
Keysha menenangkan diri di tangga darurat cukup lama dan setelah lebih tenang dia akhirnya keluar dan ingin pergi menemui dosennya.
" 15 menit. "
Baru melangkahkan kaki melewati pintu tangga darurat itu, Keysha mendengar ada suara yang mengganggu langkahnya. Ternyata dia adalah pria yang membuat Keysha hampir kena masalah di kampus.
" Kau. "
" Apa perlu waktu begitu lama untuk kamu mengendalika emosimu Keysha? "
" Permisi. "
Keysha malas meladeni orang yang sudah membuat harinya tidak tenang lagi. Jadi dia ingin menghindar saja untuk sekarang. Tapi dia sadar bila Vince terus mengikuti dia begini, sudah pasti dia akan mendapat lebih banyak lagi masalah nanti.
" Bisa kau tidak mengikuti aku lagi? "
" Ada apa? Tidak ada yang salah tentang sikap aku bukan. "
" Aku peringatkan! jangan mendekat atau kau akan terluka. Aku tidak peduli kau berasal dari keluarga bagaimana. Tapi bila kau mengusik aku, aku tidak akan tinggal diam. "
Melihat Keysha yang memang tidak mau di ajak bercanda lagi, Vince berusaha untuk mendekati Keysha dengan cara lain.
" Bagaimana kalau kita berteman sekarang? Aku ingin berteman dengan kamu apa bisa? "
Pertanyaan Vince sama sekali tidak di pedulikan oleh Keysha. Dia lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya. Vince yang sadar kalau saat ini bukan saat yang tepat untuk dia memaksa Keysha, akhirnya memilih menyerah dulu hari ini. Dia lebih baik membiarkan Keysha tenang dulu dan nanti akan bisa di ajak bicara lagi.
" Wanita wanita itu membuat semua menjadi kacau. Dia sudah tidak melihat aku dari awal. Lantas sekarang di tambah dengan adanya masalah ini. Akan lebih sulit lagi aku mendekati Keysha. "
__ADS_1
Semua keluhan Vince itu sangat tidak berguna. Dia yang membuat para wanita itu mengejar dirinya. Tapi sekarang dia sendiri yang menjadi repot karena tidak bisa mengatur mereka semua agar bersainng secara sehat.
Keysha yang baru sampai di ruangan dosen, dia kalu menyerahkan ringkasan materi dan tugas dari mahasiswa di kelasnya pada dosennya. Tapi saat akan keluar dari ruangan dosen, Keysha di hentikan oleh mr.Karl.
" Key, tunggu sebentar. Ada yang mau saya bicarakan sama kamu. "
Mr.Karl langsung berjalan menuju ruangan kusus untuk bicara berdua dengan Keysha. Dia sudah menahan diri dari semalam untuk mengatakan mengenai kerjasama yang akan di lakukan dirinya dengan perusahaan raksasa itu.
" Ada apa pak? Apa ada hal yang begitu penting? Semalam juga anda menghubungi saya tengah malam ada apa ya? "
Mr.Karl sudah mempersilakan Keysha untuk duduk dan bersiap untuk mengatakan berita mengenai yang dia dapatkan semalam.
" Key, pengajuan proposal kita untuk kerjasama dengan W Corporation itu ternyata di setujui. Mereka meminta kita membahas lebih lanjut lagi mengenai kerjasama itu nanti."
" Kita? "
Keysha sudah menduga ada yang salah sejak semalam. Semalam selain telpon dari Mr.Karl, dia juga mendapati orang dari W Corporation itu menyelidiki mengenai dirinya.
" Aku yakin ini bukan kebetulan. Mereka bukan hanya ingin kerjasama dengan mr.Karl saja. Tapi menginginkan aku. Tapi apa yang mereka cari dan mau dari aku? Kenapa aku menarik perhatian mereka? "
Keysha belum menjawab apa yang mr.Karl katakan. Dia masih sibuk dengan pikirannya yang sedang memikirkan mengenai masalah kecurigaannya.
" Key.. bagaimana? Untuk bagi hasil, kita bagi rata. Aku tidak akan meminta kamu berkerja sia sia nanti. Ini juga untuk perkembangan kamu kedepannya. Karena peluang kamu dalam berkarir terbuka lebar bila berkerja disana. "
Keysha terpaksa menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan mr. Karl. Dia memang harus mendekat ke perusahaan itu dan mencari tau sendiri apa tujuan mereka mendekati dirinya.
" Baiklah pak.. Bila tidak ada lagi, saya harus kembali lagi ke kelas. Karena akan ada kuis hari ini. "
__ADS_1
" Baik baik.. saya akan menghubungi pihak sana dulu untuk mengkonfirmasi masalah ini. Dan membuat janji temu dengan mereka nanti. "
Keysha meninggalkan ruangan itu dan berjalan kembali ke kelasnya. Sepanjang jalannya, Keysha terus memikirkan apa yang membuat mereka tertarik akan dirinya. Ada yang aneh yang Keysha rasakan untuk saat ini. Dia takut dalam kerjasama ini nanti dia akan banyak di rugikan. Karena waktu dirinya akan lebih banyak tersita untuk mengurusi masalah proyek tersebut.
" Bila nanti dengan kerjasama ini mereka ingin mengambil kesempatan dari aku, aku tidak akan segan segan menghancurkan proyek ini. Tidak peduli aku harus membayar berapa. Aku akan menggagalkannya bila perlu. Mereka tidak mengenal siapa aku. Jadi jangan mengusik aku saat aku sudah diam saja sebelumnya. "
Keysha berjalan terus dan tidak sengaja melewati lagi kelompok mahasiswi yang tadi mencegat dirinya.
" Waaahhh berani sekali kau lewat di tempat ini. Sepertinya pelajaran yang aku berikan tadi belum membuat kamu takut sama sekali. "
Dia adalah Vanesa. Dia mahasiswi populer di kampus tersebut. Sehingga semena mena dalam bersikap. Vince dan Vanesa sering di sebut pasangan serasi oleh mahasiwa disana. Itu karena wajah mereka sama sama sangat menarik tampan dan cantik. Tapi untuk sikap, jelas Vanesa sangat urakan dan sombong.
Keysha terus berjalan karena memang tidak mendengar perkataan mereka. Dia telalu sibuk dengan pikirannya hingga tidak peduli lingkungan sekitar. Karen hal itulah Vanesa merasa sangat kesal pada Keysha dan ingin menamparnya untuk memberikan pelajaran pada Keysha. Dia sangat tidak suka ada orang yang berani melawan dirinya dan mengabaikan perkataannya.
Vanesa tiba tiba menarik bahu Keysha dan langsung menampar pipinya dengan keras. Disaat yang sama, Vince kebetulan ingin lewat di sana juga untuk menghadiri kelas yang sama dengan Keysha. Tapi dia malah mendapatkan pemandangan seperti itu di hadapannya. Vince kasihan pada Keysha dan ingin membantunya. Tapi langkahnya terhenti saat melihat apa yang terjadi selanjutnya di depannya saat ini.
*Plaakkk*
Pipi Keysha sangat merah karena bekas tamparan itu. Keysha juga cukup kaget dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Tapi saat dia melihat orang yang menamparnya itu, Keysha langsung sadar apa yang sudah terjadi saat ini.
Tatapan mata Keysha langsung menajam. Cengkraman di bahunya di dorong sedikit demi sedikit oleh Keysha melalui gerakan dirinya yang perlahan mendekati Vanesa. Baru kali ini Vanesa tidak bisa bergerak dan merasa sangat ketakutan hanya dengan tatapan mata saja.
Vanesa perlahan berjalan mundur dan teman temannya juga tidak berani melakukan apapun saat melihat tatapan Keysha.
" Kau melakukan apa tadi nona? Tangan mu ini seharusnya kau gunakan dengan baik. Jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Kau harus paham siapa yang bisa kau gertak dan tidak. Jangan memaksa aku menghukum tangan kau itu nanti. "
Tatapan tajam, suara dingin dan juga ekspresi wajah yang datar. Semua hal itu sangat menakutkan untuk Vanesa. Bahkan Vince sampai tidak menyangka kalau wanita yang dia kejar mempunyai aura yang sangat kuat.
__ADS_1
" Dia memang berbeda. "