
" Berani beraninya kalian melukai wanita ku, akan aku habisi kalian semua. "
Julian melangkah dengan pasti mendekati mereka dan menembakti mereka satu persatu. Alex juga melakukan hal yang sama. Namun begitu Alex ingin menembak pemimpin pasukan yang baru datang itu, suara Julian menghentikan dirinya.
" Mundur Lex, dia bagian ku. "
Mau tidak mau Alex mundur saat mendengar nada suara Julian yang menyeramkan. Dia meminta Julian datang untuk menenangkan Keysha, namun yang terjadi sekarang malah sebaliknya.
" Dia sungguh datang untuk menenangkan kemarahan Keysha atau dia memperparah keadaan saat ini? Sungguh Julian tidak bisa aku harapkan sekarang. Emosinya benar benar setipis tisu bila sudah berhubungan dengan keselamatan Keysha. "
Gumaman Alex itu di dengar oleh anak buah Quenza. Mereka jug baru kali ini meluhat ada orang yang lebih gila dari bos mereka.
" Pantas bos bisa berkerja sama dengan orang orang ini. Ternyata mereka semua sama sama gila. "
Isi hati Peter orang kepercayaan Quenza. Di dalam ruangan tempat Daren berada, Quenza henar benar melakukan apa yang tadi dia ucapkan. Dia sungguh sungguh menguliti Daren dalam keadaan Daren masih hidup.
Teriakan kesakitan Daren tidak di hiraukan oleh Quenza saat itu. Hingga akhirnya Daren meninggak dengan cara mengenaskan.
" Kau pantas mendapatkannya. Sekarang semua sudah terbayar lunas. Aku hanya perlu melihat keadaan di luar saja sekarang. "
Begitu Quenza keluar, dia melihat pertarungan yang masih berlangsung. Namun, ada orang baru yang Quenza lihat saat ini.
" Siapa pria itu? Kenapa aku merasa aura yang dia keluarkan sama seperti Keysha? "
Quenza memperhatikan Julian yang sekarang sedang menghajar musuhnya dengan brutal. Dia belum melihat Keysha yang saat ini sibuk dengan mainannya dan tidak memperdulikan tangannya yang terluka.
" Keysha.. astaga.. ternyata dia jauh lebih kejam dari perkiraan aku. Sungguh pintar wanita ini menyembunyikan hal ini dari semua orang. "
__ADS_1
Quenza bukan takut mekihat apa yang Keysha lakukan, dia malah merasa senang melihat adegan itu. Namun kesenangannya berubah menjadi kecemasan saat melihat tangan Keysha mengeluarkan darah segar.
" Bodoh, dia terluka parah, tapi masih melakukan hal itu. Apa dia tidak merasakan kesakitan dalam hal ini? "
Kecemasan yang Quenza tunjukan membuat sisi Violla yang muncul. Violla mengambil alih kembali kesadarannya dan dia melihat kearah Keysha yang sedang terluka.
" Keysha.... "
" Keysha... hentikan. Kau sedang terluka saat ini. "
Violla berusaha menghentikan Keysha dengan memegang tangannya yang sekarang sedang mengukir di tubuh tak berdaya milik George.
" Jangan ganggu aku kalau kau tidak mau bernasib sama seperti dia. "
Tanapa meluhat kearah Violla, Keysha mengatakan halbitu dengan nada dinginnya. Alex yang tau situasi itu berbahaya untuk Violla, dia segera mendekat dan menarik tubuh Violla untuk menjauh.
" Tak perduli seberapa kuatnya kau selama ini, namun bila kau sekarang ingin menghalangi Keysha, itu tidak akan bisa kau lakukan. Sekarang Keysha tidak terkendali. Sebaiknya kau jangan mengganggu. Lebih baik dia melemah karena keadaan dia sekarang daripada dia nanti melukai orang lain lagi. "
Walau George sudah tidak bernyawa lagi, tapi Keysha masih tetap mencabik cabik tubuh George. Julian yang sudah selesai memukuli musuhnya, segera menghampiri Keysha.
" Key, Key... sudah cukup sayang.. sudah.. Dia sudah tidak bernyawa lagi. Sudah cukup. Kamu sekarang terluka, ayo kita obati dulu. "
Walau Julian cemas dengan keadaan Keysha, dia tidak bisa langsung menghentikan Keysha begitu saja. Dia harus membujuk Keysha saat ini. Karena tadi saat Julian memukuli musuhnya, tanpa sengaja Julian melihat di dalam ruangan ada mayat wanita dan bayinya yang sangat mengenaskan. Jadi Julian langsung paham kenapa Keysha menjadi seperti ini.
Melihat cara Julian memeluk dan menenangkan Keysha, membuat Violla dan Alex terkejut. Mereka tidak menyangka ternyata pengaruh Julian pada Keysha sangat kuat. Sehingga dia melakukan semua itu pada Keysha walau Keysha dalam keadaan tak terkendali.
" Siapa pria itu? Kenpa dia dengan mudah memeluk Keysha ku? "
__ADS_1
Pertanyaan Violla membuat Alex menatap Violla dengan tanjam. Apa Violla tidak paham juga dengan situasi yang terjadi sekrang ini.
" Kau bilang apa? Keysha ku? Keysha bukan milik mu. Ingat itu baik baik. Dia bukan barang dan dia bukan milik mu. Cukupkan kegilaan mu ini sebelum kesabaran Keysha habis karena tingkah mu yang begini. Selama ini, Keysha selalu memberikan kau kesempatan untuk berubah karena dia kasihan akan hidup mu yang kesepian. Namun bila kau masih saja dengan obsesi mu ini, aku akan menghentikan semua tindakan Keysha yang ingin memberikan mu kesempatan itu. "
Jawaban Alex membuat Violla kesal. Namun apa yang Alex katakan mengang tidak ada salahnya. Memang dia tidak boleh berprilaku semena mena lagi pada Keysha sekarang.
Apalagi dia tidak mau bila sampai Keysha menjauh dari dirinya. Dia sudah terbiasa dengan kehadiran Keysha dan semua kegiatan yang telah mereka lalui.
Violla tidak mengatakan apapun pada Alex lagi dan hanya menatap Keysha yang sekarang sudah di gendong oleh Julian untuk di bawa keluar tempat itu.
" Lex, apa kau bisa mencari dokter untuk Keysha? "
" Tentu. Aku sudah menyiapkan segalanya di markas. Ayo cepat bawa Keysha pergi dari tempat ini. "
Alex segera memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan tempat tersebut hingga tak tersisa. Dia tidak mau meninggalkan jejak apapun dalam hal ini.
Sedangkan Violla, tanap di suruh dia berjalan mengikuti langkah Julian dan ikut masuk dalam mobil yang sama dengan mereka.
" Siapapun kau, kau pasti orang yang sangat berarti untuk Keysha. Karena hany pada mu dia bisa menghentikan aksinya itu. "
Violla terus memperhatikan Julian dari kaca tengah mobil dan melihat betapa cemas dan pertahiannya Julian pada Keysha.
" Key, aku harap kamu tidak kenapa kenapa. Aku tidak masalah dengan semua perbuatan kamu tadi. Aku paham apa yang kamu rasakan. Aku akan menjaga kamu sebisa aku Key. "
Julian sangat sedih saat melihat keadaan Keysha yang tidak berdaya saat ini. Wajah yang pucat dan bibir yang agak biru membuat Julian semakin takut terjadi hal yang buruk pada Keysha.
Begitu sampai di markas Alex, Keysha segera dibtangani oleh dokter yang ada disana. Hingga saat itu barulah Julian tau kalau bukan hanya luka tembak yang di dapatkan oleh Keysha tadi. Namun pukulan yang keras juga dia terima. Hingga di punggung Keysha terdapat luka lebam yang cukup besar.
__ADS_1
Untungnya, tulang Keysha tidak ada patah. Julian mengepalkan tangannya karena baru tau akan hal ini.
" Bila aku tau kalau mereka sudah melukai kamu sebelum aku datang, aku tidak akan membiarkan mereka mati dengan mudah. "