menatap sendu lagi kearah Keysha. Dia sangat takut berjauhan dari wanitanya saat ini.

__ADS_1


" Key, tolong tunggu aku. Aku akan segera membuktikan diri pada kamu kalau aku mampu dan cukup layak untuk melindungi kamu nantinya "


Keysha mengelus wajah Julian dengan lembut. Dia pasti akan menunggu Julian. Namun dia takut kalau Julian nanti yang tidak bisa menepati perkataannya nanti.


" Aku akan selalu menunggu kak. Namun ada satu permintaan aku. Kalau nanti dalam perjuangan kakak memantaskan diri kakak bertemu dengan wanita lain yang membuat kakak jatuh hati, aku harap kakak katakan langsung pada aku. Jangan merasa tidak enak atau berusaha menutupinya dari aku. Aku lebih baik mendengar semuanya langsung daripada aku mengetahuinya sendiri dan akan merasa terhianati. "


Pengalaman buruk yang sebelumnya Keysha rasakan dalam sebuah hubungan membuat dirinya sulit percaya pada orang lain. Jadi Julian hanya bisa menenangkan Keysha dengan perkataannya saja saat ini. Namun dia akan buktikan nanti pada Keysha kalau dia berbeda dari pria lain yang sebelumnya Keysha temui.


" Key, aku akan buktikan semuanya pada kamu. Kamu bisa lihat nanti. Aku tidaklah sama seperti mereka yang dulu pernah singgah di hidup kamu. Kamu juga harus tau kalau sebelum bertemu kamu, hidup aku sangat kacau dan aku merasa tidak ada tujuan dalam hidup lagi. Namun hadirnya kamu dalam hidup aku membuat semua berubah. Kamu tujuan aku untuk hidup dan aku bersyukur masih bisa bernapas saat ini hingga kita bisa bertemu. "


Keysha menatap mata Julian yang sedang berbicara seperti itu padanya. Dia dapat melihat kalau tatapan mata Julian tidak menunjukan kebohongan sama sekali di dalamnya. Itu juga yang membuat Keysha sangat menyukai Julian.


" Kak.. mari berjuang bersama. "


Senyum mereka mengembang di wajah masing masing. Walau mereka sudah menyelesaikan masalah mereka, tetap saja di hati mereka masih gundah dan ada keraguan untuk berpisah. Takut sudah pasti mereka rasakan karena jarak dan perbedaan waktu yang akan mereka rasakan nantinya yang akan membuat hubungan mereka semakin sulit nanti.


" Kak.. apa kakak akan lama disana? "


Julian merapatkan tubuhnya lagi pada Keysha dan menarik badan Keysha agar bisa dia peluk kembali.


" Key, kamu tau, aku tidak akan bisa berpisah lama dari kamu. Aku sudah bila kamu tujuan aku hidup. Aku tidak akan bisa lama jauh dari kamu. Saat nanti aku ada waktu, aku akan menemui kamu dimanapun kamu berada. "


Keysha melihat wajah Julian walau dirinya masih berada dipelukan pria itu. Dia ingin tau lebih banyak lagi mengenai kehidupan Julian sebelum pertemuan mereka. Namun Keysha takut untuk bertanya lebih jauh pada Julian.

__ADS_1


" Apa yang ada di piikiran kamu saat ini? Aku tau kamu ingin bertanya sesuatu. "


" Apa sejelas itu kak? "


" Ekspresi wajah kamu ini sudah seperti buku terbuka untuk aku sekarang Key. Saat kamu menutupi sesuatu, aku bisa tau hal itu. Namun aku tidak tau apa yang kamu tutupi. Begitu juga dengan sekarang. Apa yang ingin kamu ketahui? Aku tidak bisa membaca pikiran kamu. Jadi aku tidak bisa mengatakan apapun tanpa kamu yang bertanya. "


Keysha mengeratkan pelukannya lagi pada Julian. Hal tersebut membuat Keysha sangat nyaman saat ini. Julian seolah sudah sangat memahami dirinya. Hingga Keysha merasa sudah mendapatkan paket lengkap dalam hubungan dia dan Julian. Hanya saja, kekurangan dalam dirinya harus dia segera atasi.


" Kak.. aku mau minta maaf untuk perbuatan aku selama ini. "


" Ha? "


Julian bingung dengan perkataan Keysha ini. Karena setau Julian tadi Keysha ingin bertanya hal lain. Namun kenapa tiba tiba semua berubah saat ini.


" Maksud kamu apa? "


" Aku terlalu egois dan terlalu dominan dalam menjalin hubungan dengan kakak. Aku minta maaf untuk itu kak. "


Julian mengelus rambut Keysha dengan lembut. Dia tau arah pembicaraan Keysha ini. Memang semua tidaklah mudah dalam hubungan mereka selama ini. Karena semua sangat tiba tiba dalam hubungan mereka.


" Key, aku tidak bisa mengatakan hal kalau ini salah kamu sepenuhnya. Karena aku tau bagaimana kamu sebelumnya begitu keras dalam menjalani kehidupan sebelum kita bertemu. Semua kamu atur sendiri dan kamu mengambil keputusan seorang diri. Jadi sangat wajar kalau kamu saat ini tidak bisa langsung mendiskusikan hal hal seperti itu dengan aku. Jangan terlalu di pikirkan. Kita perbaiki diri masing masing saja saat ini. "


Julian berusaha menenangkan Keysha dengan cara seperti itu. Karena dia sendiri juga sadar kalau apa yang menjadi masalah mereka selama ini adalah efek dari masa lalu mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2