Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Makanan atau Racun?


__ADS_3

Keysha sampai di apartemennya begitu matahari hampir tenggelam. Segera dia berjalan menuju unit tempat tinggalnya dengan membawa beberapa roti untuk di berikan pada Julian nanti.


" Aku pulang.. "


" Selamat datang. Kamu kenapa terburu buru begitu Key? "


Keysha menatap bingung kepada Julian. Dia tidak percaya kalau Julian sudah bisa bergerak sekarang. Bahkan dia berdiri di hadapan Keysha saat ini.


" Kakak baik baik saja? "


" Aku sudah tidak apa apa. Kamu datang cepat karena masalah ini? Aku tidak apa Key. Jangan kawatir. "


Keysha akhirnya bisa bernapas lega karena mendengar jawaban Julian itu. Lantas Keysha menyerahkan roti yang dia bawa pada Julian agar itu di makan olehnya nanti.


" Kak, aku ganti baju dulu baru setelah itu memasak. Tunggu sebentar ya.. "


" Key.. tenang, aku sudah memasak tadi. Kita tinggal makan malam bersama. Percayalah, kali ini masakan aku layak di makan. "


Keysha bukan menjawab dia langsung berlari menuju dapur untuk memeriksa keadaan dapurnya.Dia takut dapurnya hancur karena ulah Julian. Julian tau apa kecemasan Keysha, jadi dia hanya bisa menggaruk belakang kepalanya saja. Dia memang tadi membuat kekacauan, tapi semua sudah dia bereskan dan sekarang sudah rapi kembali.


" Aku tidak seburuk itu Key, semua sudah aku bereskan. Kamu tenang saja. "


" Syukurlah tidak ada barang pecah, gosong atau masalah lainnya. Tapi sekarang aku jadi curiga kakak masak apa? "


Lagi lagi Julian di buat tidak bisa bicara oleh Keysha. Karena dia juga bingung mau mengatakan apa padanya. Keysha yang melihat Julian ragu menjawab dirinya, berinisiatif untuk membuka tempat makanan itu.


" Aku harap ini bukan telur rebus atau mie saja. "


Keysha membuka perlahan tempat makanan itu, dan melihat kalau yang di buat Julian adalah nasi goreng isi berbagai macam sayur dan toping lainnya. Keysha sampai bingung melihat apa yang ada di depan matanya saat ini. Karena dari bentuknya, nasi goreng itu tidak layak untuk di makan. potongan sayur yang sangat besar dan bumbu yang terlihat tidak merata. Belum lagi ada telur goreng yang di taruh di atasnya gosong. Itu membuat Keysha menahan napasnya selama beberapa detik. Dia memproses apa yang sedang di lihatnya saat ini.

__ADS_1


" Ini.. ini.. apa? "


Julian yang awalnya merasa bangga akan hasil kreasinya, sekarang menjadi ragu saat melihat bagaimana reaksi Keysha. Keysha tampak syok melihat nasi goreng spesial yang dia buat.


" Itu nasi goreng. Apa kamu tidak suka? "


Keysha menatap Julian dan nasi goreng itu bergantian. Dia tidak percaya kalau Julian mengatakan nasi goreng itu adalah makanan yang layak dia makan sebelumnya.


" Kak... apa kakak pernah beli nasi goreng dengan campuran seperti ini? "


Keysha benar benar kehabisan kata kata untuk mendeskripsikan masakan Julian. Nasi goreng buatan Julian berisi tomat, kentang, keju, ayam, dan bayam. Nasi yang di buat menjadi basah dan berantakan. Sangat mengerikan bila di pandang mata.


Keysha tidak menunggu jawaban Julian lagi. Dia segera mengambil sendok dan mencoba mencicipi rasa masakan Julian. Dia tidak mungkin membuang semua masakan itu karena dia tidak boleh menyianyiakan makanan.


Begitu nasi goreng itu masuk kedalam mulut Keysha, rasa aneh dari masakan itu langsung terasa. Dia ingin memuntahkan semuanya tapi kasihan Julian. Jadi dia tetap menelan semua itu. Namun, hanya satu suap saja Keysha makan karena setelah itu dia mengambil semua nasi tersebut dan di oleh kembali.


" Kakak duduk dulu aku akan oleh ini kembali. Aku tidak mau besok sakit perut memakan semua makanan ini. Lain kali kakak bisa belajar masak bersama aku. Setidaknya agar bisa menggoreng telur dengan benar saja. "


Sembari menunggu masakannya jadi, Keysha masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian. Dia risih dengan pakaian yang di pakai untuk memasak itu.


" Apa masakannya sudah matang kak? "


" Aku tidak tau. Aku hanya perhatikan oven itu saja Key.. "


Keysha tertawa mendengar jawaban Julian. Dia memang meminta Julian hanya duduk diam saja disana tanpa melakukan apapun.


" Kak.. bagaimana hari mu? Kenapa kamu bisa sampai sudah berjalan begini? "


Keysha duduk di hadapan Julian untuk menanyakan keadaannya. Dia yang kawatir dari tadi ternyata orang yang dia cemaskan sudah bisa bergerak bebas.

__ADS_1


" Aku paksakan bergerak Key. Bila aku terus rebahan saja, aku yakin akan lama penyembuhanya. Jadi biar otot aku terbiasa jadi aku paksa bergerak. Ternyata setelah aku bawa beraktivitas, tubuh aku walau masih sakit tapi tidak sekaku tadi pagi. "


Keysha menganggukan kepala saja untuk menanggapi hal itu. Lantas dia memberikan Julian salep untuk di oleskan nanti di otot yang kaku.


" Pakai ini sebelum kakak tidur. Semoga besok kakak masih bisa bergerak seperti ini. Ini krim untuk melemaskan otot. Jadi pakai di tempat dimana biasanya akan kakak rasakan kram. "


Julian menerima itu dan memperhatikan kalau salep tersebut masih baru. Jadi Keysha sengaja membelikan dia salep itu untuk dia pakai.


" Ini kamu bau beli? "


" Hemmm.. aku pikir kakak akan perlu dengan itu. Pakailah agar bisa beraktivitas normal lagi. Boleh aku tanya sesuatu yang lain? "


" Tanya saja apa yang mau kamu tanyakan? "


" Di kamar kakak ada banyak alat musik. Kenapa semua rusak? Kakak beli barang rusak? "


Keysha penasaran dari pagi dengan barang barang itu. Karena dia tidak pernah tau kalau Julian memiliki semua itu.


" Iya.. aku beli semua barang yang rusak itu untuk aku jual lagi. "


Saat ingin bertanya lagi, suara dari oven pertanda makanan matang itu menghentikan Keysha. Dia mengambil masakan yang dia oleh kembali itu dan menyajikan di hadapan Julian.


" Sepertinya kali ini, makanan ini layak di makan kak.. "


Julian tertawa mendengar hal itu. Dia tidak menyangka kalau masakannya akan bisa di makan setelah diolah kembali.


" Ayo makan bersama Key.. "


Julian mencoba makananan itu dan memang lebih layak untuk di makan sekarang ini. Walau mereka sama sama tidak tau harus dibberi nama apa makanan itu. Selesai makan malam, Keysha ingin melanjutkan perkerjaannya tapi Julian menanyakan sesuatu yang membuat Keysha dia di tempat.

__ADS_1


" Key, dari sejak kamu tadi datang dari kampus, aku melihat kamu tidak tenang dan sepertinya banyak pikiran. Apa yang telah terjadi? Kalau kamu tidak keberatan, kamu bisa cerita pada aku. Aku mungkin tidak bisa membantu banyak tapi meniadi pendengar yang baik aku bisa Key. "


Keysha menatap Julian dengan lekat. Ini yang selalu membut Keysha nyaman dengan adanya Julian. Dia tanpa banyak bicara tau bagaimana keadaan Keysha.


__ADS_2